Pernahkah Anda memperhatikan kepiting yang bergerak cepat di pantai? Alih-alih berjalan lurus ke depan, hewan ini justru melesat ke kanan atau kiri. Gerakannya terlihat janggal, tetapi bukan tanpa alasan. Cara berjalan tersebut merupakan hasil evolusi yang diperkirakan bermula sekitar 200 juta tahun lalu.
Rahasia gerakan kepiting terletak pada susunan sendi kakinya. Struktur tersebut membuat kaki lebih mudah digerakkan ke samping daripada ke depan. Dengan bentuk tubuh yang lebar dan pipih, kepiting dapat menghasilkan langkah menyamping yang lebih panjang dan cepat. Kemampuan ini sangat berguna ketika harus melarikan diri dari predator tanpa membuang waktu untuk memutar tubuh.
Penelitian berjudul Evolution of Sideways Locomotion in Crabs menelusuri asal-usul perilaku tersebut. Para peneliti mengamati 50 spesies kepiting hidup dari lapangan, laboratorium, koleksi pribadi, hingga pasar ikan. Pergerakan setiap kepiting direkam, lalu dibagi menjadi dua kelompok: 35 spesies berjalan menyamping, sedangkan 15 lainnya bergerak maju. Tidak ditemukan jenis gerakan yang berada di antara keduanya.
Data perilaku itu kemudian dipadukan dengan pohon filogenetik berbasis data genomik. Hasilnya menunjukkan bahwa semua kepiting yang berjalan menyamping berasal dari leluhur yang berjalan maju. Dalam beberapa garis keturunan, ada spesies yang kemudian kembali berjalan ke depan karena menyesuaikan diri dengan kondisi ekologis tertentu.
Para peneliti memperkirakan leluhur kepiting yang berjalan menyamping muncul pada awal periode Jurassic, sekitar 200 juta tahun lalu, setelah kepunahan Trias–Jurassic. Masa itu ditandai oleh pecahnya benua raksasa Pangea, meluasnya habitat laut dangkal, serta meningkatnya persaingan antara pemangsa dan mangsa di laut.
Gerak menyamping memberi kepiting keunggulan untuk bertahan. Mereka dapat melarikan diri dengan cepat ke dua arah, sehingga lintasan pelariannya lebih sulit diprediksi predator. Cara bergerak ini juga membantu kepiting memasuki tempat perlindungan, mencari makan, serta memanfaatkan berbagai jenis habitat dan sumber daya.
Kemampuan tersebut diduga menjadi salah satu inovasi penting yang mendorong keragaman kepiting. Kini terdapat lebih dari 7.904 spesies yang menghuni beragam lingkungan, mulai dari laut dangkal, perairan tawar, daratan, hingga laut dalam.
Warisan evolusi ini juga terlihat pada kepiting bakau dan rajungan. Meski memiliki bentuk tubuh, habitat, dan strategi bertahan yang berbeda, keduanya sama-sama mewarisi kemampuan bergerak menyamping. Jadi, langkah miring kepiting bukan sekadar keunikan bentuk tubuh, melainkan strategi bertahan yang telah teruji selama ratusan juta tahun.
Artikel asli ditulis oleh Nuswantoro.
Foto utama: Indukan kepiting bakau di fasilitas budidaya di pesisir timur Pulau Bangka. Foto: Nopri Ismi Mongabay Indonesia.