Sebagian besar burung membutuhkan daratan untuk beristirahat, tidur, dan mencari makan. Dara-laut Sayap Hitam tidak. Burung laut ini menghabiskan hampir seluruh masa mudanya di udara, terbang di atas lautan terbuka selama bertahun-tahun tanpa pernah hinggap di darat maupun di permukaan air. Tidak ada tempat singgah, tidak ada pohon, tidak ada batu karang. Kemampuan ini menjadikannya subjek penelitian yang menarik bagi para ilmuwan yang mempelajari batas-batas fisiologi hewan, khususnya terkait ketahanan energi dan pola tidur saat terbang.
Dara-laut Sayap Hitam (Onychoprion fuscatus) atau Sooty Tern adalah burung laut berukuran sedang dari famili Laridae yang tersebar di perairan tropis dan subtropis seluruh dunia. Panjang tubuhnya berkisar 33 hingga 36 sentimeter dengan rentang sayap 82 hingga 94 sentimeter dan berat sekitar 150 hingga 240 gram. Burung ini dikenal karena kemampuannya mengudara dalam waktu yang sangat lama tanpa pernah mendarat, dan diyakini sebagai satwa dengan waktu terbang terpanjang di antara semua spesies burung yang diketahui saat ini.
Masa Muda di Laut Lepas
Setelah meninggalkan koloni sarang untuk pertama kalinya, burung muda Dara-laut Sayap Hitam tidak kembali ke daratan selama bertahun-tahun. Menurut penelitian Cornell Lab of Ornithology, individu muda menghabiskan 2 hingga 5 tahun di laut lepas dan diyakini tetap mengudara selama periode tersebut tanpa menyentuh daratan sama sekali. Ini berbeda dari kebanyakan burung migran yang tetap membutuhkan daratan untuk beristirahat secara berkala.

Salah satu alasan utama mereka tidak bisa beristirahat di atas air adalah karena bulu mereka tidak memiliki lapisan kedap air yang cukup. Berbeda dengan burung laut seperti camar atau albatros, Dara-laut Sayap Hitam tidak bisa mengapung di permukaan laut. Jika tubuh mereka terbasahi, terbang kembali menjadi jauh lebih sulit. Jika ada benda terapung seperti puing kayu atau punggung penyu laut yang muncul ke permukaan, burung ini kadang memanfaatkannya untuk beristirahat sejenak, tetapi itu jarang terjadi.
Dara-laut Sayap Hitam baru mulai berkembang biak pada usia 4 hingga 10 tahun. Artinya, seluruh masa muda mereka dihabiskan di udara di atas lautan terbuka, jauh dari daratan mana pun.
Data Jarak dan Jangkauan Terbang
Penelitian mencatat jangkauan terbang yang signifikan. Individu yang bersarang di Pulau Ascension, Atlantik Selatan, terbang hingga 2.900 kilometer dari pulau tersebut di luar musim bersarang. Sementara itu, burung yang bersarang di Bird Island, Seychelles, Samudra Hindia bagian barat, terbang hingga 8.700 kilometer dari lokasi bersarangnya. Secara keseluruhan, seekor Dara-laut Sayap Hitam dapat mencatatkan sekitar 50.000 kilometer penerbangan dalam satu musim non-biak, hampir seluruhnya tanpa menyentuh daratan.

Populasi dunia Dara-laut Sayap Hitam diperkirakan antara 60 hingga 80 juta ekor, menjadikannya salah satu burung laut paling melimpah di bumi. Burung ini juga tergolong berumur panjang. Individu tertua yang tercatat ditemukan berusia 35 tahun 9 bulan, berdasarkan data pecincinan di Afrika pada November 1975 dan ditemukan kembali pada Maret 2011.
Beberapa karakteristik fisik dan perilaku Dara-laut Sayap Hitam mendukung kemampuan terbang jangka panjangnya.
Pertama, tulang mereka berongga dan ringan, yang mengurangi beban tubuh secara keseluruhan. Kedua, bentuk tubuh yang ramping dan sayap panjang nan runcing membantu mengurangi hambatan udara dan memungkinkan mereka memanfaatkan arus angin laut secara efisien untuk terbang dengan konsumsi energi yang lebih rendah.

Dalam hal mencari makan, Dara-laut Sayap Hitam tidak menyelam ke dalam air seperti kebanyakan spesies tern lainnya. Mereka menyambar ikan kecil dan cumi-cumi langsung dari permukaan air saat terbang rendah, atau menangkap ikan terbang di udara. Mereka juga sering terbang di atas gerombolan ikan predator besar seperti tuna, yang mendorong ikan-ikan kecil ke permukaan laut sehingga lebih mudah disambar. Metode makan seperti ini memungkinkan mereka mendapatkan makanan tanpa perlu mendarat sama sekali.
Soal tidur, para peneliti menduga Dara-laut Sayap Hitam menggunakan mekanisme unihemispheric sleep, yaitu mengistirahatkan satu belahan otak sementara belahan lainnya tetap aktif mengendalikan penerbangan. Mekanisme serupa telah terbukti pada burung Frigat Besar (Fregata minor), yang dapat tidur dalam semburan singkat saat tetap mengudara.
**
Referensi:
Schreiber, E. A., Feare, C. J., Harrington, B. A., Murray, B. G., Robertson, W. B., Robertson, M. J., & Woolfenden, G. E. (2020). Sooty Tern (Onychoprion fuscatus), version 1.0. In S. M. Billerman (Ed.), Birds of the World. Cornell Lab of Ornithology. https://doi.org/10.2173/bow.sooter1.01
Jaeger, A., Feare, C. J., Summers, R. W., Lebarbenchon, C., Larose, C. S., & Le Corre, M. (2017). Geolocation reveals year-round at-sea distribution and activity of a superabundant tropical seabird, the Sooty Tern Onychoprion fuscatus. Frontiers in Marine Science, 4, 394. https://doi.org/10.3389/fmars.2017.00394