- Jaguarundi, meskipun kurang populer, memiliki keunikan tersendiri dalam hal komunikasi, mengeluarkan setidaknya 13 suara berbeda untuk berbagai tujuan seperti menandai wilayah dan menemukan pasangan.
- Jaguarundi, meskipun namanya mirip, bukan kerabat dekat jaguar, melainkan lebih dekat dengan puma. Kucing ini memiliki adaptasi fisik yang unik, memungkinkannya hidup di antara predator lain yang lebih kuat.
- Penelitian tentang jaguarundi masih terbatas karena kesulitan dalam penjebakan dan identifikasi individu. Meskipun saat ini diklasifikasikan sebagai paling tidak diperhatikan, spesies ini menghadapi ancaman, termasuk penularan penyakit dari anjing domestik.
Jaguarundi (Herpailurus yagouaroundi) mungkin tampak kurang istimewa dan menarik, setidaknya di mata manusia. Ia tidak memiliki bintik atau garis-garis, bukan pemanjat pohon yang ulung, tidak terancam punah, dan tidak endemik di wilayah tertentu. Dengan berat 4-7 kilogram, ia sama sekali bukan kucing terbesar di benua Amerika, bukan juga yang terkecil, bahkan bukan yang terbesar di antara kucing-kucing kecil lain.
Di tambah lagi, dengan kepala kecil, pupil bulat, telinga bulat kecil, tubuh ramping, dan ekor panjang yang berani, ia bahkan tidak terlalu mirip kucing. “Beberapa orang mengatakan ia lebih mirip berang-berang,” kata Arturo Caso, presiden Predator Conservation, yang melakukan salah satu dari sedikit penelitian radio-collar pada jaguarundi untuk penelitian Ph.D.-nya. “Jaguarundi, bisa dibilang, tidak terlalu menarik!” selorohnya.
Baca juga: Kucing Merah Kalimantan, Jenis Kucing Paling Misterius di Dunia
Jaguarundi Berkomunikasi dengan 13 Suara
Jaguarundi adalah bukti bahwa tidak semua kucing liar berkomunikasi dengan raungan. Kucing kecil ini memiliki keunikan yang mencolok. Tubuhnya yang ramping memanjang, kaki pendek, kepala pipih dengan telinga bulat, membuatnya lebih mirip berang-berang atau musang daripada kucing pada umumnya. Jaguarundi memiliki repertoar vokal yang jauh lebih luas daripada kucing lainnya. Kucing liar ini dapat mengeluarkan setidaknya 13 suara berbeda, di antaranya mendengkur, menjerit, bersiul, menyalak, mengoceh, dan kicauan unik seperti burung.
Belum diketahui secara pasti bagaimana atau mengapa jaguarundi mengeluarkan begitu banyak suara berbeda. Mereka sangat tertutup dan jarang terlihat di alam liar. Namun, para peneliti yang telah mengamati hewan ini di penangkaran telah menyaksikan mereka menggunakan suara-suara ini untuk berkomunikasi, menandai wilayah mereka, dan menemukan pasangan.

Ahli biologi Balazs Buzas dan Eszter Gulyas, yang bekerja di Rare Species Conservation Centre di Kent, Inggris, membesarkan anak jaguarundi dan mengamati panggilan mereka. Mereka menemukan bahwa jaguarundi menggunakan “siulan pendek” saat mencari perhatian, yang direspons oleh jaguarundi lain dengan satu “kicauan”. Mereka mengeluarkan “siulan panjang” atau ocehan untuk saling menyapa, dan jaguarundi betina dewasa mendengkur untuk memanggil anak-anaknya. Seperti halnya kucing domestik, dengkuran panjang menandakan kepuasan, dan desisan atau ludahan keras berarti menjauh.
Jaguarundi bukan jaguar
Menariknya, meskipun namanya “jaguarundi”, namun satwa ini bukanlah kerabat dekat jaguar, bahkan tidak dekat dengan kucing liar kecil Amerika Tengah lainnya. Analisis genetik justru menunjukkan bahwa mereka lebih mirip dengan puma (Puma concolor), atau singa gunung, meskipun penampilan fisik mereka sangat berbeda, termasuk ukuran jaguarundi yang jauh lebih kecil. Inilah mengapa nama ilmiahnya telah diperbarui menjadi Puma yagouaroundi, menggantikan genus aslinya, Herpailurus. Perbedaan genetik ini diperkirakan terjadi antara 4 hingga 7 juta tahun yang lalu.
Baca juga: Kucing Emas, Satwa Misterius di Lebatnya Hutan Sumatera
Namun, para peneliti di seluruh wilayah persebaran jaguarundi, yang membentang dari Meksiko hingga Argentina utara, begitu terpesona oleh hewan ini. “Jaguarundi ini sedikit membingungkan, sedikit misterius,” kata Anthony Giordano, direktur S.P.E.C.I.E.S., sebuah organisasi nirlaba konservasi karnivora. Mereka berbeda dalam bagaimana mereka berhubungan dengan kucing lain, misalnya perilaku mereka, posisi mereka dalam rantai makanan , dan bagaimana mereka dibentuk oleh kekuatan evolusi.
Seperti kebanyakan kucing kecil, jaguarundi berbaur dengan baik dengan lingkungan liarnya. Sedikit lebih besar dari kucing domestik, bulunya bisa berwarna coklat polos, cokelat keperakan, merah karat – atau di antaranya – dengan morf warna berbeda bahkan ditemukan dalam satu kelahiran. Tubuhnya relatif ramping, dengan tubuh memanjang yang berotot dan rendah ke tanah, memungkinkannya bergerak melalui semak belukar yang lebat. Tidak seperti kebanyakan felid, ia paling aktif di siang hari.
Adaptasi ini memungkinkan jaguarundi mempunyai ceruk yang unik, hidup di antara predator lain yang secara fisik lebih kuat, namun sekaligus menghindari mereka, kata Giordano. Ini adalah strategi yang berhasil; jaguarundi adalah kucing kecil Amerika Latin yang paling tersebar luas, dan dari semua kucing neotropis, penyebarannya berada di urutan kedua setelah puma (Puma concolor), kerabat terdekatnya.
Tantangan Penelitian Jaguarundi
Meskipun lebih sering terlihat daripada beberapa kucing nokturnal lain, dan memicu rasa ingin tahu banyak peneliti kucing, jaguarundi tetap menjadi salah satu kucing liar yang paling sedikit dipelajari di dunia, karena sejumlah alasan.
- Sangat sulit untuk menjebak jauguarundi, sehingga membuat studi pelacak satelit atau radio menjadi tidak praktis. Para peneliti membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk menjebak dua jaguarundi pertama untuk penelitian radio-collarnya di Tamaulipes, Meksiko.
- Karena jaguarundi memiliki bulu polos tanpa tanda, para peneliti tidak dapat dengan mudah mengidentifikasi individu, membuat perkiraan kepadatan, sehingga menggunakan jebakan kamera (camera trap) menjadi lebih sulit dan kurang akurat.
- status konservasi spesies ini saat ini diklasifikasikan sebagai paling tidak diperhatikan oleh IUCN (meskipun penilaian terbaru sedang berlangsung). Jadi dalam hal pendanaan, spesies ini berada jauh di bawah rekan-rekannya yang lebih terancam.
“Jelas, kita tidak akan pernah bisa meyakinkan siapa pun untuk memberi uang (penelitian) untuk mempelajari jaguarundi,” kata Giordano.
Upaya Kolaboratif dan Penelitian Baru
Seperti banyak ahli biologi, Bart Harmsen datang ke Amerika Latin untuk mempelajari jaguar (Panthera onca), tetapi ia segera terpikat oleh kucing kecil berpenampilan aneh yang kadang-kadang ia lihat di siang hari. “Saya masih ingat melihat seekor jaguarundi menyeberang jalan raya di Belize,” kenang Harmsen. Jaguarundi itu melompat turun dari tepi jalan, melompati jalan dengan satu lompatan raksasa, lalu menghilang ke dalam hutan di sisi lain.

Minatnya pada jaguarundi berkembang menjadi upaya kolaboratif besar, dengan kontribusi penampakan dari berbagai peneliti di 17 institusi yang bekerja di 13 negara. Mereka mengumpulkan 884 catatan jaguarundi dari hampir 4.000 kamera di lebih dari 650 lokasi. Harmsen dan rekan-rekannya kemudian memasukkan data tersebut ke dalam perangkat lunak pemodelan dan melihat hasilnya.
Baca juga: Audio: Kucing Liar Terkecil di Dunia Ini Suaranya Mirip Kicauan Burung
Studi tersebut, yang diterbitkan di Diversity and Distributions pada bulan April lalu, menunjukkan bahwa jaguarundi lebih mungkin ditemukan di medan terjal dengan vegetasi semak atau dekat dengan daerah pedesaan dekat manusia, dan di tempat-tempat di mana curah hujan dan suhu harian lebih konstan.
Ancaman dan Upaya Konservasi
Hasil penilaian IUCN terbaru tidak akan keluar hingga akhir tahun ini, tetapi Tadeu de Oliveira, seorang profesor di Universitas Negeri Maranhão di Brasil dan salah satu pendiri Wild Cats Americas Conservation Project, mengatakan bahwa jaguarundi menghadapi banyak ancaman. Ia menyebut spesies ini sebagai “anak yang terabaikan dalam keluarga,” dan menekankan bahwa ia membutuhkan perhatian segera.
De Oliveira, yang penelitiannya berfokus pada kucing kecil, sangat prihatin dengan apa yang ia sebut “ancaman tak terlihat” dari penularan penyakit dari anjing domestik. Di lokasi studinya di seluruh Amazon dan Caatinga semi kering, ia telah mengamati sejumlah besar anjing domestik dan liar menggunakan area yang sama dengan kucing liar, termasuk jaguarundi.