Sebulan setelah ditemukan oleh ilmuwan, Ana Julia ditemukan mati di Sungai Formoso, Brasil. Tubuhnya yang setebal ban mobil, sepanjang lebih dari enam meter dan seberat 200 kilogram, tergeletak tak bernyawa. Diduga ditembak pemburu liar. Biolog Belanda Freek Vonk, yang sebulan sebelumnya merekam dirinya berenang bersama Ana Julia di dasar sungai selama lebih dari sejam, menulis di Instagram: “Aku mencintaimu, Ana Julia. Aku akan merindukanmu.”
Ana Julia adalah anaconda betina yang ditemukan oleh tim 15 biolog internasional di Amazon Ekuador, atas undangan Kepala Suku Huaorani, Penti Baihua, salah satu dari sedikit izin masuk ke wilayah itu yang pernah diberikan sejak kontak pertama suku tersebut dengan dunia luar pada 1958. Ia bukan sekadar individu yang luar biasa. Ia adalah anggota spesies yang baru dikonfirmasi keberadaannya: Anaconda Hijau Utara (Eunectes akayima), yang secara genetik berbeda 5,5 persen dari Anaconda Hijau Selatan (Eunectes murinus) yang sudah lama dikenal ilmu pengetahuan.
Penemuan dua spesies anaconda hijau yang berbeda ini mengubah cara kita memahami ular terbesar di dunia, sekaligus membuka kembali pertanyaan lama: seberapa besar sebenarnya anaconda bisa tumbuh?
Selama puluhan tahun, Eunectes murinus menjadi tolok ukur. Dr. Jesús Antonio Rivas dari New Mexico Highlands University, setelah lebih dari dua dekade penelitian, mencatat ukuran maksimum terverifikasi untuk spesies ini adalah betina dengan berat 97,5 kilogram dan panjang 5,21 meter. Ana Julia, dengan beratnya yang dua kali lipat angka itu, tiba-tiba membuat batas-batas tersebut terasa jauh lebih cair.
Untuk konteks, gorila jantan terbesar yang pernah tercatat beratnya melampaui 272 kilogram. Ana Julia yang 200 kilogram masih sedikit lebih ringan. Tapi masyarakat adat Waorani di Amazon sudah lama bercerita tentang “ular ibu”, anaconda raksasa dengan panjang lebih dari 7,5 meter dan berat mencapai 500 kilogram. Selama bertahun-tahun cerita itu dianggap mitos. Jika suatu hari terbukti, perbandingan dengan gorila pun akan berubah drastis.
Mengukur anaconda di alam liar bukan perkara mudah. Di habitat sungai dan rawa Amazon yang gelap dan berlumpur, hampir tidak mungkin mendapatkan data yang presisi. Banyak laporan ukuran ekstrem tidak memiliki dokumentasi fisik yang bisa diverifikasi. Pertanyaan tentang batas maksimal E. akayima masih terbuka, dan mungkin akan lama terbuka.
Ana Julia mungkin bukan yang terbesar. Ia mungkin hanya yang terbesar yang pernah kita temukan, dan sempat kita kenal, sebelum pemburu mengakhirinya lebih dulu dari ilmu pengetahuan.