Wilayah pesisir dan laut merupakan ruang hidup bagi nelayan tradisional dan masyarakat pesisir. Di ruang inilah masyarakat mencari ikan, mengembangkan ekonomi, membangun kehidupan sosial, serta mempertahankan pengetahuan dan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.
Namun, saat ini ruang pesisir dan laut semakin banyak menghadapi tekanan, baik dari pembangunan, investasi, reklamasi, konservasi, pariwisata, maupun berbagai kepentingan lainnya. Kondisi tersebut sering kali berdampak pada berkurangnya akses masyarakat terhadap ruang dan sumber daya yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Persoalan tersebut pada dasarnya juga merupakan persoalan agraria. Hanya saja, pembicaraan tentang reforma agraria selama ini lebih banyak melihat persoalan tanah di daratan. Padahal, masyarakat pesisir juga memiliki hubungan yang kuat dengan ruang laut dan pesisir melalui wilayah tangkap, praktik lokal, serta sumber daya yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Karena itu, perlu ada ruang untuk membicarakan kembali bagaimana reforma agraria dapat menjawab persoalan masyarakat pesisir dan nelayan tradisional.
Rembuk Agraria Pesisir adalah ruang konsolidasi dan diskusi untuk bersama-sama membicarakan persoalan agraria di wilayah pesisir dan laut. Rembuk ini mempertemukan nelayan tradisional, petambak garam, pembudaya ikan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, pemerintah, untuk berbagi pengalaman dan mencari rumusan bersama.
Rembuk ini tidak hanya membahas persoalan tanah, tetapi juga melihat penguasaan ruang, akses terhadap laut, wilayah tangkap, wilayah kelola, konflik ruang, praktik lpkal serta hak masyarakat pesisir untuk terlibat dalam menentukan pengelolaan wilayahnya.
Harapannya ini menjadi ruang untuk memperluas pemahaman tentang reforma agraria dalam konteks pesisir agar tidak hanya berbicara tentang daratan, tetapi juga menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di pesisir dan laut.
Untuk itu, di podcast BERISIK: ruang untuk cerita dari lapangan yang berisi, ada isi dan mengajak kamu untuk berisik kali ini, Mongabay Indonesia berbincang bersama Niko Amrulloh, Sekretaris Jenderal KNTI, membahas perjuangan nelayan mempertahankan ruang hidup serta Rembuk Agraria Pesisir 2026.
(Editor podcast: Hidayaturohman M. Suri)
Foto utama: Deretan perahu tradisional di Karimun saat berunjuk rasa menolak rencana tambang pasir laut. Foto: Yogi Eka Sahputra/Mongabay Indonesia.


