Seekor lumba-lumba mungil berguling di dekat kapal wisata di lepas pantai Patagonia, Argentina. Perutnya menghadap ke atas, sementara tubuh hitam-putihnya bergerak bolak-balik di air. Sekilas, penampilannya menyerupai bayi orca. Namun, satwa yang direkam pembuat film dokumenter Luis Burgueño itu adalah lumba-lumba Commerson, yang juga dikenal sebagai lumba-lumba panda. Rekaman perjumpaan tersebut menarik perhatian jutaan pengguna Instagram. Warna tubuhnya memang mencolok, tetapi kebiasaannya berenang terbalik membuat mamalia laut ini semakin menarik untuk dikenali.
“Lumba-lumba satu ini bersama spesies lain di sekitar kapal dan perjumpaannya berlangsung lebih lama dari yang Anda lihat di video,” kata Burgueño, dikutip dari Daily Mail. Dia mengaku terkejut melihat satwa tersebut memperlihatkan bagian perutnya.
Burgueño menafsirkan gerakan itu sebagai tanda kepercayaan diri. Meski demikian, pengamatan singkat tersebut belum cukup untuk memastikan alasan perilakunya saat mendekati kapal. Berenang dengan perut menghadap ke atas memang dikenal sebagai salah satu perilaku lumba-lumba Commerson, termasuk ketika mencari makanan. Gerakan yang tampak seperti permainan bagi manusia itu dapat berkaitan dengan aktivitas berburu.
Lumba-lumba Commerson memiliki dua subspesies yang menghuni wilayah berjauhan. Satu ditemukan di perairan Amerika Selatan, sementara lainnya, Cephalorhynchus commersonii kerguelensis, hidup di sekitar Kepulauan Kerguelen, Samudra Hindia. Kedua wilayah tersebut terpisah sekitar 8.500 kilometer. Ukuran tubuh penghuninya pun berbeda. Lumba-lumba di Kerguelen dapat mencapai panjang sekitar 1,8 meter dengan berat 86 kilogram, sedangkan kerabatnya di Amerika Selatan memiliki berat sekitar 45 kilogram. Perbedaan ukuran ini menunjukkan bahwa di balik penampilan serupa, terdapat variasi di antara kedua kelompok tersebut.
Pola hitam-putih pada tubuhnya melahirkan beragam julukan, mulai dari lumba-lumba panda, lumba-lumba sigung, hingga piebald dolphin. Sebutan terakhir merujuk pada penampilan dengan bagian tubuh berwarna berbeda. Pola warna itu diperkirakan membantu penyamaran saat berburu, sedangkan posisi berenang terbalik diduga memudahkan mereka menemukan mangsa.
Namun, dugaan fungsi warna dan gerakan tersebut perlu dibedakan dari pengamatan langsung mengenai perilakunya. Kemiripan penampilannya dengan orca juga tidak berarti keduanya menggunakan strategi berburu yang sama. Pada Commerson, tubuhnya sendiri yang berbalik ketika berenang.
Selain melalui perjumpaan di laut, masyarakat mengenal lumba-lumba Commerson dari sejumlah akuarium, termasuk Sendai Umino-Mori di Jepang. Catatan pemeliharaan memberikan informasi mengenai usia dan reproduksinya, tetapi kehidupan dalam akuarium tidak menggambarkan seluruh kondisi satwa ini di alam. Informasi mengenai populasinya di lautan masih terbatas.
Rekaman dari Patagonia memperlihatkan sebagian kecil kehidupannya: seekor mamalia laut bertubuh mungil, berwarna kontras, dan mampu bergerak dengan cara yang mengundang rasa ingin tahu.
Foto utama: Inilah lumba-lumba Commerson yang memiliki pola berenang terbalik. Foto: Wikimedia Commons/Mirko Thiessen/CC BY-SA 2.5