Sosok Godzilla mungkin hanya hidup dalam film. Namun, Kepulauan Galapagos memiliki reptil yang penampilannya menyerupai monster tersebut dalam ukuran kecil. Satwa itu adalah iguana laut atau Amblyrhynchus cristatus, reptil endemik yang tidak ditemukan secara alami di tempat lain.
Kepulauan Galapagos berada lebih dari 900 kilometer di lepas pantai Ekuador. Di wilayah inilah iguana laut hidup dengan kulit berwarna abu-abu kehitaman dan deretan sisik berbentuk piramida di sepanjang punggung. Kuku tajam serta penampilannya yang garang semakin membuat satwa ini terlihat seperti Godzilla.
Meski tampil menyeramkan, iguana laut bukan pemakan daging. Satwa ini merupakan herbivora yang memakan alga dan rumput laut. Iguana laut juga menjadi satu-satunya spesies kadal yang mencari makanan di laut.
Untuk memperoleh makanan, iguana laut menyelam hingga kedalaman 30 meter. Tubuhnya dapat tumbuh sepanjang 1,2 meter. Ekornya yang berbentuk pipih membantu satwa ini berenang dan bergerak dengan lincah di dalam air.
Namun, iguana laut merupakan hewan eksotermik yang mengandalkan suhu lingkungan untuk mengatur panas tubuh. Karena tidak dapat terlalu lama berada di air dingin, iguana harus kembali ke daratan dan berjemur di bawah sinar matahari setelah menyelam.
Tubuhnya juga memiliki kelenjar yang membantu menyaring dan membuang kelebihan garam. Kemampuan tersebut penting karena iguana laut menghabiskan banyak waktu untuk mencari makanan di perairan laut.
Ketergantungannya terhadap alga membuat iguana laut rentan terhadap perubahan suhu laut. Ketika El Niño terjadi, suhu air meningkat dan menyebabkan ganggang merah serta hijau yang menjadi makanan utamanya menghilang. Ganggang cokelat memang bertambah, tetapi sulit dicerna dan kemungkinan beracun bagi iguana.
Kelangkaan makanan dapat mengakibatkan kematian massal. Selama peristiwa El Niño, sekitar 10 hingga 90 persen populasi iguana laut dapat mati kelaparan. Populasinya diperkirakan tersisa sekitar 210 ribu individu.
Iguana laut memiliki cara unik untuk menghadapi krisis makanan. Satwa ini dapat menyusutkan panjang tubuhnya hingga 20 persen. Tubuh yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit energi untuk mencari makan. Ketika makanan kembali melimpah, ukurannya dapat kembali seperti semula.
IUCN mengategorikan iguana laut sebagai satwa Rentan atau Vulnerable. Selain El Niño, populasinya terancam oleh pertumbuhan penduduk, meningkatnya kegiatan wisata, penyakit, serta pencemaran laut akibat tumpahan minyak dan solar.
Di daratan, iguana laut juga menghadapi predator seperti elang dan bangau. Padahal, daratan tetap dibutuhkan untuk kawin dan berkembang biak.
Iguana laut telah mengembangkan berbagai kemampuan untuk bertahan di lingkungan Galapagos. Namun, perubahan iklim dan aktivitas manusia kini menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup “Godzilla” kecil yang sesungguhnya tidak berbahaya ini.
Foto utama: Iguana laut (Amblyrhynchus cristatus). Foto: Wikimedia Commons/RAF-YYC from Calgary, Canada/CC BY-SA 2.0.