Kemarau panjang menyebabkan kekeringan. Kebakaran hutan dan lahan parah pun terjadi di Kalimantan, Sumatera, sampai Papua. Masyarakat pun harus menghirup udara beracun dari asap karhutla. Petugas maupun relawan pemadam kebakaran sudah ada yang meninggal dunia karena terpapar lama asap berbahaya karhutla ini. Kementerian Kesehatan pada pertengahan Agustus lalu mencatat, lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten dan kota terpapar kabut asap akibat karhutla di tujuh provinsi terparah. Penyakit infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA) pun menggila. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dalam periode 18 Agustus sampai 21 September 2026, terjadi 174.694 kasus ISPA di daerah terdampak karhutla. Dari angka itu, sekitar 40.363 kasus menimpa balita. Apa usaha negara lindungi warga? Hak warga negara mendapatkan lingkungan hidup yang sehat termasuklah menghirup udara segar bukan racun.