Longgena Ginting, Pemimpin Baru Greenpeace Indonesia

SETELAH beberapa waktu Greenpeace Indonesia mengalami kekosongan kepemimpinan, pada Selasa(4/12/12), sosok baru hadir mengisi. Namanya Longgena Ginting. Ginting diharapkan mampu memperkuat upaya Greenpeace memastikan masa depan lebih hijau, bersih dan damai bagi rakyat.

“Dengan gembira Greenpeace Indonesia menyambut Longgena Ginting. Kami optimistis dia akan mampu memimpin Greenpeace Indonesia meraih cita-cita ambisius melindungi warisan alam Indonesia dari perusakan,”  kata Harry Surjadi, Greenpeace Indonesia board, dalam siaran pers Selasa(4/12/12).

Ginting lahir di Sumatra Utara. Dia mendedikasikan karir memperjuangkan keadilan ekologis dan sosial di Indonesia. Perjalanan sebagai aktivis lingkungan dimulai di Kalimantan, bersama Plasma Foundation. Ginting memperjuangkan hak-hak masyarakat adat atas tanah mereka. Lalu, bergabung dengan Walhi sebagai jurukampanye hutan sebelum akhirnya menjadi Direktur Eksekutif.

Longgena Ginting. Foto: Greenpeace
Longgena Ginting. Foto: Greenpeace

Pada 2004, dia bergabung dengan Friends of the Earth International sebagai koordinator kampanye internasional, focus kepada institusi finansial global (IFL – International Financial Institution). Ginting juga pernah menjadi bagian di World Rainforest Movement (WRM) dan menjadi board di the Global Forest Coalition.

Ginting mengatakan, bumi sedang menghadapi ancaman yang belum pernah disaksikan sebelumnya. “Tak pelak lagi saat ini kita harus menemukan cara bertahan di planet ini dengan segala batasan-batasan ekologisnya,” ujar dia.

Menurut dia, belum terlambat menyelamatkan lingkungan Indonesia yang unik dan berharga ini. Namun, untuk mewujudkan itu perlu peran semua pihak. “Tidak hanya para aktivis lingkungan, tetapi pemerintah dan para pemimpin dunia industri.”

Guna mewujudkan ini, Greenpeace akan bekerja sama dengan seluruh gerakan lingkungan dan sosial di Indonesia. “Dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, kami yakin akan mampu mewujudkan keadilan sosial dan ekologis di Indonesia,” katanya.

Kredit

Topik

Gunung Muria: Jantung Ekologi yang Tersisa

Gunung Muria berdiri sebagai benteng alam terakhir di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan luar biasa. Kawasan ini merupakan ruang hidup bagi predator puncak seperti macan tutul Jawa hingga spesies unik yang baru ditemukan seperti cecak batu. Namun posisi strategisnya sebagai jantung ekologi kini menghadapi tantangan besar akibat alih fungsi lahan dan dampak nyata perubahan […]

Artikel terbaru

Semua artikel