- Sejak 1936, Jepang sudah mengenal Tomiyamichthys sebagai salah satu genus dalam famili Gobiidae. Ikan tersebut digambarkan jelas oleh Itiro Tomiyama, seorang ahli ikan dari Universitas Kekaisaran Tokyo, Jepang.
- Namun, orang yang pertama kali mempublikasikan ke dunia adalah James Leonard Brierley Smith, seorang ahli ikan dari Afrika Selatan. Dia melakukannya pada 1956, dan mengabarkan bahwa ikan itu hidup di perairan laut tropis dan subtropis.
- Setelah 70 tahun, genus tersebut diketahui memiliki spesies baru bernama Tomiyamichthys oriens yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Spesies itu diketahui memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang ada di Jepang.
- Indonesia masih berpotensi menambah jumlah ikan baru dengan keragaman spesies. Hal itu, karena kekayaan laut Indonesia diuntungkan dengan letak di tengah Segitiga Karang dunia. Pun, ikan Gobi diyakini masih ada yang belum teridentifikasi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah merilis temuan terbaru mereka tentang spesies ikan gobi udang (shrimpgoby) yang ditemukan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Laporan tersebut diterbitkan di jurnal ZooKeys, edisi 24 Juni 2026, berjudul “Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia.”
Kunto Wibowo, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, menjelaskan sisi lain ikan tersebut kepada Mongabay Indonesia, Jumat (24/7/26).
Ada tujuh fakta menarik ikan tersebut, juga bagaimana ia bisa berasosiasi langsung dengan genus Tomiyamichthys.
- Proses penemuan ikan Tomiyamichthys oriens hingga dinyatakan spesies baru, diawali dengan kajian pada dua individu dari perairan Banyuwangi. Dua spesimen itu berasal dari perusahaan eksportir ikan hias dan biota laut di Banyuwangi. Lima ilmuwan yang melakukan penelitian ini bersama dua orang dari perusahaan tersebut, memberi nama Bahasa Inggris T. Oriens dengan Oriens Shrimpgoby. Penyematan oriens pada Tomiyamichthys diambil dari bahasa latin yang artinya “timur” atau “matahari terbit”. Nama itu diberikan karena terinspirasi dari warna jingga cerah pada tubuh ikan, juga karena Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java.
- Banyuwangi menjadi satu-satunya lokasi perairan yang diketahui menjadi habitat oriens dengan habitat berpasir dan ditemukan di perairan dangkal. Penemuan spesies itu semakin mempertegas perairan Nusantara yang sangat potensial keanekaragaman hayati lautnya dan belum banyak terdokumentasi. Kunto Wibowo mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 13 spesies Tomiyamichthys yang tercatat melalui pengumpulan spesimen di lapangan dan fotografi bawah air. Kekayaan itu, dipengaruhi letak perairan Indonesia di tengah Segitiga Karang dunia.
- Tomiyamichthys adalah genus ikan gobi yang hidup bersama udang, yang pertama kali dipublikasikan sebagai genus pada 1956 oleh seorang ilmuwan bernama James Leonard Brierley Smith. Genus tersebut hidup di perairan laut tropis, terutama dari Laut Merah, Samudra Hindia, hingga Samudra Pasifik bagian barat.

- Secara umum, spesies baru ikan yang sudah dideskripsikan hingga 2026 jumlahnya mencapai 174 jenis. Pada 2025, terdapat 408 spesies baru yang ditambahkan. Sementara, jumlah spesies ikan yang sah sekitar 37.678 jenis. Sementara, hingga 7 Juli 2026, terdapat 62.807 spesies yang sudah memiliki nama, dengan 5.342 adalah genus yang sah, 37.678 spesies sah, dan 19.307 spesies ditemukan di perairan tawar.
- Tomiyamichthys adalah sebuah genus ikan gobi yang ditemukan mulai dari Laut Merah, melintasi Samudra Hindia, hingga bagian barat Samudra Pasifik. Genus tersebut bagian dari famili Gobiidae (ikan Gobi). Nama Tomiyamichthys diberikan karena penemunya adalah Itiro Tomiyama, seorang ahli ikan dari Universitas Kekaisaran Tokyo, Jepang. Dia menggambarkan spesies tersebut pada 1936. Famili Gobiidae menaungi 212 genus dan 1.875 spesies yang sudah diakui. Itu membuat famili tersebut menjadi keluarga ikan laut terbesar dan vertebrata dengan keanekaragaman spesies tertinggi. Sebagai kelompok, famili Gobiidae masih sangat kurang diketahui, karena sifatnya yang tersembunyi dan rahasia. Tak heran, setiap tahun ada temuan baru antara 10-20 spesies. Itu menjadikannya famili ikan laut dengan jumlah spesies baru yang paling banyak dideskripsikan.

- Ikan gobi biasa menghuni terumbu karang tropis bentik di seluruh dunia dan membentuk populasi ikan kecil. Selain di laut, ikan ini juga bisa ditemukan di pulau-pulau yang berdekatan dengan samudera dan biasanya adalah jenis ikan air tawar. Dengan demikian, gobi adalah ikan yang hidup di perairan asin, payau, dan tawar.
- Secara umum, populasi gobi ada di daerah tropis dan substropis, terutama di kawasan Indo-Pasifik. Namun, ada juga yang habitatnya di sungai-sungai subarktik di Siberia selatan. Fun fact, pada kurun waktu antara 1960 dan 1963, pesisir California, Amerika Serikat kedatangan dua spesies gobi dari Jepang, Korea, dan Cina yang membentuk populasi. Kemudian, pada 1980 keduanya juga menetap di beberapa wilayah Australia.
*****