Foto: Suku Terasing di Amazon yang Menghadapi Ancaman Hidup

Suku terasing yang hidup di Amazon, Brazil, ini diyakini belum pernah berkomunikasi dengan masyarakat luar. Kredit foto: Guilherme Gnipper Trevisan/Hutukara
Suku terasing yang hidup di Amazon, Brazil, ini diyakini belum pernah berkomunikasi dengan masyarakat luar. Kredit foto: Guilherme Gnipper Trevisan/Hutukara

Sekelompok masyarakat dalam sebuah suku yang diyakini belum pernah berkomunikasi dengan masyarakat luar telah difoto dari udara untuk pertama kalinya di kawasan Amazon, Brazil. Kondisi lingkungan sekitar mereka diambang kerusakan akibat ‘serbuan’ para penambang emas ilegal. Suku terasing ini telah mempertahankan cara hidup mereka selama ribuan tahun, dan kini dikhawatirkan akan menghadapi ancaman kepunahan jika teritorial mereka tidak dilindungi dari gangguan pihak luar.

Gambar-gambar dari udara tersebut diambil melalui pesawat Pemerintah Brazil untuk mencari para penambang ilegal. Dari pantaun itu, terlihat sebuah struktur masyarakat yang dipanggil “Yano” di teritorial orang asli Yanomami, sebagaimana diberitakan dari IFL Science.

Kawasan ini secara resmi dilindungi undang-undang sejak 1992, dan diyakini merupakan rumah bagi sekitar 22 ribu individu yang tersebar menjadi beberapa suku. Diperkirakan, ada tiga suku yang belum bernah berkomunikasi dengan pihak luar, berdasarkan data Survival Internasional.

Setiap bagian dari Suku Yano menampung keluarga yang berbeda, dan tempat tersebut merupakan ruang terbuka sebagai tempat tidur menggantung juga menyimpan dan menyiapkan makanan. Sekitar 100 individu diperkirakan hidup di dalam struktur tersebut.

Namun, sekitar 5.000-an penambang emas ilegal sedang mengintai kawasan hidup suku ini. Sejarah membutikan, jika komunitas asli dan orang luar bertemu, suku asli biasanya yang akan hancur. Salah satunya dikarenakan penyakit ‘baru’ yang dibawa orang luar sementara tubuh suku asli tidak kebal.

Struktur masyarakat yang dipanggil "Yano" ini diperkirakan beranggotakan 100 orang. Kredit foto: Guilherme Gnipper Trevisan/Hutukara
Struktur masyarakat yang dipanggil “Yano” ini diperkirakan beranggotakan 100 orang. Kredit foto: Guilherme Gnipper Trevisan/Hutukara

Awal tahun ini, sebuah laporan menyatakan bahwa sekitar 90% orang asli di kawasan Amazon menderita keracunan mercukuri akibat kegiatan penambangan ilegal di sekitar hutan hujan Amazon.

Meski begitu, jumlah orang luar yang memasuki kawasan lindung ini justru bertambah, membuat jarak antara suku-suku terasing dengan dunia luar makin menyempit. Pemerintah Brazil terus didesak untuk meningkatkan upaya perlindungan suku-suku asli kawasan ini.

Menurut Direktur Survival International, Stephen Corry, gambar-gambar luar biasa tersebut makin memperkuat bukti, masih banyak suku-suku terasing di kawasan tersebut. Mereka bukan orang liar, mereka adalah masyarakat kontemporer dan kompleks yang hak-haknya harus dihormati. 

Corry juga telah mengingatkan pemerintah setempat bahwa semua suku terasing menghadapi ancaman bencana kepunahan. Terutama, jika tanah mereka tidak dilindungi.

Kredit

Editor

Topik

Suaka Terakhir Sang Naga

Varanus komodoensis bukan sekadar satwa, melainkan penyintas tangguh yang membawa jejak evolusi empat juta tahun dari daratan Eropa hingga menetap di kepulauan Nusantara. Di balik sosoknya yang purba, Komodo kini berdiri di garis depan peradaban yang kian menghimpit. Keberadaannya kini terkepung oleh ancaman nyata, mulai dari jaringan penyelundupan internasional hingga dampak tak terelakkan dari krisis […]

Artikel terbaru

Semua artikel