Media sosial tidak hanya menjadi tempat memamerkan koleksi tanaman hias. Unggahan foto dari sejumlah penghobi ternyata membantu peneliti menemukan tiga spesies tumbuhan baru dari hutan Sumatera.
Ketiganya berasal dari genus Homalomena, kelompok tumbuhan talas-talasan atau Araceae. Spesies tersebut diberi nama Homalomena pachyderma, Homalomena pulopadangensis, dan Homalomena uncinata.
Penemuan bermula ketika dua peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung melihat beberapa unggahan tanaman hias. Mereka kemudian melakukan penelitian taksonomi untuk memeriksa ciri-cirinya. Hasil penelitian membuktikan bahwa ketiga tanaman tersebut merupakan spesies yang belum pernah dideskripsikan secara ilmiah.
“Hal ini menegaskan peran yang semakin besar dari platform digital dalam mengungkap keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi, khususnya di Sumatera,” tulis Hariri dan kolega, Jumat (27/3/2026).
Homalomena pachyderma berasal dari Aek Nabobar, Tapanuli Tengah. Spesimennya ditemukan di sebuah tempat pembibitan tanaman di Bogor. Tanaman setinggi sekitar 18 sentimeter ini tumbuh di bebatuan dan memiliki daun tebal. Daun dewasa berwarna hijau tua, sedangkan daun mudanya berwarna hijau limau.
Nama “pachyderma” berasal dari bahasa Yunani. Kata pachys berarti tebal, sementara derma berarti kulit. Nama tersebut merujuk pada helaian daunnya yang tebal dan menyerupai kulit.
Spesies kedua, Homalomena pulopadangensis, berasal dari Pulo Padang KM 5, Lingga Bayu, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Tanaman yang tingginya mencapai 18 sentimeter ini mempunyai daun menyempit dan tumbuh tegak ke atas. Ciri tersebut membedakannya dari spesies lain yang serupa, tetapi memiliki daun menggantung.
Sementara itu, Homalomena uncinata merupakan spesies terkecil dengan tinggi sekitar 11 sentimeter. Keunikannya terletak pada rambut berbentuk kait di permukaan atas daunnya. Kata “uncinata” berasal dari bahasa Latin yang berarti melengkung seperti kail. Tanaman ini berasal dari budidaya tumbuhan asal Tapanuli Selatan.
Ketiga spesies tersebut dibawa ke tempat pembibitan di Bogor. Di sana, peneliti dapat mengamati seluruh fase pembungaannya. Pengamatan seperti ini sulit dilakukan di habitat aslinya karena lokasinya terpencil dan sulit dijangkau.
Sumatera dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman Homalomena. Lebih dari 30 spesies dari genus ini telah dideskripsikan dari pulau tersebut. Temuan terbaru ini memperkuat posisi Sumatera sebagai kawasan penting bagi kelompok talas-talasan.
Namun, perdagangan tanaman hias melalui media sosial juga membawa risiko. Permintaan tinggi dapat memicu pengambilan berlebihan dari alam, terutama terhadap spesies yang wilayah persebarannya sangat terbatas. Di tengah deforestasi, perubahan fungsi lahan, dan krisis iklim, penemuan ini menunjukkan bahwa hutan Sumatera masih menyimpan banyak kekayaan hayati yang belum dikenali.