Bambu merupakan tumbuhan yang mudah ditemukan di Indonesia.
“Bambu banyak dipilih sebagai bahan baku alat musik di berbagai tempat di dunia, juga di Indonesia. Ini karena secara alami, sifatnya menghasilkan bunyi yang mudah” ujar Endo Suanda, etnomusikolog dan pendiri PSN (Pendidikan Seni Nusantara), sekaligus penggagas gitar akustik bambu, kepada Mongabay Indonesia, di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Bambu merupakan tanaman serba guna. Selain akarnya menjalar di lapisan permukaan tanah atas, bambu juga mereduksi kemungkinan terjadinya erosi, sehingga cocok ditanam di kemiringan permukaan tanah untuk menghindari bencana longsor. Akarnya juga menyerap polutan tanah dan memperbesar cadangan air.

Bambu termasuk dalam keluarga rumput-rumputan. Ada sekitar 157 jenis bambu di Indonesia dari 1.400-an di seluruh dunia.
“Di sempadan sungai, rumpun bambu akan menjernihkan air. Bambu juga dapat dijadikan subtitusi material kayu pada penerapan desain interior dan arsitektur,” jelas Grace Hartanti dalam penelitiannya (2010) berjudul “Keberadaan Material Bambu sebagai Substitusi Material Kayu pada Penerapan Desain Interior dan Arsitektur.”

Potensi bambu yang belum dimaksimalkan, memacu Endo menciptakan gitar. Meski tidak bisa memainkannya, namun Endo membuat secara profesional.
“Bambu sangat akrab dengan kehidupan manusia sejak dulu. Banyak alat di sekitar manusia terbuat dari bambu, mulai perabotan rumah tangga hingga alat potong,” jelasnya.
Lembaga PSN tidak hanya membuat gitar dari bambu, tetapi juga alat musik kecapi hingga beduk. Menurut Endo, gitar yang terbuat dari kayu maupun bambu, punya kelebihannya masing-masing. Tidak bisa diperbandingkan setara.
Gitar bambu lahir sebagai kolaborasi kekuatan teknologi dan konservasi. Dibuat sangat halus dengan suara yang dihasilkannya terdengar jernih.
“Pengetahuan tradisional makin disempurnakan dengan teknologi masa sekarang,” jelasnya.
Untuk membuat gitar bambu, diperlukan waktu sekitar dua bulan. Saat ini, gitar dipasarkan dengan harga Rp7,5 juta hingga Rp15 juta. Dengan bahan baku yang mudah didapat, pengembangan gitar bambu dapat dilakukan lebih maksimal di masa depan.
Referensi:
Hartanti, G. (2010). Keberadaan material bambu sebagai subtitusi material kayu pada penerapan desain interior dan arsitektur. Humaniora, 1(1), 11-19. https://journal.binus.ac.id/index.php/humaniora/article/view/2143/1568
*****
Kreasi Beragam Alat Musik dari Limbah sampai Bambu Nusantara


