Danau Ranau merupakan landskap purba yang terbentuk puluhan ribu tahun lalu. Aktivitas vulkanik di sekitarnya, kini ditandai munculnya empat titik mata air panas.
Dengan luas mencapai 12.648 hektar, Danau Ranau membentang di dua provinsi. Bagian terluasnya 77,88 persen, berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan, sementara sisanya (22,12 persen) di Lampung Barat, Lampung.
Menurut Yulia (68), warga Desa Kotabatu yang berkebun di Desa Way Wangi Seminung, sekitar tahun 2000-an, hutan di sekitar Danau Ranau menjadi habitat sejumlah jenis kucing liar.
“Yang beberapa kali terlihat itu kucing hutan atau kuwuk (Prionailurus Bengalensis). Ia bermain di bawah pondok kebun di sekitar Danau Ranau,” terangnya, awal Mei 2025.
Tercatat, lima jenis kucing liar yang hidup di dataran tinggi Sumatera Selatan, yakni harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang dikategorikan sebagai kucing besar. Dan empat jenis kucing kecil, yakni macan dahan (Neofelis diardi), kucing emas (Catopuma temminckii), kucing kuwuk atau macan akar (Prionailurus bengalensis), dan kucing batu (Pardofelis marmorata).
Sri Wati (69), warga Lampung yang telah berkebun dan menetap di sekitar kaki Gunung Seminung 30 tahun lalu mengatakan, selain berbagai jenis kucing kecil, dulu, Danau Ranau merupakan habitatnya gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Juga, ada kijang (Muntiacus montanus), rusa sambar (Cervus unicolor), dan siamang (Symphalangus syndactylus).
“Tapi kini semuanya hilang, bahkan monyet dan beruk jarang terlihat.”
Penelusuran Mongabay Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar hutan di tepian Danau Ranau telah berubah menjadi perkebunan kopi, lada, cabai, dan alpukat, menyisakan sedikit hutan di sekitar jurang danau.
“Warga membuka kebun hingga lereng Gunung Seminung, karena di kaki gunung dan sekitar Danau Ranau sudah habis. Hanya tersisa hutan di sekitar jurang,” kata Leno, (36), warga Desa Kotabatu, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan.
Mengutip paparan Rencana Pengelolaan Danau Prioritas II Nasional (Danau Ranau, 2019), luas daratan di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Ranau mencapai 38.176,48 hektar.
Pada 2018, di sekitar Danar Ranau hanya tersisa kawasan hutan seluas 742 hektar. Sementara pemukiman 66 hektar, perkebunan 2.072 hektar, dan pertanian sawah/tadah hujan 192 hektar.
*****




