<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" >

	<channel>
		<title>Mongabay.co.id</title>
		<atom:link href="https://mongabay.co.id/feed/?byline=melky-nahar&#038;post_type=post" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://mongabay.co.id/byline/melky-nahar/</link>
		<description>Situs berita lingkungan</description>
		<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2026 11:39:27 +0000</lastBuildDate>
		<language>id</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>
				<item>
					<title>Nestapa Warga Kalimantan Hirup Racun Asap Kebakaran Hutan dan Gambut</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/03/nestapa-warga-kalimantan-hirup-racun-asap-kebakaran-hutan-dan-gambut/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/03/nestapa-warga-kalimantan-hirup-racun-asap-kebakaran-hutan-dan-gambut/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 11:38:13 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Irfan Maulana dan Krismes Santo Haloho]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Sapariah Saturi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/03110934/Asap-Kalteng-Krismes--768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132896</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[kalimantan, kalimantan barat, dan kalimantan tengah]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, ekonomi dan bisnis, hutan indonesia, pencemaran, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap parah terutama di Kalimantan dan Sumatera, bahkan sudah mampir ke negeri tetangga. Indikator cemaran udara pun memperlihatkan level berbahaya. Kesehatan dan keselamatan warga pun terancam karena terpaksa menghirup udara beracun karhutla berhari-hari. Dari pantauan kualitas udara melalui aplikasi IQAir pada 3 September 2026, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/nestapa-warga-kalimantan-hirup-racun-asap-kebakaran-hutan-dan-gambut/">Nestapa Warga Kalimantan Hirup Racun Asap Kebakaran Hutan dan Gambut</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kabut asap parah terutama di Kalimantan dan Sumatera, bahkan sudah mampir ke negeri tetangga. Indikator cemaran udara pun memperlihatkan level berbahaya. Kesehatan dan keselamatan warga pun terancam karena terpaksa menghirup udara beracun karhutla berhari-hari. Dari pantauan kualitas udara melalui aplikasi IQAir pada 3 September 2026, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, polusi udara pada level berbahaya dengan konsentrasi partikulat PM2,5 sebesar 375.0 µg/m.³  Tak jauh beda kondisi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pencemaran udara level berbahaya dengan PM2,5 sebesar 265,1 µg/m.³ Kabut asap di Kota Pontianak, Kalbar. 3 September 2026. Foto: Tursih/Mongabay Indonesia Tursih, warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat  mengatakan, kabut asap langsung berdampak ke kesehatan terutama anak-anak. “Ini anak-anak di rumah sudah dari beberapa pekan lalu batuk pilek,” katanya, akhir Agustus lalu. Dia dan keluarga pun berupaya mengurangi aktivitas ke luar rumah. Ketika terpaksa keluar, mereka gunakan masker. “Adanya yang ini yang kami beli,”  katanya. Yang dia maksud itu masker medis yang sekadar menutup wajah. Asap karhutla parah, Kota Pontianak pun masih sekolah daring.  “Kabut asap tebal. Sekolah masih libur, belajar daring,” kata Tursih. Dia bilang, sekolah secara daring dengan melihat kondisi asap. Ketika pekat, dan udara memburuk, pemerintah umumkan sekolah secara daring dari rumah. Di Palangka Raya, Ibu Kota Kalimantan Tengah pun tak aman lagi. Seminggu setelah Presiden Prabowo Subianto berkunjung, masyarakat kota makin terkepung api dan asap dari karhutla. Bagi warga Kalteng, karhutla bukan fenomena yang hanya terlihat sebagai kepulan asap di langit. Ia jadi acaman kesehatan, keselamatan maupun ekonomi. Hasil pantauan data&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/nestapa-warga-kalimantan-hirup-racun-asap-kebakaran-hutan-dan-gambut/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/03/nestapa-warga-kalimantan-hirup-racun-asap-kebakaran-hutan-dan-gambut/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Memberi Makan Monyet Liar, Niat Baik yang Membawa Penyakit</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/memberi-makan-monyet-liar-niat-baik-yang-membawa-penyakit/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/memberi-makan-monyet-liar-niat-baik-yang-membawa-penyakit/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 10:00:36 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2023/07/22012303/Monyet3-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=132808</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Gorontalo]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, kera besar, sains dan Teknologi, dan sulawesi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Memberikan roti, biskuit, atau camilan kepada monyet liar sering dianggap sebagai pengalaman menyenangkan. Pengunjung dapat melihat satwa itu dari dekat, sementara monyet memperoleh makanan tanpa harus mencarinya. Namun, tindakan yang terlihat baik ini justru dapat mengganggu kesehatan, mengubah perilaku alami, dan meningkatkan risiko penularan penyakit. Secara alami, sistem pencernaan monyet dirancang untuk mengolah buah hutan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/memberi-makan-monyet-liar-niat-baik-yang-membawa-penyakit/">Memberi Makan Monyet Liar, Niat Baik yang Membawa Penyakit</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Memberikan roti, biskuit, atau camilan kepada monyet liar sering dianggap sebagai pengalaman menyenangkan. Pengunjung dapat melihat satwa itu dari dekat, sementara monyet memperoleh makanan tanpa harus mencarinya. Namun, tindakan yang terlihat baik ini justru dapat mengganggu kesehatan, mengubah perilaku alami, dan meningkatkan risiko penularan penyakit. Secara alami, sistem pencernaan monyet dirancang untuk mengolah buah hutan, dedaunan, serangga, serta makanan berserat lainnya. Mikroorganisme di dalam ususnya membantu mengubah makanan tersebut menjadi energi sekaligus menjaga sistem kekebalan tubuh. Masalah muncul ketika makanan alaminya digantikan camilan manusia yang tinggi gula dan lemak, tetapi rendah serat. Perubahan pola makan dapat mengacaukan komunitas mikroorganisme di dalam usus. Kondisi ketidakseimbangan ini disebut disbiosis. Penelitian terhadap beruk (Macaca nemestrina) di Perak, Malaysia, membandingkan dua populasi dengan tingkat interaksi manusia berbeda. Kelompok pertama hidup di Lumut Mangrove Park, kawasan perkotaan tempat monyet sering diberi makan. Kelompok kedua berada di Segari Melintang Forest Reserve, habitat dengan paparan manusia lebih rendah. Hasilnya, monyet yang sering berinteraksi dengan manusia memiliki keragaman mikrobiota usus lebih rendah. Disbiosis berpotensi melemahkan sistem imun serta membuat satwa lebih rentan terhadap penyakit. Peneliti juga mendeteksi antigen Giardia, parasit penyebab diare, pada sekitar 20 persen sampel kotoran monyet di kawasan mangrove perkotaan. Selain itu, ditemukan Helicobacter macacae, bakteri yang berkaitan dengan infeksi usus. Kedekatan manusia dan monyet menciptakan ruang bagi perpindahan patogen antarspesies. Penyakit dapat bergerak dari satwa ke manusia maupun sebaliknya. Karena itu, persoalan memberi makan monyet bukan hanya menyangkut kesehatan satwa, tetapi juga kesehatan masyarakat. Dampaknya turut terlihat pada perilaku. Monyet yang terbiasa menerima makanan&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/memberi-makan-monyet-liar-niat-baik-yang-membawa-penyakit/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/memberi-makan-monyet-liar-niat-baik-yang-membawa-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Akibat Karhutla, 7 Orangutan Kalimantan Diselamatkan di Ketapang</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/03/akibat-karhutla-7-individu-orangutan-kalimantan-diselamatkan-di-ketapang/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/03/akibat-karhutla-7-individu-orangutan-kalimantan-diselamatkan-di-ketapang/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 08:10:06 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Rendy Tisna]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/03075624/Orangutan-Sampurna3-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132876</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[kalimantan barat]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, hutan indonesia, kalimantan, pencemaran, politik dan hukum, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sepanjang Agustus 2026 berdampak langsung terhadap kehidupan orangutan. Paparan asap membuat sejumlah orangutan keluar dari habitatnya dan masuk kebun sawit maupun kebun buah warga. “Ada tujuh individu yang diselamatkan selama Agustus ini,” kata Heribertus Suciadi, Senior Manager Media dan Komunikasi YIARI, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/akibat-karhutla-7-individu-orangutan-kalimantan-diselamatkan-di-ketapang/">Akibat Karhutla, 7 Orangutan Kalimantan Diselamatkan di Ketapang</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sepanjang Agustus 2026 berdampak langsung terhadap kehidupan orangutan. Paparan asap membuat sejumlah orangutan keluar dari habitatnya dan masuk kebun sawit maupun kebun buah warga. “Ada tujuh individu yang diselamatkan selama Agustus ini,” kata Heribertus Suciadi, Senior Manager Media dan Komunikasi YIARI, Senin (31/8/26). Kasus terbaru terjadi di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (30/8/26). Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sampurna, ditemukan warga dalam kondisi lemas di sekitar kebun sawit. Sarbandi, staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat, mengatakan orangutan itu diduga bergeser dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan. “Pagi hari kami menerima informasi dari masyarakat dan langsung melakukan pengecekan lapangan,” jelasnya, melalui keterangan tertulis, Minggu (30/8/26). Komara, Dokter hewan YIARI, menambahkan asap karhutla dapat berdampak serius terhadap sistem pernapasan orangutan. “Pada kondisi paparan berat, terutama ketika asap sangat pekat dan berlangsung beberapa hari, orangutan dapat mengalami gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen atau hipoksia.” Menurut Komara, kondisi Sampurna mengarah pada dugaan tersebut. Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri untuk pemeriksaan paru-paru dan organ dalam lainnya. Orangutan bernama Sampurna ini diselamatkan akibat terpapar asap karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Foto: Dok. Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Sebelumnya, tim menyelamatkan Mama Yayuk dan anaknya, dari area kebun sawit perusahaan di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang. Tim menemukan keberadaan mereka berupa bekas sarang, pada 27 Agustus 2026, lalu mengevakuasi sehari setelahnya. Setelah memastikan induk dan&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/akibat-karhutla-7-individu-orangutan-kalimantan-diselamatkan-di-ketapang/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/03/akibat-karhutla-7-individu-orangutan-kalimantan-diselamatkan-di-ketapang/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Kecoak Laut Raksasa, Penghuni Laut Dalam dari Perairan Jawa</title>
					<link>https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/kecoak-laut-raksasa-penghuni-laut-dalam-dari-perairan-jawa/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/kecoak-laut-raksasa-penghuni-laut-dalam-dari-perairan-jawa/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 07:34:35 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akita Verselita]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2020/07/22045934/Kecoak3.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=podcasts&#038;p=132872</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi dan satwa laut]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Laut dalam menyimpan kehidupan yang belum banyak dikenali. Ketika kekayaan laut Indonesia sering dikaitkan dengan terumbu karang, ikan, atau penyu, berbagai organisme di dasar perairan justru luput dari perhatian. Penemuan “kecoak laut raksasa” di perairan Selat Sunda dan selatan Jawa membuka jendela untuk memahami dunia yang tersembunyi tersebut. Meski disebut kecoak laut, satwa ini bukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/kecoak-laut-raksasa-penghuni-laut-dalam-dari-perairan-jawa/">Kecoak Laut Raksasa, Penghuni Laut Dalam dari Perairan Jawa</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Laut dalam menyimpan kehidupan yang belum banyak dikenali. Ketika kekayaan laut Indonesia sering dikaitkan dengan terumbu karang, ikan, atau penyu, berbagai organisme di dasar perairan justru luput dari perhatian. Penemuan “kecoak laut raksasa” di perairan Selat Sunda dan selatan Jawa membuka jendela untuk memahami dunia yang tersembunyi tersebut. Meski disebut kecoak laut, satwa ini bukan serangga. Hewan dari marga Bathynomus tersebut merupakan isopoda, kelompok krustasea yang berkerabat dengan udang, kepiting, dan lobster. Tubuhnya yang pipih dan beruas membuatnya diasosiasikan dengan kecoak. Sebutan populer ini membantu masyarakat membayangkan penampilannya, tetapi juga dapat menimbulkan kekeliruan dalam memahami identitasnya. Spesies bernama Bathynomus raksasa ini ditemukan melalui South Java Deep-Sea Biodiversity Expedition pada 2018, penelitian bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia [LIPI] dan National University of Singapore. Ekspedisi tersebut mengumpulkan sekitar 12.000 spesimen yang diperkirakan mewakili 800 spesies. Temuan ini memperlihatkan bahwa perairan di sekitar Jawa masih menyimpan kekayaan hayati yang belum sepenuhnya terdokumentasi. Dengan panjang tubuh mencapai sekitar 36 sentimeter, Bathynomus raksasa menarik perhatian bukan hanya karena ukurannya. Sebagai pemakan bangkai, satwa ini memanfaatkan sisa ikan, sotong, dan organisme lain yang jatuh ke dasar laut. Perannya menunjukkan bahwa hewan yang asing bagi manusia tetap menjadi bagian penting dalam jejaring kehidupan. Namun, menemukan spesies baru bukan sekadar menjumpai hewan yang belum pernah terlihat. Peneliti perlu memeriksa karakter tubuh dan membandingkannya dengan spesies yang telah dikenal. Proses ini menegaskan pentingnya taksonomi sebagai dasar untuk memahami keanekaragaman hayati. Lalu, bagaimana peneliti memastikan identitas Bathynomus raksasa? Mengapa satwa ini jarang ditemukan nelayan, dan apa ancaman bagi kehidupannya? Mongabay Indonesia&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/kecoak-laut-raksasa-penghuni-laut-dalam-dari-perairan-jawa/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/kecoak-laut-raksasa-penghuni-laut-dalam-dari-perairan-jawa/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Mencari Solusi Pengelolaan Sampah di Pulau-pulau Kecil</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/03/mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-pulau-pulau-kecil/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/03/mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-pulau-pulau-kecil/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 04:30:05 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Wahyu Chandra]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[M. Asad Asnawi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kelautan perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2024/01/22005011/Gili-Balu-4-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132766</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[makassar dan sulawesi]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, Kelautan perikanan, komunitas lokal, pencemaran, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Rizki tergopoh-gopoh masuk barisan. Dia segera mengenakan sarung tangan plastik yang panitia berikan. Sama dengan puluhan temannya yang lain, siswa SMPN 41 Satu Atap Makassar di Pulau Lae-lae, Sulawesi Selatan itu antusias mengikuti aksi bersih pantai hari itu. Pagi itu, Rabu (5/8/26) Himpunan Mahasiswa Antropologi (HUMAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas)  [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-pulau-pulau-kecil/">Mencari Solusi Pengelolaan Sampah di Pulau-pulau Kecil</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Rizki tergopoh-gopoh masuk barisan. Dia segera mengenakan sarung tangan plastik yang panitia berikan. Sama dengan puluhan temannya yang lain, siswa SMPN 41 Satu Atap Makassar di Pulau Lae-lae, Sulawesi Selatan itu antusias mengikuti aksi bersih pantai hari itu. Pagi itu, Rabu (5/8/26) Himpunan Mahasiswa Antropologi (HUMAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas)  menggelar aksi bersih sampah yang mereka kemas dalam program Belajar Atasi Sampah Bersama Siswa (Basis). Kegiatan  bagian dari pengabdian masyarakat itu berlangsung 5–7 Agustus lalu. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar pentingnya menjaga lingkungan,  juga bagaimana mengolah sampah plastik agar bisa bernilai ekonomis. “Kami percaya perubahan besar selalu dari langkah-langkah kecil. Melalui BASIS, kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” kata Nabila Ali, Koordinator Divisi Humas Human FISIP Unhas. Nabila bilang, melalui kegiatan ini, dia mengajak siswa memahami dampak buruk sampah plastik dan bagaimana cara menguranginya. Bagi masyarakat di pulau-pulau kecil, persoalan sampah jauh lebih kompleks. Sampah tidak hanya produksi dari daratan pulau, juga datang dari laut. Sementara sistem pengelolaan terbatas. “Botol minuman, kantong belanja, kemasan makanan, gelas sekali pakai dan berbagai produk rumah tangga hadir hampir setiap hari. Praktis dan murah, plastik menjadi pilihan utama masyarakat. Namun setelah digunakan, benda-benda itu berubah menjadi persoalan yang semakin sulit dikendalikan,” katanya. Sampah plastik tidak lagi sekadar persoalan kebersihan kota, telah menjadi masalah global yang menjalar ke sungai, pesisir dan laut. Sampah yang terbuang di daratan dapat terbawa aliran sungai hingga ke pesisir dan laut. “Di pulau-pulau kecil, persoalan&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-pulau-pulau-kecil/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/03/mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-pulau-pulau-kecil/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Dua Kali Dinyatakan Punah, Populasi Ular Paling Langka di Dunia Kini Hanya 20 Ekor, Semuanya di Satu Pulau</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/03/dua-kali-dinyatakan-punah-populasi-ular-paling-langka-di-dunia-kini-hanya-20-ekor-semuanya-di-satu-pulau/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/03/dua-kali-dinyatakan-punah-populasi-ular-paling-langka-di-dunia-kini-hanya-20-ekor-semuanya-di-satu-pulau/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 04:01:34 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2025/06/21231630/The-Saint-Lucia-racer-Erythrolamprus-ornatus-Photograph-by-Toby-Ross.png" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132860</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Di lepas pantai selatan Saint Lucia, sebuah pulau kecil bernama Maria Major menjadi rumah terakhir bagi satu-satunya populasi ular Erythrolamprus ornatusyang tersisa di dunia. Spesies yang juga dikenal sebagai Saint Lucia Racer ini sempat dinyatakan punah, ditemukan kembali, lalu diragukan keberadaannya untuk kedua kalinya sebelum akhirnya dipastikan masih bertahan hidup. Kini populasinya diperkirakan hanya sekitar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/dua-kali-dinyatakan-punah-populasi-ular-paling-langka-di-dunia-kini-hanya-20-ekor-semuanya-di-satu-pulau/">Dua Kali Dinyatakan Punah, Populasi Ular Paling Langka di Dunia Kini Hanya 20 Ekor, Semuanya di Satu Pulau</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Di lepas pantai selatan Saint Lucia, sebuah pulau kecil bernama Maria Major menjadi rumah terakhir bagi satu-satunya populasi ular Erythrolamprus ornatusyang tersisa di dunia. Spesies yang juga dikenal sebagai Saint Lucia Racer ini sempat dinyatakan punah, ditemukan kembali, lalu diragukan keberadaannya untuk kedua kalinya sebelum akhirnya dipastikan masih bertahan hidup. Kini populasinya diperkirakan hanya sekitar 20 ekor, seluruhnya hidup di satu pulau seluas 12 hektare, menjadikan spesies ini kandidat kuat sebagai ular paling langka di Bumi. Kisah ular ini menarik bukan hanya karena jumlahnya yang sedikit, tapi karena perjalanannya yang naik turun selama hampir dua abad. Ia sempat dianggap hilang dari muka bumi, muncul kembali secara mengejutkan, lalu nyaris terlupakan lagi sebelum akhirnya dipastikan masih ada. Dinyatakan Punah, Ditemukan Kembali, Lalu Diragukan Lagi Erythrolamprus ornatus pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada 1851 oleh zoolog Inggris Albert Günther, kurator reptil di British Museum. Günther mencatat ular ini sebagai penghuni hutan kering dataran rendah Saint Lucia, salah satu pulau utama di Lesser Antilles, Karibia. Pada masa itu, ular ini bukan makhluk asing bagi penduduk setempat. Ia dikenal jinak dan tidak berbahaya, sering terlihat berjemur di siang hari di antara semak dan bebatuan dataran rendah, dengan warna coklat keabu-abuan dan garis samar di sepanjang tubuhnya yang membuatnya mudah menyatu dengan lingkungan sekitar. Memasuki akhir abad ke-19, lanskap ekologis Saint Lucia berubah cepat. Perluasan perkebunan tebu mendorong introduksi musang kecil India (Herpestes javanicus) untuk mengendalikan tikus ladang. Niat awal ini sebenarnya baik, tapi musang ternyata lebih suka berburu di siang hari, saat ular justru&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/dua-kali-dinyatakan-punah-populasi-ular-paling-langka-di-dunia-kini-hanya-20-ekor-semuanya-di-satu-pulau/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/03/dua-kali-dinyatakan-punah-populasi-ular-paling-langka-di-dunia-kini-hanya-20-ekor-semuanya-di-satu-pulau/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Asap Kepung Kota Biak, Karhutla Papua Meluas</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/03/asap-kepung-kota-biak-karhutla-papua-meluas/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/03/asap-kepung-kota-biak-karhutla-papua-meluas/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 01:11:36 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Larius Kogoya]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Lusia Arumingtyas]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi dan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/02071956/WhatsApp-Image-2026-08-26-at-20.06.12-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132809</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[papua]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, ekonomi dan bisnis, hutan indonesia, ikomunitas lokas, dan sawit]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua terus meningkat. Di Kabupaten Biak Numfor, Papua, misal, aktivitas di sejumlah sekolah, pemerintah dan masyarakat terdampak akibat kabut asap. “Asap mengepung dan menguasai kota, sekolah libur. Dari minggu lalu anak-anak diliburkan sampai saat ini,” kata  Mananwir Apolos Sroyer, Ketua Dewan Adat Manfun Kawasa Byak kepada Mongabay melalui telepon, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/asap-kepung-kota-biak-karhutla-papua-meluas/">Asap Kepung Kota Biak, Karhutla Papua Meluas</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua terus meningkat. Di Kabupaten Biak Numfor, Papua, misal, aktivitas di sejumlah sekolah, pemerintah dan masyarakat terdampak akibat kabut asap. “Asap mengepung dan menguasai kota, sekolah libur. Dari minggu lalu anak-anak diliburkan sampai saat ini,” kata  Mananwir Apolos Sroyer, Ketua Dewan Adat Manfun Kawasa Byak kepada Mongabay melalui telepon, Sabtu (29/8/26). Asap karhutla mengepung Kota Biak, Distrik Samofa, Yendidori, Biak Timur, dan Biak Barat. Paparan asap ini, kata Apolos, kemungkinan meluas di wilayah lain karena kemarau panjang dan tidak ada hujan. “Yang terdampak sekali itu kepada anak-anak dan lansia menghirup asap sehingga menjadi sesak nafas, ada yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya. Apolos mengatakan, kebakaran hampir satu bulan ini, upaya pemadaman kebakaran hanya di pinggiran-pinggiran jalan saja karena alat yang kurang memadai. ”Pemerintah mesti melihat kalau pake mobil tidak bisa kenapa tidak pakai helikopter atau pesawat yang kapasitas besar untuk memadamkan api,” katanya. Kebakaran lahan di Provinsi Biak, Agustus 2026. Dokumentasi Aleks Abrauw, Warga Distrik Biak Utara Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan sejak tanggal 1 Agustus-2 September 2026, sebaran titik panas di Papua mencapai 2.169 dengan tingkat kepercayaan tinggi atau di atas 80%. Yakni, Papua Selatan (1.212), Papua Tengah (374), Papua Pegunungan (300), Papua Barat Daya (38), dan Papua (12). Pada periode sama, di Biak terdapat empat titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 383 tingkat kepercayaan sedang. Angka ini terbilang tinggi dari wilayah Papua lainnya. Aleks Abrauw, masyarakat Distrik Biak Utara menyebutkan,  sudah dua minggu kebakaran terjadi dan wilayah&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/03/asap-kepung-kota-biak-karhutla-papua-meluas/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/03/asap-kepung-kota-biak-karhutla-papua-meluas/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Mengenal Lielaphis slashi, Ular Tanah Bernama Gitaris Band Rock Legendaris</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/mengenal-lielaphis-slashi-ular-tanah-bernama-gitaris-band-rock-legendaris/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/mengenal-lielaphis-slashi-ular-tanah-bernama-gitaris-band-rock-legendaris/#respond</comments>
					<pubDate>03 Sep 2026 00:30:13 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/01060154/Ular-Slash1-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=132788</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Yogyakarta]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, jawa, papua, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Nama Slash identik dengan gitar, rambut keriting, dan Guns N’ Roses. Namun, kini nama panggung musisi bernama asli Saul Hudson itu juga melekat pada seekor ular tanah yang baru dikenali dari Papua Nugini. Ular tersebut diberi nama ilmiah Lielaphis slashi. Spesies baru ini diumumkan oleh tim peneliti dari Amerika Serikat, Australia, Papua Nugini, dan Inggris [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/mengenal-lielaphis-slashi-ular-tanah-bernama-gitaris-band-rock-legendaris/">Mengenal Lielaphis slashi, Ular Tanah Bernama Gitaris Band Rock Legendaris</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Nama Slash identik dengan gitar, rambut keriting, dan Guns N’ Roses. Namun, kini nama panggung musisi bernama asli Saul Hudson itu juga melekat pada seekor ular tanah yang baru dikenali dari Papua Nugini. Ular tersebut diberi nama ilmiah Lielaphis slashi. Spesies baru ini diumumkan oleh tim peneliti dari Amerika Serikat, Australia, Papua Nugini, dan Inggris melalui jurnal Zootaxa pada Agustus 2026. Identifikasinya dilakukan dengan menggabungkan data temuan lama dan analisis DNA modern. Pemberian nama itu berawal dari pengalaman Sara Ruane, salah satu peneliti dalam studi tersebut. Guns N’ Roses telah menjadi band favoritnya sejak kecil. Ia juga pernah melihat foto Slash sedang memegang ular piton dalam sebuah majalah reptil. Slash dipilih bukan hanya karena terkenal sebagai gitaris. Dia diketahui memiliki ketertarikan terhadap ular, museum, kebun binatang, dan sejarah alam. Selama bertahun-tahun, dia juga mempromosikan serta membela keberadaan ular melalui berbagai media. Secara fisik, L. slashi tidak memiliki warna atau pola mencolok. Punggungnya berwarna cokelat polos kemerahan, sedangkan bagian bawah tubuhnya putih hingga krem. Bentuk kepalanya sederhana dan panjang tubuhnya sekitar 60-70 sentimeter. Spesimen yang diteliti berasal dari Desa Utai di Provinsi Sanduan dan Tanjung Kalibobo di Provinsi Madang, Papua Nugini. Sebagian spesimen dikumpulkan oleh herpetolog Chris Austin saat melakukan penelitian lapangan pada 2006. Ular tanah ini aktif pada malam hari. Ia biasanya ditemukan sesaat setelah matahari terbenam di pangkal pohon besar ketika sedang mencari mangsa. Warna tubuh yang menyatu dengan tanah dan kemampuannya bergerak cepat membuatnya sulit diamati di alam. Pengetahuan mengenai perilaku spesies ini masih terbatas. Namun, ular dalam&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/mengenal-lielaphis-slashi-ular-tanah-bernama-gitaris-band-rock-legendaris/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/mengenal-lielaphis-slashi-ular-tanah-bernama-gitaris-band-rock-legendaris/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Selat Drake, Perairan Paling Ganas di Dunia dengan Rekam Jejak Iklim 140.000 Tahun</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/02/selat-drake-perairan-paling-ganas-di-dunia-dengan-rekam-jejak-iklim-140-000-tahun/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/02/selat-drake-perairan-paling-ganas-di-dunia-dengan-rekam-jejak-iklim-140-000-tahun/#respond</comments>
					<pubDate>02 Sep 2026 13:18:02 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2025/12/02015904/bering-sea-patrol-3e03af-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132843</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Selat Drake, perairan sepanjang sekitar 800 kilometer yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik di antara Tanjung Horn, Chili, dan Kepulauan Shetland Selatan, dikenal luas sebagai salah satu jalur laut paling ganas di dunia, dengan ombak besar yang oleh pelaut disebut Drake Shake. Reputasi ini terbentuk selama berabad-abad, sejak kapal-kapal layar pertama mencoba melintasi ujung selatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/selat-drake-perairan-paling-ganas-di-dunia-dengan-rekam-jejak-iklim-140-000-tahun/">Selat Drake, Perairan Paling Ganas di Dunia dengan Rekam Jejak Iklim 140.000 Tahun</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Selat Drake, perairan sepanjang sekitar 800 kilometer yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik di antara Tanjung Horn, Chili, dan Kepulauan Shetland Selatan, dikenal luas sebagai salah satu jalur laut paling ganas di dunia, dengan ombak besar yang oleh pelaut disebut Drake Shake. Reputasi ini terbentuk selama berabad-abad, sejak kapal-kapal layar pertama mencoba melintasi ujung selatan Amerika untuk berpindah antara Samudra Pasifik dan Atlantik, jauh sebelum Terusan Panama dibangun sebagai jalur alternatif. Posisinya yang berada di titik pertemuan dua samudra sekaligus berbatasan langsung dengan perairan Antartika membuat selat ini tidak pernah benar-benar lepas dari perhatian ahli kelautan maupun pelaut komersial. Ombak besar menghantam geladak kapal saat melintasi Selat Drake, dampak dari infinite fetch yang membuat angin dan arus menumpuk energi tanpa halangan daratan di zona Furious Fifties dan Screaming Sixties. Turbulensi semacam ini justru menjadi bagian dari mekanisme yang membantu Samudra Selatan menyerap karbon dan panas dari atmosfer. (Foto: W. Bulach/Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0) Namun di balik reputasi itu, selat ini juga menjadi tempat mengalirnya Arus Lingkar Antartika, satu-satunya arus laut yang mengelilingi bumi tanpa terhalang daratan benua. Dasar laut di selat ini bahkan menyimpan rekaman sedimen berusia 140.000 tahun yang membantu ilmuwan merekonstruksi bagaimana arus ini berubah dari masa ke masa, dan bagaimana perubahan itu berkaitan dengan penyerapan karbon oleh Samudra Selatan. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change pada November 2025 baru saja mengungkap bagaimana arus ini tetap bertahan stabil di tengah perubahan pola angin global, temuan yang memperkuat posisi Selat Drake sebagai salah satu penjaga&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/selat-drake-perairan-paling-ganas-di-dunia-dengan-rekam-jejak-iklim-140-000-tahun/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/02/selat-drake-perairan-paling-ganas-di-dunia-dengan-rekam-jejak-iklim-140-000-tahun/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Menyoal Putusan PTUN Serang Kasus Gugatan Warga Rancapinang</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/02/menyoal-putusan-ptun-serang-kasus-gugatan-warga-rancapinang/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/02/menyoal-putusan-ptun-serang-kasus-gugatan-warga-rancapinang/#respond</comments>
					<pubDate>02 Sep 2026 11:15:21 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Anggita Raissa]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Sapariah Saturi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/02110631/Rancapinang_Foto-10-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132826</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[banten dan jawa]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[ekonomi dan bisnis, komunitas lokal, Masyarakat Adat, pangan, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>  &#160; Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang menyatakan tak menerima atau niet ontvankeljike verklaard (NO) gugatan enam warga Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, terkait penerbitan sertifikat hak pakai (SHP) Nomor 1/2012 atas nama Kementerian Pertahanan. Putusan perkara Nomor 10/G/2026/PTUN.SRG itu tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Serang pada Kamis, (6/8/26). [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/menyoal-putusan-ptun-serang-kasus-gugatan-warga-rancapinang/">Menyoal Putusan PTUN Serang Kasus Gugatan Warga Rancapinang</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[  &nbsp; Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang menyatakan tak menerima atau niet ontvankeljike verklaard (NO) gugatan enam warga Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, terkait penerbitan sertifikat hak pakai (SHP) Nomor 1/2012 atas nama Kementerian Pertahanan. Putusan perkara Nomor 10/G/2026/PTUN.SRG itu tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Serang pada Kamis, (6/8/26). Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan,  gugatan para penggugat tidak dapat diterima dan menghukum mereka membayar biaya perkara sebesar Rp7.599.000. Abdul Rohim Marbun, Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sekaligus kuasa hukum warga Rancapinang, menilai, Majelis Hakim PTUN Serang gagal dalam melihat substansi perkara. Kasus ini, katanya, merupakan sengketa tata usaha negara karena tindakan badan atau pejabat pemerintah dalam hal ini Kepala Kantor Pertanahan Pandeglang yang menerbitkan sertifikat hak pakai dengan tidak ada bukti perolehan yang jelas dan terang selama proses persidangan. Menurut dia, tak ada bukti yang menunjukkan ada jual-beli antara masyarakat dengan PT Mandirinusa Grahaperkasa (MGP),  sebagai bentuk perusahaan itu melakukan ruislag dengan TNI-AD. “Putusan ini mencerminkan kegagalan lembaga peradilan yang memiliki kewenangan untuk memeriksa dan menyelesaikan sengketa administrasi atas tindakan badan atau pejabat pemerintah,” kata Rohim kepada Mongabay, Senin, (10/8/26). Sengketa itu berkaitan dengan sekitar 364 hektar tanah di Desa Rancapinang yang masuk klaim SHP pemerintah. Enam warga yang menjadi penggugat  yaitu, Tajudin, Masdoni, Rohani, Hamjah, Marki, dan Mista. Para penggugat menyatakan, mereka dan keluarga sudah menguasai dan mengelola tanah itu secara turun-temurun untuk pertanian dan perkebunan. Dalam persidangan, warga antara lain mempersoalkan tak ada bukti pelepasan hak atas tanah yang&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/menyoal-putusan-ptun-serang-kasus-gugatan-warga-rancapinang/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/02/menyoal-putusan-ptun-serang-kasus-gugatan-warga-rancapinang/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Inilah Stiphodon annieae, Ikan Unik yang Menghubungkan Sungai dan Laut Halmahera</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/inilah-stiphodon-annieae-ikan-unik-yang-menghubungkan-sungai-dan-laut-halmahera/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/inilah-stiphodon-annieae-ikan-unik-yang-menghubungkan-sungai-dan-laut-halmahera/#respond</comments>
					<pubDate>02 Sep 2026 10:00:04 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/01/08131237/Ikan-Gobi-jenis-baru-di-Halmahera-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=132625</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[maluku utara]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[kelautan dan perikanan, Lahan Basah, maluku, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Stiphodon annieae merupakan ikan gobi air tawar yang memiliki siklus hidup unik. Ikan ini ditemukan pertama kali di Sungai Wosea, Desa Sawai, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 22 Januari 2010. Penemuan tersebut merupakan hasil riset bersama BRIN dan Muséum National d’Histoire Naturelle Paris, Prancis. Secara fisik, S. annieae memiliki 14 jari-jari sirip dada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/inilah-stiphodon-annieae-ikan-unik-yang-menghubungkan-sungai-dan-laut-halmahera/">Inilah Stiphodon annieae, Ikan Unik yang Menghubungkan Sungai dan Laut Halmahera</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Stiphodon annieae merupakan ikan gobi air tawar yang memiliki siklus hidup unik. Ikan ini ditemukan pertama kali di Sungai Wosea, Desa Sawai, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 22 Januari 2010. Penemuan tersebut merupakan hasil riset bersama BRIN dan Muséum National d’Histoire Naturelle Paris, Prancis. Secara fisik, S. annieae memiliki 14 jari-jari sirip dada dan sembilan jari-jari sirip punggung. Kepala serta lehernya tidak memiliki sisik. Individu jantan dapat dikenali dari warna merah cerah dengan bintik dan pola biru di bagian punggung. Keunikan utama ikan ini terletak pada siklus hidupnya yang disebut amfidromus. Telur menetas di sungai, kemudian larvanya terbawa arus menuju laut. Setelah berkembang, ikan kembali ke perairan tawar dan hidup hingga dewasa untuk berkembang biak. Artinya, kelangsungan hidupnya bergantung pada hubungan yang tidak terputus antara sungai dan laut. Perairan Maluku Utara merupakan salah satu wilayah penting bagi persebaran ikan gobi. Sejumlah sungai di Halmahera Tengah, seperti Sungai Sagea, Ake Sawai, DAS Kobe, dan Muara Sungai Waibulen, menjadi habitat berbagai ikan endemik Halmahera, termasuk S. annieae. Namun, keberadaan ikan ini disebut mulai berkurang. Iwan Kader, Dosen Fakultas Perikanan Universitas Khairun Ternate, mengatakan bahwa S. annieae semakin sulit dijumpai. “Jenis ikan ini makin langka ditemukan,” ujarnya. Awalnya, S. annieae dianggap memiliki wilayah persebaran sangat sempit karena hanya diketahui berada di Halmahera. Namun, penelitian berikutnya menemukan ikan ini di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, sekitar 500-600 kilometer di sebelah barat Halmahera. Tim peneliti mengumpulkan 23 spesimen dari tiga sungai pesisir yang tidak saling terhubung di Luwuk Banggai. Temuan tersebut menunjukkan bahwa S.&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/inilah-stiphodon-annieae-ikan-unik-yang-menghubungkan-sungai-dan-laut-halmahera/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/inilah-stiphodon-annieae-ikan-unik-yang-menghubungkan-sungai-dan-laut-halmahera/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Tambang Emas Ilegal Marak, Maklumat Forkopimda Aceh Tidak Dianggap?</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/02/tambang-emas-ilegal-marak-maklumat-forkopimda-aceh-tidak-dianggap/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/02/tambang-emas-ilegal-marak-maklumat-forkopimda-aceh-tidak-dianggap/#respond</comments>
					<pubDate>02 Sep 2026 04:00:22 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Junaidi Hanafiah]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2023/08/22012015/Tambang3-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132796</guid>

											<reporting-project>
							<![CDATA[Horor Merkuri di Tengah Kilauan Emas]]>
						</reporting-project>
					
											<locations>
							<![CDATA[aceh dan sumatera]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, hutan indonesia, pencemaran, dan Pertambangan]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), mendapat perhatian serius Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh. Para pimpinan daerah itu mengultimatum, seluruh kegiatan pertambangan emas ilegal harus dihentikan paling lambat 17 Agustus 2026. Hal tersebut disampaikan melalui Maklumat Bersama Forkopimda Aceh yang dikeluarkan Rabu (22/7/26). Mereka juga meminta penggunaan bahan berbahaya merkuri dan sianida dihentikan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/tambang-emas-ilegal-marak-maklumat-forkopimda-aceh-tidak-dianggap/">Tambang Emas Ilegal Marak, Maklumat Forkopimda Aceh Tidak Dianggap?</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), mendapat perhatian serius Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh. Para pimpinan daerah itu mengultimatum, seluruh kegiatan pertambangan emas ilegal harus dihentikan paling lambat 17 Agustus 2026. Hal tersebut disampaikan melalui Maklumat Bersama Forkopimda Aceh yang dikeluarkan Rabu (22/7/26). Mereka juga meminta penggunaan bahan berbahaya merkuri dan sianida dihentikan. Forkopimda Aceh terdiri Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Kabinda Aceh, Danlanud Sultan Iskandar Muda, Danlanal Sabang, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, dan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Dalam maklumat disebutkan, praktik PETI menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengancam keselamatan manusia dan makhluk hidup lain. Seluruh pelaku diminta segera menghentikan penambangan, termasuk pengadaan, penyimpanan, penggunaan, dan perdagangan merkuri maupun sianida tanpa izin. Forkopimda mengingatkan, pelaku PETI dapat dijerat sejumlah ketentuan hukum. Ada UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, serta UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Seluruh bupati dan wali kota di Aceh, diinstruksikan meningkatkan pengawasan dan mengambil tindakan terhadap aktivitas PETI. “Seluruh pelaku diwajibkan menghentikan operasional serta mengeluarkan alat berat dan peralatan tambang, paling lambat 17 Agustus 2026.” M. Nasir, Sekretaris Daerah Aceh, mengungkapkan bahwa pemerintah masih menemukan kegiatan penambangan emas ilegal di sejumlah daerah, yaitu di Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/tambang-emas-ilegal-marak-maklumat-forkopimda-aceh-tidak-dianggap/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/02/tambang-emas-ilegal-marak-maklumat-forkopimda-aceh-tidak-dianggap/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Batubara di Bawah Harga Pasaran Rugikan Ekonomi dan Lingkungan</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/02/batubara-di-bawah-harga-pasaran-rugikan-ekonomi-dan-lingkungan/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/02/batubara-di-bawah-harga-pasaran-rugikan-ekonomi-dan-lingkungan/#respond</comments>
					<pubDate>02 Sep 2026 02:40:18 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Riyad Dafhi Rizki]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Richaldo Hariandja]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[batubara]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[data dan statistik]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi dan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[transisi energi]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2023/10/22010713/Kabut-asap-akibat-kebakaran-lahan-dan-hutan-tidak-menghentikan-pengangkutan-batubara-di-Sungai-Musi-Palembang.-Foto-Mahesa-Putra-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132741</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[kalimantan dan Kalimantan Selatan]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[batubara, bencana, data dan statistik, ekonomi dan bisnis, hutan indonesia, Pertambangan, dan transisi energi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Indonesia menguasai 47,3% pangsa pasar dunia untuk ekspor batubara termal—kalori rendah, juga sedang—yang jadi primadona untuk bahan bakar pembangkit listrik di kawasan Asia,  tetapi, harga jual berada di bawah pasaran (underpricing). Jika berlanjut, kondisi ini akan mengorbankan lingkungan dan perekonomian. Kajian Transisi Bersih bertajuk Reformasi Tata Kelola Ekspor: Mengakhiri Era batubara Underpricing yang rilis Juli [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/batubara-di-bawah-harga-pasaran-rugikan-ekonomi-dan-lingkungan/">Batubara di Bawah Harga Pasaran Rugikan Ekonomi dan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Indonesia menguasai 47,3% pangsa pasar dunia untuk ekspor batubara termal—kalori rendah, juga sedang—yang jadi primadona untuk bahan bakar pembangkit listrik di kawasan Asia,  tetapi, harga jual berada di bawah pasaran (underpricing). Jika berlanjut, kondisi ini akan mengorbankan lingkungan dan perekonomian. Kajian Transisi Bersih bertajuk Reformasi Tata Kelola Ekspor: Mengakhiri Era batubara Underpricing yang rilis Juli lalu menyebut,  kondisi underpricing tak hanya bermakna menjual batubara dengan harga murah, tetapi ketika nilai ekspor berada di bawah harga pasar yang wajar, setelah memperhitungkan kualitas, kandungan energi, biaya logistik, syarat pengiriman, dan waktu transaksi. “Sederhananya, harga rendah belum tentu bermasalah. Transaksi tergolong underpriced apabila selisihnya tetap signifikan meski seluruh faktor tersebut telah diperhitungkan,” kata  Muhammad Irfan Islami, analis senior Transisi Bersih, saat peluncuran laporan. Penelitian itu menggunakan selisih harga komoditas ini Indonesia dengan indeks acuan dunia, seperti Newcastle Australia 6.000 kcal/kg Net As Received (NAR) yang biasa pasar gunakan untuk batubara kualitas tinggi. Secara teori ekonomi, katanya, dua komoditas energi yang dapat saling menggantikan seharusnya hanya memiliki perbedaan harga yang mencerminkan kualitas, kandungan energi, dan biaya pengangkutan. &#8220;Namun yang kami temukan, batubara Indonesia diperdagangkan dengan diskon yang jauh lebih besar daripada sekadar penyesuaian kandungan energinya.&#8221; Tim riset juga menganalisis ekspor 20 negara eksportir terbesar, terutama Australia, Rusia, Afrika Selatan, dan Kolombia, sepanjang 2020–2024. Tidak hanya harga per ton, juga mengonversinya ke satuan energi US$ per gigajoule (GJ). Hasilnya, harga ekspor batubara Indonesia secara konsisten berada pada kisaran US$50–60 per ton. Lebih murah ketimbang eksportir lain—dan tetap bertahan, terlepas dari naik-turunnya harga batubara acuan (HBA)&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/02/batubara-di-bawah-harga-pasaran-rugikan-ekonomi-dan-lingkungan/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/02/batubara-di-bawah-harga-pasaran-rugikan-ekonomi-dan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Seni dan Musik Jadi Perlawanan Kaum Muda Dadap Hadapi Kerusakan Lingkungan Pesisir</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/seni-dan-musik-jadi-perlawanan-kaum-muda-dadap-hadapi-kerusakan-lingkungan-pesisir/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/seni-dan-musik-jadi-perlawanan-kaum-muda-dadap-hadapi-kerusakan-lingkungan-pesisir/#respond</comments>
					<pubDate>02 Sep 2026 00:30:28 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2020/08/22045614/Falahi-Mubarok-Nelayan-Pencari-Kerang-2-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=132717</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Jakarta]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[ekonomi dan bisnis, kelautan dan perikanan, komunita lokal, pangan, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Kerusakan ekosistem pesisir mengubah kehidupan masyarakat Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten. Nelayan semakin sulit memperoleh hasil laut, sementara perempuan harus bekerja lebih keras untuk menjaga ekonomi keluarga. Di tengah kondisi tersebut, generasi muda menyuarakan persoalan kampung melalui musik dan seni. Dadap dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kerang hijau di Jabodetabek. Dahulu, nelayan dapat mencari kerang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/seni-dan-musik-jadi-perlawanan-kaum-muda-dadap-hadapi-kerusakan-lingkungan-pesisir/">Seni dan Musik Jadi Perlawanan Kaum Muda Dadap Hadapi Kerusakan Lingkungan Pesisir</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Kerusakan ekosistem pesisir mengubah kehidupan masyarakat Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten. Nelayan semakin sulit memperoleh hasil laut, sementara perempuan harus bekerja lebih keras untuk menjaga ekonomi keluarga. Di tengah kondisi tersebut, generasi muda menyuarakan persoalan kampung melalui musik dan seni. Dadap dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kerang hijau di Jabodetabek. Dahulu, nelayan dapat mencari kerang langsung di alam. Kini, perubahan lanskap pesisir, reklamasi Teluk Jakarta, hilangnya mangrove, serta pencemaran laut membuat kerang semakin sulit ditemukan. Budidaya kemudian beralih menggunakan keramba jaring apung yang dapat dipindahkan saat kualitas air memburuk. Namun, investasi awalnya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Mayoritas keramba pun dimiliki pemodal dari luar, sedangkan warga Dadap menjadi buruh budidaya dan pengupas kerang. Ida, salah seorang perempuan Dadap, mampu mengupas 12–15 kilogram kerang per hari. Dengan upah Rp4.000 per kilogram, penghasilannya berkisar Rp50.000–Rp60.000 sehari. Fatimah, Ketua Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia Tangerang, mengatakan perempuan harus mencari berbagai cara agar kebutuhan keluarga terpenuhi. Mereka bekerja sebagai pengupas kerang, asisten rumah tangga, pengemudi ojek, pedagang keliling, hingga pengolah hasil laut. Ikan yang kurang diminati pasar diolah menjadi kerupuk dan produk UMKM lain. Sebagian keluarga nelayan juga terjerat pinjaman bank keliling dan rentenir. Kesulitan ekonomi semakin berat karena banjir rob membawa lumpur dan sampah ke rumah hampir setiap hari. Perempuan yang seharusnya dapat mencari penghasilan harus menghabiskan waktu membersihkan rumah. Kelelahan fisik dan emosional itu turut memengaruhi hubungan mereka dengan anak. “Ketika anak nangis, tambah ruwet karena saya sudah lelah. Jadi akhirnya dampaknya ke anak juga.”, kata Imah. Kerusakan pesisir juga menekan pendapatan&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/seni-dan-musik-jadi-perlawanan-kaum-muda-dadap-hadapi-kerusakan-lingkungan-pesisir/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/seni-dan-musik-jadi-perlawanan-kaum-muda-dadap-hadapi-kerusakan-lingkungan-pesisir/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Alarm Lingkungan dari Berbagai Penjuru Indonesia</title>
					<link>https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/alarm-lingkungan-dari-berbagai-penjuru-indonesia/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/alarm-lingkungan-dari-berbagai-penjuru-indonesia/#respond</comments>
					<pubDate>01 Sep 2026 23:36:55 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Karen Anastasia Surbakti*]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Lusia Arumingtyas]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/05170006/PLTA-Kerinci-16-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=podcasts&#038;p=132557</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[Energi, hutan indonesia, pangan, Pertambangan, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Yuk, segera ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Bencana datang silih berganti. Banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hingga gempa bumi. Meski begitu, pemerintah terlihat abai pada peringatan ancaman lingkungan yang muncul. Banyak program-program prioritas pemerintah yang tak mementingkan pada aspek lingkungan dan sosial. Alih-alih melestarikan alam, kelalaian manusia nyatanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/alarm-lingkungan-dari-berbagai-penjuru-indonesia/">Alarm Lingkungan dari Berbagai Penjuru Indonesia</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Yuk, segera ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Bencana datang silih berganti. Banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hingga gempa bumi. Meski begitu, pemerintah terlihat abai pada peringatan ancaman lingkungan yang muncul. Banyak program-program prioritas pemerintah yang tak mementingkan pada aspek lingkungan dan sosial. Alih-alih melestarikan alam, kelalaian manusia nyatanya menciptakan kondisi yang jauh lebih buruk dari sebelumnya.  Dari Sumatera hingga Nusa Tenggara, ada isu kegagalan proyek food estate andalan pemerintah, krisis lingkungan akibat PLTA, ancaman perburuan satwa liar hingga tambang ilegal.  Berbagai peristiwa yang terjadi di bulan Agustus tak hanya menunjukkan kerusakan lingkungan tapi juga menyiratkan lemahnya pengawasan dan keseriusan pemerintah dalam melindungi alam dan manusia di dalamnya. Simak lebih lanjut kisah lengkapnya pada artikel pilihan di bulan Agustus dalam Mongabay Snaps! 1. Cerita untung dan buntung petani Belu akibat proyek food estate di NTT Tanaman jagung menghijau di lahan food estate blok B seluas 65 are di Desa Fatuketi. Foto: Mario Sara/Mongabay Indonesia Ada empat blok yang menjadi kawasan food estate di Kabupaten Belu, NTT. Luasnya sekitar 559 hektar. Rencananya kala itu, tahun 2022 saat peresmian, akan ditanami jagung dan padi.  Sayangnya, program ini mengubah sistem tanam tumpang sari ke monokultur dan juga ketergantungan pada bantuan pemerintah. Namun sejak 2024, bantuan benih, pupuk, dan pestisida dari pemerintah berhenti dan membuat kerugian bagi petani. Padahal, peralihan sistem tanam ini meningkatkan risiko kekeringan, serangan hama, penurunan kesuburan tanah, dan ketergantungan pada bantuan.  Program yang menjadi bagian dari PSN ini nyatanya juga membuat petani kehilangan keragaman&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/alarm-lingkungan-dari-berbagai-penjuru-indonesia/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/podcast/2026/09/alarm-lingkungan-dari-berbagai-penjuru-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Di Balik Hilangnya Hutan, Ada Kucing Batu yang Terdesak Hidupnya</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/di-balik-hilangnya-hutan-ada-kucing-batu-yang-terdesak-hidupnya/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/di-balik-hilangnya-hutan-ada-kucing-batu-yang-terdesak-hidupnya/#respond</comments>
					<pubDate>01 Sep 2026 10:00:41 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2023/03/22014801/kucing-batu-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=132718</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[dunia kucing, hutan indonesia, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Ketika hutan hujan diubah menjadi perkebunan sawit, orangutan mungkin menjadi satwa pertama yang terlintas dalam pikiran. Namun, di balik rimbunnya pepohonan Asia Tenggara, hidup jenis kucing liar yang juga sangat bergantung pada keutuhan hutan. Namanya kucing batu (Pardofelis marmorata). Satwa ini dapat bergerak di daratan sekaligus memanjat pohon sehingga disebut semi-arboreal. Kemampuan tersebut terlihat menguntungkan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/di-balik-hilangnya-hutan-ada-kucing-batu-yang-terdesak-hidupnya/">Di Balik Hilangnya Hutan, Ada Kucing Batu yang Terdesak Hidupnya</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Ketika hutan hujan diubah menjadi perkebunan sawit, orangutan mungkin menjadi satwa pertama yang terlintas dalam pikiran. Namun, di balik rimbunnya pepohonan Asia Tenggara, hidup jenis kucing liar yang juga sangat bergantung pada keutuhan hutan. Namanya kucing batu (Pardofelis marmorata). Satwa ini dapat bergerak di daratan sekaligus memanjat pohon sehingga disebut semi-arboreal. Kemampuan tersebut terlihat menguntungkan, tetapi penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa gaya hidupnya membuat kucing batu lebih rentan terhadap kerusakan hutan. Para peneliti menganalisis foto kamera jebak dari berbagai wilayah Asia Tenggara. Mereka membandingkan penggunaan habitat kucing batu dengan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), kucing liar yang lebih sering beraktivitas di darat. Hasilnya menunjukkan perbedaan mencolok. Kucing kuwuk masih dapat memanfaatkan perkebunan sawit untuk berburu tikus. Sebaliknya, kucing batu memberikan respons buruk terhadap pembukaan hutan dan perkebunan sawit. Kamera jebak memperlihatkan bahwa kucing batu merupakan spesialis hutan interior. Ia lebih sering ditemukan di kawasan hutan utuh yang luas dan saling terhubung. Perkebunan sawit tidak dapat menggantikan fungsi habitat tersebut meskipun sama-sama dipenuhi pepohonan. Perubahan lingkungan juga memengaruhi perilakunya. Kucing batu biasanya aktif pada siang hari. Namun, di kawasan yang dekat dengan aktivitas manusia, satwa ini beberapa kali terekam saat senja. Perubahan waktu aktivitas mungkin menjadi cara kucing batu menghindari manusia. Akan tetapi, strategi itu memiliki konsekuensi. Waktu berburu dan menjelajahnya menjadi lebih singkat. Kucing batu juga berisiko bertemu pesaing atau predator baru yang aktif pada waktu berbeda. Ancaman semakin besar ketika hutan terpecah menjadi petak-petak kecil. Fragmentasi dapat memutus jalur pergerakan, menyulitkan pencarian makanan dan pasangan, serta mengisolasi populasi. Bagi satwa&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/di-balik-hilangnya-hutan-ada-kucing-batu-yang-terdesak-hidupnya/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/09/di-balik-hilangnya-hutan-ada-kucing-batu-yang-terdesak-hidupnya/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Suara Hutan Kalimantan Berubah, Seiring Deru Mesin Pembangunan Ibu Kota Nusantara</title>
					<link>https://mongabay.co.id/video/2026/09/suara-hutan-kalimantan-berubah-seiring-deru-mesin-pembangunan-ibu-kota-nusantara/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/video/2026/09/suara-hutan-kalimantan-berubah-seiring-deru-mesin-pembangunan-ibu-kota-nusantara/#respond</comments>
					<pubDate>01 Sep 2026 09:17:17 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Leah VarjacquesRizky RahadSandy Watt]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/01091324/Masyarakat-Adat-Balik-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=videos&#038;p=132784</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Kalimantan Timur]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, infrastruktur, kalimantan, komunitas lokal, Masyarakat Adat, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>&#160; Ketika Indonesia membangun ibu kota barunya di pegunungan Kalimantan Timur, deru gergaji mesin mulai menenggelamkan suara hutan hujan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan dan budaya Masyarakat Adat Balik. Sebuah film dokumenter terbaru, Sound Guardians hasil kolaborasi Mongabay, Scientific American, dan Project Multatuli berupaya merekam kondisi hutan tersebut dengan melibatkan ilmuwan dan penduduk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/video/2026/09/suara-hutan-kalimantan-berubah-seiring-deru-mesin-pembangunan-ibu-kota-nusantara/">Suara Hutan Kalimantan Berubah, Seiring Deru Mesin Pembangunan Ibu Kota Nusantara</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[&nbsp; Ketika Indonesia membangun ibu kota barunya di pegunungan Kalimantan Timur, deru gergaji mesin mulai menenggelamkan suara hutan hujan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan dan budaya Masyarakat Adat Balik. Sebuah film dokumenter terbaru, Sound Guardians hasil kolaborasi Mongabay, Scientific American, dan Project Multatuli berupaya merekam kondisi hutan tersebut dengan melibatkan ilmuwan dan penduduk setempat. Mantan Presiden Joko Widodo dikenal sebagai penggagas pemindahan pusat administrasi Indonesia dari Jakarta, kota yang diprediksi tenggelam paling cepat di dunia. Para ahli memperkirakan, sepertiga wilayah Jakarta akan terendam air pada 2050 akibat kenaikan permukaan laut dan eksploitasi air tanah berlebihan. Sementara itu, pihak resmi IKN menyebut Nusantara sebagai &#8220;kota hutan pintar&#8221; yang ditargetkan rampung pada 2045. Wendy Erb, ilmuwan bioakustik dari Cornell Lab of Ornithology, Amerika Serikat, telah merekam lanskap suara hutan Kalimantan selama satu dekade terakhir, termasuk sepanjang masa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung. Bersama timnya, dia mengumpulkan rekaman dari berbagai titik, mulai dari puncak gunung, hutan bakau, hingga gua. Erb menyebut, kumpulan data tersebut sebagai &#8220;kapsul waktu&#8221; yang memungkinkan peneliti membandingkan perubahan lingkungan seiring laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Data ini berpotensi mengungkap titik-titik yang paling terdampak, yaitu tempat satwa liar mulai tergusur, di habitatnya. &#8220;Mungkin di situlah lebih banyak investasi konservasi perlu diarahkan,&#8221; ujar Erb dalam film dokumenter tersebut. &#8220;Pertanyaannya adalah, bisakah kita mempertajam pendengaran kita? Bisakah kita benar-benar memperhatikan, menyadari bahwa alam sedang kita sakit?&#8221; Bagi Abidin, anggota komunitas adat Balik sekaligus warga Pemaluan, satu desa di kawasan IKN, suara hutan bukan sekadar suara &#8220;ambience&#8221; biasa, melainkan penopang&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/video/2026/09/suara-hutan-kalimantan-berubah-seiring-deru-mesin-pembangunan-ibu-kota-nusantara/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/video/2026/09/suara-hutan-kalimantan-berubah-seiring-deru-mesin-pembangunan-ibu-kota-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Hidup Tanpa Mata di Dalam Gua, Ikan &#8220;Iblis&#8221; Ini Diduga Salah Satu yang Terlangka di Dunia</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/01/hidup-tanpa-mata-di-dalam-gua-ikan-iblis-ini-diduga-salah-satu-yang-terlangka-di-dunia/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/01/hidup-tanpa-mata-di-dalam-gua-ikan-iblis-ini-diduga-salah-satu-yang-terlangka-di-dunia/#respond</comments>
					<pubDate>01 Sep 2026 07:21:16 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/01071423/amblyopsis-hoosieri-29330-768x512.webp" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132776</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Sebuah survei rutin di Gua Bobcat, dekat Huntsville, Alabama, Amerika Serikat, berujung pada penemuan tak terduga berupa spesies dan genus baru ikan gua. Ikan ini dideskripsikan dalam jurnal Scientific Reports bulan Juli 2026, oleh tim peneliti yang dipimpin Dr. Matthew L. Niemiller, profesor madya biologi sekaligus direktur Cave Bio Lab di Universitas Alabama di Huntsville. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/01/hidup-tanpa-mata-di-dalam-gua-ikan-iblis-ini-diduga-salah-satu-yang-terlangka-di-dunia/">Hidup Tanpa Mata di Dalam Gua, Ikan &#8220;Iblis&#8221; Ini Diduga Salah Satu yang Terlangka di Dunia</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Sebuah survei rutin di Gua Bobcat, dekat Huntsville, Alabama, Amerika Serikat, berujung pada penemuan tak terduga berupa spesies dan genus baru ikan gua. Ikan ini dideskripsikan dalam jurnal Scientific Reports bulan Juli 2026, oleh tim peneliti yang dipimpin Dr. Matthew L. Niemiller, profesor madya biologi sekaligus direktur Cave Bio Lab di Universitas Alabama di Huntsville. Ikan tersebut diberi nama ilmiah Demogorgonichthys arcanus, dan langsung menarik perhatian karena penampilannya yang tidak lazim serta lokasi penemuannya yang selama ini dianggap sudah dipelajari secara menyeluruh. Gua Bobcat terletak di kawasan Redstone Arsenal, fasilitas militer milik Angkatan Darat AS, dan telah dipantau para peneliti secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan, selama lebih dari 30 tahun. Gua ini dikenal sebagai habitat udang gua Alabama yang berstatus terancam punah, dua spesies udang karang gua, serta ikan gua selatan (Typhlichthys subterraneus). Pada Februari 2025, saat melakukan survei rutin untuk memantau spesies-spesies tersebut, Niemiller menemukan seekor ikan yang tampilannya berbeda dari ikan gua selatan yang biasa ia jumpai di lokasi yang sama. Bagi para ahli biologi gua, famili Amblyopsidae, tempat ikan ini akhirnya diklasifikasikan, sudah menjadi objek kajian sejak abad ke-19 dan dianggap salah satu kelompok ikan gua yang paling dipahami di dunia. Famili ini mencakup beberapa genus yang sudah dikenal luas, termasuk Amblyopsis dan Typhlichthys, yang tersebar di berbagai sistem gua di Amerika Serikat bagian tenggara. Karena kelompok ini sudah lama dan intensif diteliti, penemuan genus baru di dalamnya dianggap kejadian yang sangat jarang terjadi, apalagi di gua yang sudah dipantau selama puluhan tahun seperti Gua Bobcat.&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/01/hidup-tanpa-mata-di-dalam-gua-ikan-iblis-ini-diduga-salah-satu-yang-terlangka-di-dunia/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/01/hidup-tanpa-mata-di-dalam-gua-ikan-iblis-ini-diduga-salah-satu-yang-terlangka-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Ada Ular Spesies Baru dari Papua Bernama Gitaris Guns N’ Roses</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/01/ada-ular-spesies-baru-dari-papua-bernama-gitaris-guns-n-roses/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/01/ada-ular-spesies-baru-dari-papua-bernama-gitaris-guns-n-roses/#respond</comments>
					<pubDate>01 Sep 2026 06:15:07 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Nuswantoro]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/09/01060154/Ular-Slash1-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132770</guid>

											<reporting-project>
							<![CDATA[Jejak Kehidupan Ular di Hutan Papua]]>
						</reporting-project>
					
											<locations>
							<![CDATA[Yogyakarta]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, jawa, papua, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Papua merupakan wilayah yang mendukung keanekaragaman reptil. Pulau ini memiliki hutan hujan tropis, pegunungan tinggi, rawa, dan pesisir yang menjadi rumah berbagai jenis ular. Medan yang sulit dan luas menjadi tantangan tersendiri bagi ilmu pengetahuan untuk menguak tabir kekayaan hayati pulau terbesar kedua di dunia ini. Sekumpulan peneliti dari Amerika, Australia, Papua Nugini, dan Inggris [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/01/ada-ular-spesies-baru-dari-papua-bernama-gitaris-guns-n-roses/">Ada Ular Spesies Baru dari Papua Bernama Gitaris Guns N’ Roses</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Papua merupakan wilayah yang mendukung keanekaragaman reptil. Pulau ini memiliki hutan hujan tropis, pegunungan tinggi, rawa, dan pesisir yang menjadi rumah berbagai jenis ular. Medan yang sulit dan luas menjadi tantangan tersendiri bagi ilmu pengetahuan untuk menguak tabir kekayaan hayati pulau terbesar kedua di dunia ini. Sekumpulan peneliti dari Amerika, Australia, Papua Nugini, dan Inggris baru-baru ini mengumumkan penemuan spesies baru ular tanah dari Papua. Hasil penelitian mereka dimuat dalam jurnal Zootaxa, Agustus 2026, dengan judul “A new species of Papuan groundsnake (Squamata: Colubridae: Lielaphis) from New Guinea.” Dengan menggabungkan data temuan lama dan analisis DNA modern, mereka berhasil mengidentifikasi spesies ular tanah baru. Uniknya, spesies baru ini diberi nama salah satu personel Guns N’ Roses, sebuah grup band rock asal Amerika yang pernah menghasilkan lagu “Welcome to the Jungle.” &#8220;Guns N&#8217; Roses merupakan band favorit saya sejak saya kelas satu, dan pada kelas lima, saya sudah mengatakan kepada guru saya bahwa saya ingin menjadi herpetologi&#8211;ilmuwan yang mempelajari reptil&#8211;saat saya dewasa,&#8221; kata Sara Ruane, peneliti dan penulis laporan itu mewakili rekan-rekannya, dikutip dari Phys.org. Suatu ketika Ruane menerima majalah Reptiles, dan ada foto Slash (Saul Hudson), gitaris Guns N’. Roses sedang memegang  ular phyton. Ruane terkesan dengan tampilan Slash dan menganggapnya keren. &#8220;Saya membaca ulang wawancaranya, dan dia berbicara tentang betapa dia mencintai museum, kebun binatang, dan sejarah alam, dan tentang bagaimana saat dia kecil, dia keluar dan mencari ular&#8211;semua itu adalah hal yang sangat saya hubungkan, dan itu membuat saya berpikir bahwa dia akan menjadi orang yang tepat untuk&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/01/ada-ular-spesies-baru-dari-papua-bernama-gitaris-guns-n-roses/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/01/ada-ular-spesies-baru-dari-papua-bernama-gitaris-guns-n-roses/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Konflik Lahan Tak Kunjung Usai di Rempang</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/09/01/konflik-lahan-tak-kunjung-usai-di-rempang/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/09/01/konflik-lahan-tak-kunjung-usai-di-rempang/#respond</comments>
					<pubDate>01 Sep 2026 04:35:58 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Yogi Eka Sahputra]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[M. Asad Asnawi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan hukum]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/06/17025305/20260304_165328-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=132726</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[batam dan Kepulauan Riau]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, komunitas lokal, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Saat sebagian rakyat Indonesia bersukacita merayakan Kemerdekaan Indonesia, hal sebaliknya terjadi di Kampung Kalat, Pantai Melayu, Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Disana, warga justru bersitegang dengan aparat. Ketegangan itu terjadi setelah sejumlah alat berat yang mendapat kawalan berbagai unsur keamanan tiba di lokasi guna melakukan pematangan lahan di lokasi proyek pembangunan sekolah terintegrasi (sebelumnya Sekolah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/01/konflik-lahan-tak-kunjung-usai-di-rempang/">Konflik Lahan Tak Kunjung Usai di Rempang</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Saat sebagian rakyat Indonesia bersukacita merayakan Kemerdekaan Indonesia, hal sebaliknya terjadi di Kampung Kalat, Pantai Melayu, Rempang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Disana, warga justru bersitegang dengan aparat. Ketegangan itu terjadi setelah sejumlah alat berat yang mendapat kawalan berbagai unsur keamanan tiba di lokasi guna melakukan pematangan lahan di lokasi proyek pembangunan sekolah terintegrasi (sebelumnya Sekolah Rakyat/SR). Padahal, sejak awal proyek itu berlangsung, warga sudah menolaknya. “Kejadian seperti ini yang terus membuat kami tidak tenang. Kami selalu waswas,” kata Sopia, Sekretaris Aliansi Masyarakat Adat Rempang Galang Bersatu (Amar-GB) akhir Agustus. Menurut  dia, ada dua warga di Kampung Kalat yang sampai hari ini belum melepas lahan untuk proyek itu,  yakni Gerisman dan Rosnah. Pemerintah bergeming. Alih-alih menghargai keputusan keduanya, pemerintah justru turunkan alat berat dan menggusur paksa mereka dari tanahnya sendiri. Proses pengukuran lahan untuk Sekolah Rakyat di Rempang yang sempat diwarnai ketegangan lantaran &#8216;mencaplok&#8217; lahan warga. Foto: Amar GB. Pemerintah tak mau belajar Sopia katakan, penurunan alat berat dengan kawalan penuh mempertegas bahwa pemerintah seolah tak mau belajar dari konflik Rempang Ecocity (ERC) 2023. Kendati mendapat penolakan warga, aparat dan pemerintah ngotot untuk menggusur paksa melakukan pematangan terhadap lahan Gerisman dan Rosnah. Alat berat bekerja dalam kawalan polisi, Ditpam BP Batam dan Satpol PP,  lebih banyak daripada warga yang berkumpul.  Aksi saling dorong dan cekcok antara petugas kembali terjadi. Rosnah bahkan nekat menerobos barisan petugas menuju alat berat. Petugas yang mencoba menghalau menyebabkan Rosnah terjatuh dan terguling sampai tak sadarkan diri. Video kejadian itu juga viral di media sosiali.  “Warga semakin&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/09/01/konflik-lahan-tak-kunjung-usai-di-rempang/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/09/01/konflik-lahan-tak-kunjung-usai-di-rempang/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
			</channel>
</rss>