Pesta Perayaan Panen Padi Seren Taun yang ke-644 di Kasepuhan Ciptagelar telah usai digelar. Ribuan tamu yang hadir menjadi saksi kemeriahan dari berbagai rangkaian upacara adat.
Berbagai kalangan dari berbagai latar belakang, baik dari warga kasepuhan sendiri maupun para tamu yang hadir dari desa tetangga maupun kota; dari para pejabat, pedagang, guru, wisatawan domestik hingga wisatawan mancanegara, tumpah ruah untuk menyaksikan satu persatu prosesi yang dilakukan.
Mongabay.co.id mengabadikan acara ini dalam serial foto yang dapat dinikmati di bawah ini.
Foto 1:
Lumbung (leuit) di tepi jalan. Untuk menuju ke lokasi Ciptagelar harus melalui jalan berbatu tidak beraspal. Foto: Ridzki R. Sigit
Foto 2:
Para tetua berdoa untuk keselamatan seluruh rangkaian acara. Foto: Ridzki R. Sigit
Foto 3:
Manusia dan padi, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar. Foto: Ridzki R. Sigit
Foto 4:
Para tetua mengawali prosesi arak-arakan. Foto: Ridzki R. Sigit
Foto 5:
Padi diarak keliling alun-alun sebelum dimasukkan ke dalam lumbung. Foto: Ridzki R. Sigit
Foto 6:
Warga memainkan Dogdog Lonjor, alat musik dari bambu sejenis angklung. Dogdog Lonjor mengiringi selama prosesi berlangsung. Foto: Ridzki R. Sigit
Foto 7:
Memasukkan padi ke lumbung keramat, Leuit si Jimat, puncak dari prosesi upacara Seren Taun. Foto: Ridzki R. Sigit
Ikan Endemik: Krisis Habitat di Perairan Nusantara
Ekosistem perairan tawar dan pesisir Indonesia sedang berada di titik kritis akibat himpitan limbah industri, sampah domestik, dan invasi spesies asing yang mengancam keberadaan ikan endemik di habitat aslinya. Dari Sungai Mahakam hingga Danau Sentani, terungkap realitas pahit mengenai penyusutan populasi spesies unik seperti ikan bilih, lempuk, hingga banggai cardinal yang kian terdesak ke ambang […]