Hutan Meratus di Kalimantan Selatan, kaya keanekaragaman hayati. Meratus juga merupakan ruang hidup komunitas-komunitas adat. Mereka hidup bergantung hutan dan lahan di bentang Pegunungan Meratus turun menurun. Merekalah para penjaga hutan Meratus sesungguhnya. Beberapa tahun ini, Pemerintah Indonesia dari daerah sampai pusat berencana mengubah hutan Meratus menjadi Taman Nasional Meratus. Niat ini mendapatkan kritik dan penolakan dari berbagai kalangan dari masyarakat adat, organisasi masyarakat sipil, juga akademisi, mahasiswa dan lain-lain. Mereka khawatir, model konservasi versi negara bakal membatasi akses masyarakat adat yang memang ruang hidupnya di hutan Meratus. Sudah banyak korban masyarakat karena praktik-praktik konservasi versi negara. Konservasi negara selama ini banyak mengabaikan model konservasi masyarakat adat atau komunitas lokal. Di banyak tempat, masyarakat harus berurusan dengan hukum hanya karena mengelola lahan yang pemerintah berikan status kawasan konservasi, bahkan, penetapan itu datang belakangan, jauh lebih lama masyarakat adat tinggal di hutan itu. Berpuluh-puluh tahun masyarakat adat hidup di sana, dan terbukti hutan Meratus tetap terjaga. Apakah ada jaminan setelah jadi taman nasional, hutan Meratus terjaga dan masyarakat adat aman?