Konflik Manusia-Orangutan Kian Terbuka

Orangutan yang terancam karena konflik dengan manusia di Kalimantan Barat

KALANGAN lembaga non pemerintah menilai potensi konflik antara orangutan dan manusia di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat, makin terbuka. Mereka meminta perusahaan pemegang konsesi berperan serta dalam pelestarian satwa dilindungi.

Hasil pertemuan tiga lembaga, yakni, Yiari, Yayasan Palung dan Fauna Flora Internasional-Indonesia Program mengeluarkan rekomendasi bagi perusahaan untuk melindungi orangutan. Tito P Indrawan, aktivis Yayasan Palung, mengatakan, rekomendasi itu antara lain menyebutkan, perusahaan di sekitar habitat orangutan harus memiliki dan melaksanakan manajemen mitigasi konflik. “Apalagi jika di area konsesi ada habitat dan populasi orangutan,” katanya, seperti dikutip dari Jurnal Nasional.

Perusahaan juga mesti melakukan survei habitat dan populasi orangutan saat eksplorasi. Lalu mencantumkan dalam dokumen analis dampak lingkungan (amdal) perusahaan. “Hal yang sangat penting diperhatikan, mencegah munculnya konflik manusia dan orangutan.”

Lembaga-lembaga konservasi dan perguruan tinggi pun berkumpul dalam forum komunikasi guna menyusun pedoman dalam menyelesaikan konflik antara manusia dan orangutan.

Kredit

Topik

Ikan-Ikan dari Era Pra-Sejarah di Perairan Nusantara

Perairan Nusantara menyimpan rahasia besar berupa spesies “fosil hidup” yang sanggup bertahan melewati berbagai kepunahan massal, termasuk letusan dahsyat gunung api purba. Di tengah arus modernitas, kedalaman laut dan sungai pedalaman Indonesia menjadi benteng terakhir bagi satwa yang melampaui waktu. Mulai dari kemunculan kembali Coelacanth yang sempat dianggap punah jutaan tahun silam hingga keberadaan predator […]

Artikel terbaru

Semua artikel