Cerita dari Y. Eva Tan Fellows

Dampak kerusakan lingkungan yang semakin nyata membuat jurnalisme lingkungan berkualitas makin penting. Namun, peliputan lingkungan menghadapi banyak tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya, menyusutnya kebebasan pers, hingga minimnya peluang bagi jurnalis muda. Padahal banyak persoalan yang sangat mendesak di wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh krisis iklim. Sebagai respon atas tantangan ini, Mongabay menginisiasi Program Fellowship Peliputan Konservasi Y. Eva Tan di Indonesia. Program ini memberi kesempatan bagi jurnalis dari kawasan tropis yang kaya keanekaragaman hayati untuk meliput isu lingkungan penting, sekaligus memperoleh pelatihan, pengalaman, dan kredibilitas untuk mengembangkan karier mereka.

Cerita Petani Cengkih Aceh di Tengah Iklim yang Berubah

Aksi Masyarakat Jaga Lutung Jawa di Tengah Kerusakan Mangrove Muaragembong

Tradisi Subak Terdesak Alih Fungsi Lahan, Banjir sampai Serangan Hama

Food Estate Nusa Tenggara Timur, Berharap Untung Malah Buntung

Ketika Ancaman Relokasi Terus Hantui Warga Pulau Kera

Warga Pulihkan Hutan Mangrove Soropia di Tengah Ancaman Proyek Terminal Migas

Para Perempuan Adat Kampung Enggros Jaga Hutan Mangrove di Tengah Keterancaman

Upaya Para Perempuan Wujudkan Kedaulatan Pangan di Pulau Kelapa

Hadapi Berbagai Tantangan, Garam Kusamba Terancam Punah

Petani Lifuleo Keluhkan Hasil Rumput Laut Turun Setelah Ada PLTU Timor

Krisis Air Bersih Hantui Aceh Besar Kala Karst Terus Tergerus

El Nino Godzilla Berisiko Perburuk Polusi Udara Jakarta

Muat lebih banyak
Semua Spesial

Jelajahi situs Mongabay lainnya...

Earth HQ
Data Studio
Conservation Effectiveness
Mongabay Latam
Reforestation App
Mongabay Indonesia

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam