- Balai KSDA Bali menyosialisasikan Surat Edaran Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan yang melarang peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. Dari 13 lembaga konservasi di Bali, lima di antaranya memelihara total 83 Gajah Sumatera yang sebelumnya kerap dimanfaatkan untuk atraksi wisata.
- BKSDA Bali memperingatkan pengelola lembaga konservasi agar mematuhi kebijakan tersebut, dengan ancaman sanksi hingga pencabutan izin. Salah satu pengelola, PT Wisatareksa Gajah Perdana (Mason Elephant Park and Lodge), telah menerima Surat Peringatan Pertama pada Januari 2026 karena masih menjalankan atraksi gajah tunggang.
- Pengelola Mason Elephant Park menilai larangan tersebut mendadak dan tidak melalui sosialisasi memadai. Mereka berargumen menunggang gajah dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik yang menyehatkan jika dilakukan secara bertanggung jawab, serta menjadi sumber utama pendapatan untuk perawatan gajah, pekerja, dan ekonomi desa sekitar.
- Pemerintah menilai atraksi tunggang tidak tepat secara etika kesejahteraan satwa meskipun gajah tetap memerlukan aktivitas fisik. Di sisi lain, konservasi Gajah Sumatera—yang berstatus kritis menurut IUCN—tetap menjadi prioritas melalui strategi perlindungan habitat, penangkaran ex-situ, dan mitigasi konflik manusia-gajah.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menindaklanjuti Surat Edaran Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan terkait larangan peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi. Untuk memastikan surat itu efektif, BKSDA menggelar sosialisasi di kalangan lembaga konservasi (LK).
Merujuk data BKSDA Bali, dari 13 lembaga konservasi di Bali, ada lima yang mengelola dengan total 83 gajah, emua gajah Sumatera. Gajah-gajah itu biasa mereka manfaatkan untuk pertunjukan ‘gajah tunggang’ kepada para pengunjung/wisatawan.
Ratna Hendratmoko, Kepala BKSDA Bali, ingatkan kepada seluruh LK di Bali untuk mematuhi aturan itu. Mereka tak segan memberi sanksi tegas hingga pencabutan izin bagi LK melanggar.
“Kami terus memonitor implementasi SE Dirjen KSDAE tersebut dan melaporkan secara berkala kepada pimpinan,” katanya.
Mereka juga menerbitkan Surat Peringatan Pertama (SP I), kepada PT Wisatareksa Gajah Perdana (Mason Elephant Park and Lodge), pada 13 Januari 2026. Peringatan dia berikan lantaran perusahaan melanggar ketentuan dalam isi SE itu.
Hendratmoko mendorong LK di Bali lebih kreatif dan edukatif dalam menyajikan pertunjukan satwa dengan tetap memperhatikan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare). “
Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap gajah di lembaga konservasi untuk mendapatkan perawatan yang terbaik sesuai etika kesejahteraan satwa,” katanya.
Secara kesehatan, katanya, peragaan gajah tunggang memiliki manfaat kesehatan terhadap gajah tetapi secara etik tidak tepat. “Gajah memang perlu bergerak tapi tak perlu ditunggangi. Cukup di-angon, kami minta menggunakan alternatif tematik wisata gajah seperti memandikan.”

Pro-kontra
Mongabay sempat mengunjungi Mason Elephant Park (MEP) di Desa Taro, satu desa tua di Kabupaten Gianyar Rabu (21/1/26). Taman ini ditempuh sekitar 1,5 jam berkendara dari Kota Denpasar jika tidak macet. Saat itu, banyak wisatawan tengah menyaksikan pertunjukan atraksi gajah itu.
Rifai, pawang asal Pekanbaru, Riau menyebut, gajah Fatimah sempat alami kondisi buruk sebelum Mason Elephant Park bawa. Kini, gajah betina itu sudah 23 tahun berada di taman.
“Kalau gajah perlu waktu lama menjalin ikatan emosional dengan pawangnya, tidak bisa gampang diganti,” kata Rifai yang akhirnya ikut hijrah dan berkeluarga di Bali.
Demikian juga sejumlah pawang lain seperti Supomo dan Sundoro dari Way Kambas, Lampung yang masih menjadi pawang gajah dari lokasi itu.
Nigel Mason, pendiri MEP kaget lantaran pelarangan gajah tunggang tanpa sosialisasi sebelumnya. Dia menyebut, kebijakan yang tertuang dalam SE itu hanya reaksi atas berbagai komentar di media sosial.
“Masalahnya adalah orang-orang yang melakukan ini tidak tahu apa-apa tentang gajah. Mereka mengklaim bahwa mereka ahli dan bahwa menunggang gajah menyakiti gajah. Oke. Kenyataannya justru sebaliknya. Sains mengatakan bahwa menunggang gajah tidak menyakiti gajah jika dilakukan secara bertanggung jawab,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu cara merawat gajah adalah dengan mengajaknya berolahraga, menunggangi dan berinteraksi dengan mereka. Hanya membiarkan gajah berdiri diam tanpa melakukan apa pun, justru akan membuatnya sakit.
“Biasanya kakinya yang akan sangat sakit.”
Gajah, katanya, sanggup memanggul sekitar 20% dari berat badannya, jauh lebih ringan dibanding kuda. Di MEP, berat para penunggang biasa hanya sekitar 7-10% dari berat gajah itu sendiri.

MEP mengaku telah mengirim surat penjelasan ke kementerian menyusul surat peringatan dari BKSDA itu. Sebab, imbas surat peringatan itu, para pekerja mengaku gelisah. Begitu juga pihak desa.
“Desa mendapat penghasilan, desa perlu membiayai ritual yang banyak. Rumput makanan gajah juga kami beli dari koperasi yang dikelola desa,” sebut Ketut Sari, Manajer MEP.
Dia menyebut, para wisatawan sangat meminati wisata gajah tunggang dan paling berkontribusi untuk membiayai perawatan gajah dan operasional taman selama hampir 30 tahun ini. Selain gajah tunggang, juga nampak ada atraksi memberikan makan, memandikan, dan interaksi lain.
Nigel mengatakan, lahan MEP merupakan milik pemerintah daerah yang dia sewa. Lokasinya dia nilai sangat cocok untuk habitat gajah karena memiliki hutan, kebun, dan hawanya sejuk. Dalam taman juga ada museum dengan ratusan koleksi pernak-pernik gajah seperti barang antik di masa lalu, papan informasi edukasi gajah, dan teater penayangan video.
Nigel menyebut pembuatan taman untuk menyelamatkan gajah dan mengedukasi warga soal gajah Sumatera yang tak banyak orang ketahui. Karena itu, dia pun mengelak ada penyiksaan gajah di tamannya dan minta pemerintah memeriksa langsung.
“Sudah ada enam bayi gajah yang lahir di sini,” lanjutnya.
Penambahan anakan gajah menjadikan jumlah gajah sekitar 25 individu saat ini di Mason.
Bali Zoo, LK lain yang berlokasi di Kabupaten Gianyar turut menanggapi kebijakan pelarangan gajah tunggal oleh BKSDA. Menurut dia, penghentian aktivitas itu untuk memberikan waktu dan ruang yang lebih baik bagi gajah dalam menjalani perilaku alami, interaksi sosial, serta program perawatan yang mendukung kesejahteraan satwa.
“Kebijakan ini diambil untuk mendukung pengelolaan gajah yang lebih baik dan memastikan standar perawatan terus ditingkatkan,” kata Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo.
Objek wisata ini memiliki 14 gajah Sumatera terdiri dari 10 betina, sisanya jantan.

Habitat gajah
Gajah Indonesia memiliki habitat di sepanjang Pulau Sumatera dan sebagian wilayah utara Pulau Kalimantan. Gajah Sumatera dan gajah Kalimantan merupakan dua dari empat sub spesies gajah di asia. Di habitat alaminya gajah Indonesia dapat memakan hampir semua jenis tumbuhan dan mampu hidup di segala jenis ekosistem hutan.
Berdasarkan IUCN Red List tahun 2019, gajah Sumatera masuk kategori terancam punah dengan status kritis (critically endangered).
Dalam dokumen strategi dan rencana aksi konservasi (SRAK) gajah Indonesia 2019- 2029 menyebutkan dokumen ini dibuat sebagai respon atas kondisi kritis gajah Indonesia sebagai salah satu aset keanekaragaman hayati yang memerlukan upaya perlindungan dan pemulihan. Gajah Sumatera ditetapkan sebagai satwa prioritas.
SRAK Gajah 2019 -2029 juga memuat strategi konservasi untuk populasi gajah eks-situ yang tersebar di berbagai LK. Termasuk, upaya pengembangbiakan untuk menjamin keberlanjutan populasi gajah ex-situ-in situ mitigasi konflik masyarakat dan gajah liar. Total gajah ex situ yang ada di Indonesia hingga 2018 adalah 490.
Beberapa strategi mendesak itu antara lain, melindungi gajah di alam dan penguatan kapasitas aparat penegakan hukum dalam memerangi tindakan kejahatan terhadap satwa liar. Juga penanggulangan dan adaptasi konflik manusia dan gajah secara efektif melalui optimalisasi pengelolaan barrier, serta mendorong praktik hidup berdampingan (koeksistensi). Kemudian, menghilangkan potensi ancaman langsung pada lokasi-prioritas; serta penyelamatan gajah dari populasi alami kritis (doomed population) dan pemindahan.
*****
Belasan Pelaku Sindikat Perburuan Gading Gajah Riau Terungkap