Jauh di dalam gua karst Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hidup seekor ikan kecil yang tidak pernah melihat cahaya. Namanya Barbodes klapanunggalensis, ikan wader endemik yang telah beradaptasi begitu jauh hingga bukan hanya kehilangan mata, tetapi juga seluruh rongga matanya.
Ikan ini menghuni kolam-kolam kecil berisi air jernih yang merembes dari lantai gua. Siripnya transparan, sementara tubuhnya memiliki warna keperakan dengan garis kemerahan. Di dalam air, ikan tersebut cenderung berenang tenang. Namun, ketika mendeteksi gangguan, ia dapat bergerak cepat.
Kemampuan itu menunjukkan bahwa kehilangan mata bukan berarti kehilangan kepekaan terhadap lingkungan. Dalam kegelapan total, penglihatan tidak lagi memberikan manfaat. Melalui proses evolusi, B. klapanunggalensis justru mengandalkan indra lain untuk mengenali gerakan, getaran, gelombang air, dan perubahan di sekitarnya.
Spesies ini pertama kali terlihat oleh para penelusur gua pada 2020. Dua tahun kemudian, tim peneliti kembali ke lokasi dan mengambil dua spesimen, masing-masing satu jantan dan satu betina. Setelah melalui penelitian selama tiga tahun, ikan tersebut resmi diperkenalkan sebagai spesies baru dalam jurnal ZooKeys pada Februari 2025.
Menariknya, kedua spesimen ditemukan di dua kolam berbeda yang tidak terhubung oleh aliran air. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang cara keduanya berpindah dan berkembang biak. Hingga kini, kehidupan ikan tersebut masih menyimpan banyak teka-teki.
Gua tempatnya hidup merupakan laboratorium alami untuk mempelajari evolusi. Lingkungan tanpa cahaya dan sumber energi yang terbatas memaksa organisme mengembangkan strategi khusus agar dapat bertahan. Hampir seluruh spesies khas gua juga memiliki tingkat endemisitas tinggi. Sebagian bahkan hanya ditemukan di satu gua atau lorong tertentu.
Keunikan itu sekaligus membuat B. klapanunggalensis sangat rentan. Habitatnya sempit, populasinya diperkirakan kecil, sementara kawasan karst Klapanunggal menghadapi tekanan aktivitas penambangan batu kapur. Hanya sekitar 9,96 persen kawasan tersebut yang mendapat perlindungan resmi sebagai Kawasan Bentang Alam Karst Bogor.
Dengan sebaran terbatas dan ancaman yang tinggi, ikan ini berpotensi masuk kategori Rentan (Vulnerable/VU) dalam Daftar Merah IUCN jika tersedia cukup data untuk menilainya. Penemuannya mengingatkan bahwa Klapanunggal bukan sekadar kawasan tambang, melainkan warisan alam yang menyimpan air, kehidupan, dan jejak evolusi yang tidak ditemukan di tempat lain.
Artikel asli ditulis oleh Akita Verselita.
Foto utama: Spesies baru yang diberi nama ikan wader buta gua klapanunggal atau Barbodes klapanunggalensis. Foto: ZooKeys/M. Iqbal Willyanto.