Habitat Harimau Sumatera Makin Terdesak

KEPALA Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), M Arief Toengkye mengatakan, kehidupan harimau Sumatera makin terdesak. “Itu karena perambahan lahan di luar kawasan hutan, konflik harimau dan manusia serta perburuan harimau,” katanya Minggu(15/7/12) seperti dikutip dari Koran Tempo.

Darmawan Kusmanto dari Forum Harimau menyebutkan, harimau Sumatera merupakan spesies harimau terakhir di Indonesia. Dua yang lain, harimau Bali dan harimau Jawa telah dinyatakan punah sejak 1950 an dan 1980 an.

Pada 1985, populasi harimau Sumatera, tinggal 800 ekor. “Jumlah itu terus menurun dari tahun ke tahun. Hingga kini diperkirakan hanya 400 sampai 500 ekor.”

Habitat harimau Sumatera makin terdesak karena hutan mereka makin habis juga perburuan. Foto: Wikipedia

Konflik Harimau dan Manusia
Nasib yang menimpa karyawan perkebunan sawit PT Seberida Subur, Mesti Nudru, Jumat(13/7) sekitar pukul 16.40, satu contoh makin tinggi konflik harimau dan manusia.

Nudru diterkam harimau saat melebarkan piringan pohon sawit di Blok A 36 devisi III. Dia dilarikan ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Kapolsek Batang Gansal, Iptu Imorn Teheri seperti dikutip dari Riau Pos Minggu(15/7/12) mengatakan, kejadian naas terjadi pada Jumat akhir pekan lalu sekitar pukul 16.40 di perkebunan PT Seberida Subur, Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal. ‘’Korban sempat dilarikan harimau itu sekitar 200 meter dari tempat awal,” katanya.

Pada siang menjelang sore itu, Nudru, melanjutkan perkerjaan. Dia tidak sendiri tapi bersama sang ibu. Jarak mereka sekitar sembilan meter.

Tengah bekerja itu tanpa disadari, tiba-tiba datanglah harimau itu dari arah belakang. Serangan harimau itu tepat mengenai tengkuk bagian belakang korban. Nudru sempat menjerit minta tolong.

Kedua orang tua bersama warga lain langsung mencari keberadaan Nudru. Dia ditemukan sekitar 200 meter dari tempat bekerja dalam kondisi kritis. Harimau tidak lagi ditemukan.

Nudru dilarikan ke klinik Duta Medika di Simpang PT Kencana Amal Tani (KAT) Kecamatan Seberida. ‘’Korban tidak tertolong lagi. Sekitar pukul 19.40 meninggal dunia.”

Kredit

Topik

Suaka Terakhir Sang Naga

Varanus komodoensis bukan sekadar satwa, melainkan penyintas tangguh yang membawa jejak evolusi empat juta tahun dari daratan Eropa hingga menetap di kepulauan Nusantara. Di balik sosoknya yang purba, Komodo kini berdiri di garis depan peradaban yang kian menghimpit. Keberadaannya kini terkepung oleh ancaman nyata, mulai dari jaringan penyelundupan internasional hingga dampak tak terelakkan dari krisis […]

Artikel terbaru

Semua artikel