- Sekelompok peneliti BRIN berhasil mendeskripsikan spesies baru ikan gobi hasil tangkapan nelayan Banyuwangi yang laporannya diterbitkan di jurnal ZooKeys, edisi 24 Juni 2026.
- Spesies baru ini diberi nama ikan gobi udang atau Tomiyamichthys oriens. Oriens berasal dari Bahasa Latin yang berarti timur atau matahari terbit. Nama ini dipilih karena tubuhnya memiliki bercak oranye terang menyerupai cahaya matahari terbit. Sebagai lokasi penemuan, Banyuwangi dikenal sebagai “Sunrise of Java” karena letaknya di ujung timur Pulau Jawa.
- Ikan gobi dari Banyuwangi ini ukurannya relatif kecil. Panjang dan besar tubuhnya seukuran jari tangan orang dewasa. Bentuk siripnya khas dan unik. Punya dua sirip punggung, dua sirip dada, sirip perut, sirip ekor, dan sirip bawah belakang.
- Ikan gobi merupakan karnivora yang ditemukan di seluruh dunia, menurut Britannica. Sangat melimpah di daerah tropis, sebagian besar spesies merupakan penghuni dasar laut. Salah satu ciri khasnya adalah memiliki dua sirip punggung. Umumnya, ikan gobi sepanjang 10 sentimeter, namun ada satu spesies yang panjangnya sekitar 1,5 sentimeter.
Ikan gobi kalah populer dibanding ikan badut, yang diwakili Nemo dalam budaya pop. Sama-sama hidup di terumbu karang dan ekosistem laut dangkal, ikan gobi sering dipandang sebelah mata.
Umumnya, ikan gobi (famili Gobiidae) berwarna serupa pasir dasar laut. Kusam, kelabu kehitaman. Meski sebenarnya dari sekitar dua ribu tiga ratus spesies, beberapa ratus di antaranya berwarna cerah dan beberapa bahkan menghiasi aquascape. Mungkin, karena kurangnya ekspos ikan gobi urung menjadi ikan favorit seperti ikan badut (subfamili Amphiprioninae).
Baru-baru ini, sekelompok peneliti BRIN berhasil mendeskripsikan spesies baru ikan gobi hasil tangkapan nelayan Banyuwangi.
Spesies baru ini diberi nama ikan gobi udang atau Tomiyamichthys oriens. Oriens berasal dari Bahasa Latin yang berarti timur atau matahari terbit. Nama ini dipilih karena tubuhnya memiliki bercak oranye terang menyerupai cahaya matahari terbit. Sebagai lokasi penemuan, Banyuwangi, Jawa Timur, dikenal sebagai “Sunrise of Java” karena letaknya di ujung timur Pulau Jawa.
Suatu hari, nelayan Banyuwangi bernama Darsono, memberikan tangkapan ikan gobi ke sebuah perusahaan eksportir ikan hias dan biota laut. Dari sana spesimen kemudian sampai ke peneliti BRIN.
“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti lebih komprehensif. Hasilnya, Tomiyamichthys oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya, sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” ujar Kunto Wibowo, mewakili tim peneliti, dalam laporan di jurnal ZooKeys, edisi 24 Juni 2026.
Laporan tersebut berjudul “Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia.”
“Spesies ini sangat mirip dengan spesies Jepang yang baru dideskripsikan T. hyacinthinus Sato & Motomura, 2025, terutama karena memiliki sembilan pari sirip punggung dan anal yang bersegmen serta duri kedua dan ketiga dari sirip punggung pertama pada jantan yang memanjang dan berfilamen,” ungkap Kunto, yang merupakan peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN.
Ikan gobi dari Banyuwangi ini ukurannya relatif kecil. Panjang dan besar tubuhnya seukuran jari tangan orang dewasa. Bentuk siripnya khas dan unik. Punya dua sirip punggung, dua sirip dada, sirip perut, sirip ekor, dan sirip bawah belakang.
Corak warnanya cantik. Warna dasar tubuhnya putih dan oranye kemerahan. Ada bintik kuning kecokelatan di kepala dan punggung. Warna itu membantunya tersamar di pasir dasar laut. Siripnya transparan dengan bercak berwarna gelap.

Berbeda
Ikan gobi dari Banyuwangi ini berasosiasi dengan udang (Tomiyamichthys). Merujuk laporan itu, saat ini baru ada 20 spesies dari genus Tomiyamichthys yang valid dan sah secara ilmiah. Dari 20 spesies itu, Indonesia memiliki 12 spesies Tomiyamichthys.
Terletak di tengah-tengah segitiga karang (coral triangle), Indonesia menjadi surga bagi keanekaragaman hayati laut dunia. Segitiga karang merupakan bangun imajiner yang menandai wilayah perairan seluas sekitar 6,5 juta kilometer persegi mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon. Kawasan ini menyimpan lebih dari 75 persen spesies karang pembentuk terumbu dunia, yang didiami lebih dari 3.000 spesies ikan.
Salah satunya, yang diberi nama T. oriens ini. Saat peneliti mendapat spesiemen dua ikan jantan dan betina dari sebuah perusahaan eksportir ikan hias dan biota laut, mereka tertarik meneliti lebih lanjut. Sebab, spesimen ini sangat mirip dengan spesies dari Jepang yang baru dideskripsikan.
Tahun lalu dua peneliti Jepang menerbitkan laporan temuan spesies baru Tomiyamichthys yang diberi nama T. hyacinthinus. Sebanyak empat spesimen ikan dari Kyushu, Jepang selatan mereka teliti.
Secara morfologi, ikan gobi spesies baru dari Jepang ini memiliki ciri-ciri ada 9 segmen sirip punggung, 9 segmen sirip dubur, 17 segmen sirip pektoral, 45-48 baris sisik lateral dan 14-15 baris sisik transversal. Sirip punggung memanjang dan berbentuk filamen.
Spesies baru ini menunjukkan asosiasi ekologis yang khas dengan udang snapping (pistol) Alpheus randalli, yang hidup di dasar berpasir pada kedalaman 18 meter. Diketahui T. hyacinthinussaat ini hanya ditemukan di Jepang selatan.
Meski sekilas mirip, ikan gobi dari Banyuwangi dan Kyushu ini berbeda, jika dilihat saksama. Misalnya, jika bercak di sirip dorsal pada ikan gobi Kyushu besar dan jelas, pada ikan gobi Banyuwangi kecil dan samar. Corak warna pada tubuh ikan gobi Kyushu oranye dengan kecenderungan lebih gelap. Sementara pada ikan gobi Banyuwangi lebih terang dan menyala.
“Selain itu, perbedaan morfologis didukung oleh analisis COI mitokondria, yang menunjukkan diferensiasi genetik yang jelas (divergensi 3,1 persen) dari T. hyacinthinus,” tulis laporan itu.
Analisis COI mitokondria adalah metode genetika molekuler yang digunakan untuk membedakan spesies dengan melihat variasi DNA pada gen Cytochrome c Oxidase subunit I. Ini seperti memeriksa sidik jari genetik untuk memastikan identitas spesies. Perbedaan lebih besar dari 3 persen sudah dianggap spesies berbeda.

Simbiosis mutualisme
Ikan gobi merupakan karnivora yang ditemukan di seluruh dunia, menurut Britannica. Sangat melimpah di daerah tropis, sebagian besar spesies merupakan penghuni dasar laut. Salah satu ciri khasnya adalah memiliki dua sirip punggung. Umumnya, ikan gobi sepanjang 10 sentimeter, namun ada satu spesies yang panjangnya sekitar 1,5 sentimeter.
Udang pistol tak kalah unik. Makhluk laut ini menjadi sumber kebisingan bawah air di pesisir. Kemampuannya menghasilkan letupan di dalam air, diduga memiliki sejumlah fungsi. Yaitu, untuk komunikasi, pertahanan, dan melumpuhkan mangsa.
Kekuatan suara letupan udang pistol bisa mencapai 190 dB di air menurut di jurnal frontiers ini. Bandingkan dengan suaras paus biru yang “hanya” 180 dB. Untuk ukuran biota sekecil ini, suara udang pistol laksana suara meriam dari jarak dekat yang merusak gendang telinga.
Ikan gobi dan udang pistol kerap menjadi simbol kerja sama antarspesies di laut tropis. Udang pistol memiliki penglihatan buruk. Dia membangun dan merawat liang, sementara ikan gobi yang memiliki penglihatan tajam bertugas sebagai penjaga pintu masuk liang.
Merujuk penjelasan dari Australian museum, udang menghabiskan sebagian besar waktu siang hari dengan membuang pasir dari liang. Setiap kali keluar dari pintu masuk liang, ia meletakkan salah satu antenanya di tubuh ikan gobi. Jika ikan gobi mendeteksi bahaya, bagian belakang tubuhnya bergetar untuk memperingatkan udang. Jika ancaman meningkat, ikan gobi akan menyelinap ke dalam liang.
Hubungan simbiosis mutualisme antar kedua spesies menurunkan tingkat kematian kedua pihak. Ikan gobi yang tak memiliki sarang mendapat perlindungan, sementara udang pistol mendapat peringatan jika ada predator. Pertumbuhan udang pistol juga jadi lebih baik jika bersama-sama ikan gobi karena lebih berani mencari makan.
Perairan Indonesia menjadi pusat keanekaragaman ikan gobi dan udang pistol tertinggi di dunia, dan kekayaan spesiesnya menurun ke arah barat (Maladewa, Seychelles) maupun timur (Papua Nugini, Fiji, Hawaii). Di Indo-Pasifik, terutama Indonesia, ada lebih dari 120 spesies ikan gobi yang hidup bersama udang Alpheid. Indonesia menjadi panggung simbiosis mutualisme ikan gobi dan udang pistol di planet ini.
Referensi:
Wibowo, K., Pratiwi, H. M., Dharmayanthi, A. B., Tjiptadi, D., Tarmini, W., Priyadi, A., & Kusumah, R. V. (2026). Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia. ZooKeys, 1283, 67. https://zookeys.pensoft.net/article/194940/list/8/
*****