<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" >

	<channel>
		<title>Mongabay.co.id</title>
		<atom:link href="https://mongabay.co.id/feed/?byline=ashley-yeong&#038;post_type=post" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>https://mongabay.co.id/byline/ashley-yeong/</link>
		<description>Situs berita lingkungan</description>
		<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 14:05:55 +0000</lastBuildDate>
		<language>id</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>
				<item>
					<title>Gajah Sumatera Jantan Ditemukan Mati di Aceh Tamiang</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/12/gajah-sumatera-jantan-ditemukan-mati-di-aceh-tamiang/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/12/gajah-sumatera-jantan-ditemukan-mati-di-aceh-tamiang/#respond</comments>
					<pubDate>12 Agu 2026 14:05:55 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Junaidi Hanafiah]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/12135909/Gajah-mati-di-Tamiang-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131871</guid>

											<reporting-project>
							<![CDATA[Gajah Sumatera di Ujung Senja]]>
						</reporting-project>
					
											<locations>
							<![CDATA[aceh dan sumatera]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, hutan indonesia, sains dan Teknologi, Satwa, dan sawit]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Satu individu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di area kebun sawit PT Mestika Prima Lestari Indah (MPLI), Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (9/8/26). Andi Syahputra, Datuk Penghulu atau Kepala Desa Kaloy, mengatakan gajah itu ditemukan warga yang hendak melintasi jalan kebun sawit itu. Tepatnya, di Afdeling B Blok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/gajah-sumatera-jantan-ditemukan-mati-di-aceh-tamiang/">Gajah Sumatera Jantan Ditemukan Mati di Aceh Tamiang</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Satu individu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di area kebun sawit PT Mestika Prima Lestari Indah (MPLI), Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (9/8/26). Andi Syahputra, Datuk Penghulu atau Kepala Desa Kaloy, mengatakan gajah itu ditemukan warga yang hendak melintasi jalan kebun sawit itu. Tepatnya, di Afdeling B Blok 34. “Warga melaporkan ke perangkat desa dan kami meneruskan ke pihak berwenang,” ujarnya, Minggu (9/8/26). Pada hari yang sama, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama kepolisian, pihak perusahaan dan mitra konservasi Forum Konservasi Leuser (FKL), melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Ujang Wisnu Barata, Kepala BKSDA Aceh, mengatakan hasil identifikasi awal menunjukkan gajah jantan tersebut tidak mengalami luka. “Kedua gadingnya utuh,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/26). BKSDA Aceh belum menyimpulkan penyebab kematiannya. “Penanganan dilakukan tim medis untuk dilakukan bedah bangkai (nekropsi) guna memastikan penyebab kematian.” Tim juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini diperlukan untuk mengumpulkan informasi dan bukti yang berkaitan dengan kematian satwa tersebut. “Informasi resmi hasil pemeriksaan dan tindak lanjut akan disampaikan pada kesempatan berikutnya.” BKSDA Aceh mengimbau seluruh pihak ikut menjaga kelestarian satwa liar dan mendukung upaya pelestarian lingkungan. “Gajah sumatera merupakan satwa dilindungi yang populasinya menghadapi berbagai ancaman, antara lain kehilangan habitat, konflik dengan manusia, serta perburuan.” Gajah sumatera jantan ini ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (9/8/26). Foto: Dok. Muhammad Syah. Kematian sebelumnya Sebelumnya, satu individu gajah sumatera juga ditemukan mati di areal perkebunan warga, Desa Karang Ampar, Kecamatan&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/gajah-sumatera-jantan-ditemukan-mati-di-aceh-tamiang/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/12/gajah-sumatera-jantan-ditemukan-mati-di-aceh-tamiang/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Tapir, Satwa Terancam Punah yang Terabaikan</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/12/tapir-satwa-terancam-punah-yang-terabaikan/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/12/tapir-satwa-terancam-punah-yang-terabaikan/#respond</comments>
					<pubDate>12 Agu 2026 10:00:49 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Fachri Hamzah]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Richaldo Hariandja]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
		<category><![CDATA[data dan statistik]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan hukum]]></category>
		<category><![CDATA[sains dan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2024/04/22003207/tapir-malaya-rhett-butler.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131841</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Jakarta dan jawa]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[data dan statistik, hutan indonesia, politik dan hukum, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Kasus penyembelihan tapir (Tapirus indicus) di Register 45, Mesuji, Lampung, yang sempat viral awal Juli menunjukkan lemahnya perlindungan hewan bermoncong pendek ini. Padahal, tapir merupakan hewan dilindungi dengan status terancam punah dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN). Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) satwa ini pun sudah kedaluwarsa sejak 2022. Sebelumnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/tapir-satwa-terancam-punah-yang-terabaikan/">Tapir, Satwa Terancam Punah yang Terabaikan</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Kasus penyembelihan tapir (Tapirus indicus) di Register 45, Mesuji, Lampung, yang sempat viral awal Juli menunjukkan lemahnya perlindungan hewan bermoncong pendek ini. Padahal, tapir merupakan hewan dilindungi dengan status terancam punah dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN). Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) satwa ini pun sudah kedaluwarsa sejak 2022. Sebelumnya, video viral yang berdurasi 42 detik itu memperlihatkan seekor tapir sendirian dan linglung di salah satu ruas Jalan Lintas Timur Sumatera, bergerak ke pinggir jalan menjauhi raungan mesin yang menderu. Di ujung video, seorang pria bertelanjang dada berlari ke arah binatang malang itu sambil menghunus tombak. Tak lama setelah rekaman itu berhenti, satwa itu  tewas. Polisi menangkap empat dari enam terduga pelaku, dua masih buron. Keempatnya terjerat Undang-undang 32/2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Apalagi, tapir asia adalah satwa yang negara lindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. “Tapir ini merupakan satwa dilindungi dan terancam punah namun terlupakan,” ucap Supintri Yohar, Direktur Kehutanan Yayasan Auriga Nusantara, menanggapi kasus ini, 20 Juli. Selain itu, riset soal hewan berwarna hitam-putih ini minim. Sehingga, data tentang jumlah populasi, maupuns ebaran kantong habitatnya masih tidak lengkap. Dari titik-titik yang Auriga ketahui, hewan yang memiliki nama lain tenuk ini masih cukup sering muncul di Lampung dan Bengkulu, serta di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. “Alasannya kenapa Tapir bisa sampai keluar tentu karena terfragmentasinya habitat karena deforestasi.” Tapir di Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Foto: Ayat S Karokaro/ Mongabay Indonesia Laporan Yayasan Auriga dalam Status Deforestasi Indonesia 2025 (STADI&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/tapir-satwa-terancam-punah-yang-terabaikan/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/12/tapir-satwa-terancam-punah-yang-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Tiga Ngengat Baru: Dua dari Papua, Satu Berpotensi Hama</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/tiga-ngengat-baru-dua-dari-papua-satu-berpotensi-hama/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/tiga-ngengat-baru-dua-dari-papua-satu-berpotensi-hama/#respond</comments>
					<pubDate>12 Agu 2026 07:16:45 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2024/04/22003242/Ngengat-baru-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=131776</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Indonesia kembali mencatat kekayaan hayati baru. Para peneliti menemukan tiga spesies ngengat yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Satu spesies berasal dari Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, sedangkan dua lainnya ditemukan di Papua. Penemuan tersebut dilakukan oleh peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama tim Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado. Hasil penelitiannya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/tiga-ngengat-baru-dua-dari-papua-satu-berpotensi-hama/">Tiga Ngengat Baru: Dua dari Papua, Satu Berpotensi Hama</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Indonesia kembali mencatat kekayaan hayati baru. Para peneliti menemukan tiga spesies ngengat yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah. Satu spesies berasal dari Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, sedangkan dua lainnya ditemukan di Papua. Penemuan tersebut dilakukan oleh peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN bersama tim Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado. Hasil penelitiannya diterbitkan dalam jurnal Zootaxa pada Januari 2024. Spesies pertama diberi nama Cryptophasa warouwi. Ngengat berwarna cokelat tua ini merupakan spesies endemik Pulau Sangihe. Namun, kehadirannya bukan hanya menambah daftar keanekaragaman hayati Indonesia. Larvanya juga berpotensi menjadi hama bagi tanaman cengkih. Larva dari kelompok Cryptophasa dikenal sebagai penggerek cabang dan batang. Hewan yang aktif pada malam hari ini memotong daun untuk dimakan, lalu membuat terowongan pada bagian tanaman. Lubang tersebut kemudian ditutup menggunakan anyaman sutra dan kotoran. Gangguan larva ini sebenarnya telah terpantau pada tanaman cengkih di Pulau Sangihe sejak 2016. Pada 2023, wilayah persebarannya semakin luas. Petani cengkih di lima kecamatan bahkan mengalami kerugian karena cabang dan ranting tanaman mereka rusak. Selain cengkih, larva Cryptophasa warouwi diketahui menyerang jambu air dan jambu biji. Karena mampu memakan beberapa jenis tanaman, para peneliti menilai diperlukan strategi pengendalian dan analisis risiko. Spesies ini juga perlu diperhatikan dalam penyusunan daftar hama karantina dan pengelolaan pertanian. Dua spesies baru lainnya bernama Glyphodes nurfitriae dan Glyphodes ahsanae. Keduanya berasal dari Papua dan dinyatakan sebagai taksa baru berdasarkan analisis bentuk tubuh atau morfologi. Penemuan ini membuat jumlah spesies Glyphodes yang tercatat di Indonesia menjadi 48. Sebelumnya, publikasi terakhir mengenai kelompok tersebut dari&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/tiga-ngengat-baru-dua-dari-papua-satu-berpotensi-hama/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/tiga-ngengat-baru-dua-dari-papua-satu-berpotensi-hama/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Mengenal Pare, Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/12/mengenal-pare-salah-satu-buah-paling-pahit-di-dunia-yang-punya-sejarah-panjang-sebagai-obat-tradisional/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/12/mengenal-pare-salah-satu-buah-paling-pahit-di-dunia-yang-punya-sejarah-panjang-sebagai-obat-tradisional/#respond</comments>
					<pubDate>12 Agu 2026 05:24:06 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/12051836/momordica-charantia-vegetable-natural-foods-local-food-food-plant-1629025-pxhere.com_-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131852</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Di antara aneka tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan harian, pare (Momordica charantia) punya posisi yang khas. Tanaman merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, dan sudah menjadi bahan pangan sekaligus ramuan herbal di berbagai kawasan selama ratusan tahun, dari Asia Selatan dan Asia Timur, Afrika, hingga Karibia. Ciri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/mengenal-pare-salah-satu-buah-paling-pahit-di-dunia-yang-punya-sejarah-panjang-sebagai-obat-tradisional/">Mengenal Pare, Salah Satu Buah Paling Pahit di Dunia yang Punya Sejarah Panjang sebagai Obat Tradisional</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Di antara aneka tanaman yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan harian, pare (Momordica charantia) punya posisi yang khas. Tanaman merambat dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae) ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, dan sudah menjadi bahan pangan sekaligus ramuan herbal di berbagai kawasan selama ratusan tahun, dari Asia Selatan dan Asia Timur, Afrika, hingga Karibia. Ciri paling menonjol dari pare tentu saja rasanya. Sebagai catatan, secara botani pare tergolong buah karena berkembang dari bunga dan mengandung biji di dalamnya, meski dalam praktik kuliner sehari-hari ia diperlakukan sebagai sayur, sama seperti tomat, mentimun, dan terong yang juga secara botani buah namun umum disebut sayur di dapur. Buah ini kerap disebut sebagai salah satu yang paling pahit di dunia, sebuah predikat yang lebih tepat dipahami sebagai reputasi yang luas beredar di berbagai sumber populer maupun ulasan botani, bukan hasil pengukuran ilmiah yang membandingkan tingkat kepahitan seluruh jenis buah dan sayur secara sistematis. Tidak ada studi yang menyusun peringkat baku semacam itu. Yang bisa dipastikan secara ilmiah adalah bahwa pare mengandung konsentrasi senyawa pahit dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan bahan pangan lain, sehingga rasa pahitnya konsisten dianggap sebagai salah satu yang paling ekstrem di antara tumbuhan yang lazim dikonsumsi manusia. Meski rasanya sering dihindari, keberadaan pare tetap bertahan lintas generasi dan lintas budaya, dari dapur rumah tangga hingga ramuan pengobatan tradisional. Perjalanan Pare, dari India hingga Dapur Nusantara Asal-usul pare masih menjadi bahan diskusi di kalangan peneliti botani. Sebagian ahli menduga pusat domestikasinya berada di Asia timur, kemungkinan di wilayah timur&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/mengenal-pare-salah-satu-buah-paling-pahit-di-dunia-yang-punya-sejarah-panjang-sebagai-obat-tradisional/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/12/mengenal-pare-salah-satu-buah-paling-pahit-di-dunia-yang-punya-sejarah-panjang-sebagai-obat-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Ketika Anak Muda di Jember Suarakan Penyelamatan Gumuk</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/12/ketika-anak-muda-di-jember-suarakan-penyelamatan-gumuk/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/12/ketika-anak-muda-di-jember-suarakan-penyelamatan-gumuk/#respond</comments>
					<pubDate>12 Agu 2026 04:09:13 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Zuhana A. Zuhro dan RZ. Hakim]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[M. Asad Asnawi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pertambangan]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/10052053/1-7-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131764</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[jawa dan jawa timur]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, komunitas lokal, dan Pertambangan]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Prihatin dengan kondisi gumuk di Jember yang kian terancam, Sudut Kalisat, komunitas anak muda tergerak untuk melakukan kampanye penyelamatan. Bagi mereka, menyelamatkan gumuk bukan sekadar menjaga bukit-bukit kecil, tetapi merawat ingatan ekologis dan identitas sebuah daerah. Muhammad Iqbal, Direktur Program Sudut Kalisat, gumuk bukan hanya bentang alam, melainkan ruang hidup yang membentuk hubungan manusia dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/ketika-anak-muda-di-jember-suarakan-penyelamatan-gumuk/">Ketika Anak Muda di Jember Suarakan Penyelamatan Gumuk</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Prihatin dengan kondisi gumuk di Jember yang kian terancam, Sudut Kalisat, komunitas anak muda tergerak untuk melakukan kampanye penyelamatan. Bagi mereka, menyelamatkan gumuk bukan sekadar menjaga bukit-bukit kecil, tetapi merawat ingatan ekologis dan identitas sebuah daerah. Muhammad Iqbal, Direktur Program Sudut Kalisat, gumuk bukan hanya bentang alam, melainkan ruang hidup yang membentuk hubungan manusia dengan lingkungannya. &#8220;Gumuk dulu menjadi ruang bermain kami. Ruang bertemu dengan teman-teman, mencari buah-buahan, mencari kayu bakar. Sekarang yang lebih sering terlihat justru truk yang mengangkut batu dan pasir dari gumok,&#8221; katanya, Kamis (30/7/26). Kegelisahan itulah yang melatari Sudut Kalisat riset, berburu arsip, hingga pameran seni yang berkaitan dengan gumuk. Makin  dalam mereka menelusuri arsip, semakin jelas bahwa sejarah daerah tidak pernah bisa terpisah dari lanskapnya. &#8220;Mustahil memahami sejarah tanpa memahami ruang tempat sejarah itu berlangsung. Alam bukan sekadar latar, tetapi bagian dari sejarah itu sendiri,&#8221; ujarnya. Melalui berbagai pameran, Sudut Kalisat berupaya menghadirkan ruang dialog antara manusia dengan bentang alam yang selama ini kerap hanya sebagai objek eksploitasi. Secara geologi, gumuk merupakan bukit-bukit kecil yang terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun. Bentuknya yang khas menjadikan Jember sering dijuluki sebagai Kota Seribu Gumuk. Bagi masyarakat, gumuk tidak sekadar menjadi penanda geografis. Bukit-bukit kecil itu berfungsi sebagai daerah resapan air, penahan angin, habitat berbagai jenis tumbuhan dan satwa, sekaligus penanda arah bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Iqbal mengatakan, masyarakat sebenarnya memahami manfaat tersebut. Banyak mata air muncul di sekitar gumuk. Lahan pertanian di sekitarnya pun memperoleh manfaat dari keberadaan bukit-bukit kecil itu. Namun, dalam beberapa&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/12/ketika-anak-muda-di-jember-suarakan-penyelamatan-gumuk/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/12/ketika-anak-muda-di-jember-suarakan-penyelamatan-gumuk/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Jaga Kedaulatan Pangan Kasepuhan Perlu Kepastian Wilayah Adat</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/11/jaga-kedaulatan-pangan-kasepuhan-perlu-kepastian-wilayah-adat/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/11/jaga-kedaulatan-pangan-kasepuhan-perlu-kepastian-wilayah-adat/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 23:59:23 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Anggita Raissa]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Sapariah Saturi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/11235736/Kasepuhan-Citorek_Foto-2-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131818</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[banten dan jawa]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan Indonsia, komunitas lokal, Masyarakat Adat, pangan, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>&#160; Keberlangsungan pangan Kasepuhan Banten Kidul, bergantung perempuan adat. Sebelum mulai tanam,  perempuan lebih dulu menentukan benih yang akan mereka tanam. Perempuan tahu benih mana yang paling sesuai dengan musim, dan menjaga proses tanam. Mereka juga memastikan hasil tersimpan aman di leuit, lumbung pangan adat yang jadi simbol kedaulatan pangan masyarakat kasepuhan. Untuk memastikan lumbung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/jaga-kedaulatan-pangan-kasepuhan-perlu-kepastian-wilayah-adat/">Jaga Kedaulatan Pangan Kasepuhan Perlu Kepastian Wilayah Adat</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[&nbsp; Keberlangsungan pangan Kasepuhan Banten Kidul, bergantung perempuan adat. Sebelum mulai tanam,  perempuan lebih dulu menentukan benih yang akan mereka tanam. Perempuan tahu benih mana yang paling sesuai dengan musim, dan menjaga proses tanam. Mereka juga memastikan hasil tersimpan aman di leuit, lumbung pangan adat yang jadi simbol kedaulatan pangan masyarakat kasepuhan. Untuk memastikan lumbung pangan  terjaga, masyarakat kesepuhan perlu kepastian wilayah adat. Bagi Een Suryani, perempuan adat Kasepuhan Karang, seluruh proses itu tak hanya sebagai pekerjaan domestik ataupun aktivitas bertani semata. Proses itu merupakan warisan pengetahuan leluhur agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. “Perempuan adat memulai semua dari memilih benih. Kami ikut menanam, memanen, menyimpan padi di leuit, lalu mengolahnya menjadi beras yang dimakan setiap hari ataupun digunakan saat Seren Taun,” kata Een dalam Diskusi Publik dan Konsolidasi RUU Masyarakat Adat di Kasepuhan Citorek, Lebak, Banten. Perempuan, katanya,  menjadi penjaga pengetahuan yang paling dekat dengan keberlangsungan sistem pangan. Melalui praktik turun-temurun, mereka mempertahankan benih lokal, mengelola cadangan pangan, sekaligus memastikan tradisi pertanian tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bagi masyarakat kasepuhan di Banten Kidul, pengetahuan berkembang bersamaan dengan cara mereka mengelola alam. Hutan mereka jaga sebagai kawasan penyangga kehidupan, mata air terlindungi agar sawah tetap produktif. Sedang, leuit memastikan hasil panen tak habis sekaligus agar menjadi cadangan ketika musim paceklik datang. Karena itu, kata Rosmawati, perwakilan Dewan Pemuda Adat Nusantara Region Jawa, bilang, pengetahuan adat tak mungkin terpisah dari wilayah adat sebagai ruang hidup dan ruang praktik. “Yang kami jaga bukan hanya sawah atau&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/jaga-kedaulatan-pangan-kasepuhan-perlu-kepastian-wilayah-adat/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/11/jaga-kedaulatan-pangan-kasepuhan-perlu-kepastian-wilayah-adat/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-perempuan-paling-terdampak-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalsel/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-perempuan-paling-terdampak-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalsel/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 15:00:52 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Riyad Dafhi Rizki]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Richaldo Hariandja]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[data dan statistik]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lahan basah]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan hukum]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/11142609/karhutla-Kalsel-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131792</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[kalimantan dan Kalimantan Selatan]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, data dan statistik, hutan indonesia, Lahan Basah, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Marlina harus menghentikan tabuhan rebananya dalam gelaran majelis taklim di Jalan Purnawirawan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (19/7/26) siang. Pasalnya, telepon genggamnya tidak kunjung berhenti berdering. Sontak, perempuan 37 tahun itu panik saat mendengar suara dari seberang sambungan: api mengepung rumahnya. Buru-buru dia pulang ke keidamannya di kawasan Transad RT24 Guntung Manggis, sekitar empat kilometer [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-perempuan-paling-terdampak-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalsel/">Ketika Perempuan Paling Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Marlina harus menghentikan tabuhan rebananya dalam gelaran majelis taklim di Jalan Purnawirawan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (19/7/26) siang. Pasalnya, telepon genggamnya tidak kunjung berhenti berdering. Sontak, perempuan 37 tahun itu panik saat mendengar suara dari seberang sambungan: api mengepung rumahnya. Buru-buru dia pulang ke keidamannya di kawasan Transad RT24 Guntung Manggis, sekitar empat kilometer dari lokasi pengajian. Di sana, jalanan sudah penuh petugas yang sedang berjibaku memadamkan api. Dia pun hanya bisa menyaksikan kejadian itu dari jauh karena tidak boleh mendekat. &#8220;Gemetar badan ulun (saya) waktu itu. Ada beberapa titik api yang mengelilingi rumah. Rumah ulun sudah tidak kelihatan, tertutup asap,&#8221; katanya, Rabu (22/7/26). Kebakaran terjadi di lahan yang rimbun purun dengan lapisan gambut tipis. Rumah Marlina di tengah hamparan itu. Bangunan yang baru dia tempati sekitar dua tahun terpisah dari pemukiman warga lain. Sebenarnya dia sempat melihat titik api sebelum meninggalkan rumah. Jaraknya sekitar dua kilometer. Tidak dia sangka, kebakaran tiba-tiba muncul di sebelah tempat tinggalnya. Relawan pemadam kebakaran bilang padanya, sekitar empat titik api muncul hampir bersamaan di sekitar lokasi. Paling parah di dekat rumahnya. &#8220;Hari itu angin kencang, Mungkin ada bara yang terbang, sehingga tiba-tiba api muncul 10 meter di sebelah rumah.&#8221; Tidak ada anggota keluarga yang tinggal di rumah saat kejadian. Suaminya sedang kerja, dua anaknya, usia dua tahun dan satu tahun sedang bersamanya. Dua anak yang lain, usia 17 tahun dan delapan tahun, sedang di rumah mertua. Tak sanggup hanya jadi penonton, dia pun memilih menjauh dari lokasi, mendatangi pengajian lain tak jauh dari&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-perempuan-paling-terdampak-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalsel/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-perempuan-paling-terdampak-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-kalsel/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Patroli Senyap Jumawan demi Penyu di Cilacap</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/patroli-senyap-jumawan-demi-penyu-di-cilacap/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/patroli-senyap-jumawan-demi-penyu-di-cilacap/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 13:00:11 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/04/30015112/Jumawan-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=131775</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[komunitas lokal, sains dan Teknologi, Satwa, dan tokoh]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Saat sebagian besar warga terlelap, Jumawan justru menyusuri pantai. Lelaki berusia 33 tahun itu mencari jejak penyu yang naik ke daratan untuk bertelur. Sejak 2019, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmennya menjaga penyu di pesisir Cilacap, Jawa Tengah. Jumawan kini memimpin Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja. Dalam patroli malam dan pagi hari, dia menemukan tiga titik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/patroli-senyap-jumawan-demi-penyu-di-cilacap/">Patroli Senyap Jumawan demi Penyu di Cilacap</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Saat sebagian besar warga terlelap, Jumawan justru menyusuri pantai. Lelaki berusia 33 tahun itu mencari jejak penyu yang naik ke daratan untuk bertelur. Sejak 2019, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmennya menjaga penyu di pesisir Cilacap, Jawa Tengah. Jumawan kini memimpin Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja. Dalam patroli malam dan pagi hari, dia menemukan tiga titik di sekitar Pantai Sodong yang kerap menjadi tempat penyu lekang bertelur. Jika sarang berada di lokasi berbahaya, telur-telur dipindahkan ke tempat penetasan yang lebih aman. Sekali bertelur, seekor penyu rata-rata menghasilkan sekitar 116 butir. Namun, tidak semuanya berhasil menetas. Tingkat keberhasilan penetasan umumnya sekitar 70 persen. Suhu pasir yang tidak sesuai, mikroorganisme, predator, dan gangguan manusia dapat menyebabkan telur gagal berkembang. Musim penyu bertelur di Cilacap berlangsung antara April hingga September. Puncaknya terjadi pada Juni dan Juli, ketika musim kemarau berlangsung dan gelombang laut relatif lebih stabil. Penyu biasanya naik saat air pasang tertinggi, mulai sore hingga malam, lalu membutuhkan waktu sekitar 45–70 menit untuk menggali sarang dan meletakkan telur. Vegetasi pantai ikut menentukan keselamatan telur dan tukik. Pandan laut memberi keteduhan, sementara rumput lari dapat menjadi tempat berlindung tukik dari predator. Katang-katang dan pohon kelapa juga menjadi bagian penting dari habitat alami penyu di pantai. Perjalanan Jumawan tidak selalu mudah. Pada 2019, pengambilan telur penyu masih dilakukan warga. Telur dijual seharga Rp3-5 ribu per butir karena dipercaya dapat meningkatkan stamina orang dewasa. Banyak warga ketika itu belum memahami bahwa penyu merupakan satwa yang dilindungi. Jumawan bahkan pernah membeli 50 telur penyu yang ditawarkan melalui&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/patroli-senyap-jumawan-demi-penyu-di-cilacap/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/patroli-senyap-jumawan-demi-penyu-di-cilacap/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Sorgum, Pangan Lokal Potensial yang Bisa Diolah Jadi Mie dan Roti Kaya Serat</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/sorgum-pangan-lokal-potensial-yang-bisa-diolah-jadi-mie-dan-roti-kaya-serat/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/sorgum-pangan-lokal-potensial-yang-bisa-diolah-jadi-mie-dan-roti-kaya-serat/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 11:00:19 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2023/02/22015042/Sorgum1-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=131723</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, komunitas lokal, dan pangan]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Sorgum bukan tanaman baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tanaman pangan ini telah lama dibudidayakan petani setempat, terutama di daerah kering dan berbatu. Di tengah ancaman iklim dan krisis pangan, sorgum kembali dilihat sebagai bahan pangan yang berpotensi dikembangkan. Pegiat sorgum asal Flores Timur, Maria Loretha, menyebut tanaman ini lebih tahan menghadapi krisis iklim dibandingkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/sorgum-pangan-lokal-potensial-yang-bisa-diolah-jadi-mie-dan-roti-kaya-serat/">Sorgum, Pangan Lokal Potensial yang Bisa Diolah Jadi Mie dan Roti Kaya Serat</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Sorgum bukan tanaman baru bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tanaman pangan ini telah lama dibudidayakan petani setempat, terutama di daerah kering dan berbatu. Di tengah ancaman iklim dan krisis pangan, sorgum kembali dilihat sebagai bahan pangan yang berpotensi dikembangkan. Pegiat sorgum asal Flores Timur, Maria Loretha, menyebut tanaman ini lebih tahan menghadapi krisis iklim dibandingkan padi dan jagung. Ketika terkena banjir atau angin kencang, batang jagung dapat patah. Sementara batang sorgum yang patah masih dapat tumbuh kembali. Kemampuan tersebut membuat sorgum cocok dengan kondisi alam di sejumlah wilayah NTT. Meski demikian, pengembangannya tetap perlu dilakukan secara terarah. Menurut Maria, tidak seluruh wilayah NTT harus ditanami sorgum. Pemerintah perlu menentukan kawasan yang menjadi prioritas. Sorgum juga memiliki nilai ekonomi bagi petani. Harga jualnya dapat mencapai hampir dua kali lipat harga jagung. Namun, pengembangan komoditas ini membutuhkan dukungan berupa mesin perontok, mesin sosoh, serta pihak yang menjamin hasil panen dapat diserap pasar. Selain tahan tumbuh di lahan kering, sorgum memiliki potensi sebagai sumber pangan. Koalisi Pangan BAIK yang bekerja di Manggarai Timur, Flores Timur, dan Lembata menyebut tanaman ini memiliki struktur kompleks seperti pati, asam fenolat, dan antioksidan. Berdasarkan uji laboratorium yang mereka lakukan, sorgum juga kaya serat dan bebas gluten. Sorgum juga ramah dikonsumsi penyintas diabetes. Potensi sorgum tidak hanya terbatas sebagai makanan lokal. Tanaman ini juga dipandang dapat menjadi pengganti gandum untuk industri mie dan roti. Pemerintah mendorong pengembangannya jika Indonesia terdampak kebijakan larangan ekspor gandum dari sejumlah negara produsen. Sorgum disebut secara genetik masih satu keluarga dengan gandum. Karena&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/sorgum-pangan-lokal-potensial-yang-bisa-diolah-jadi-mie-dan-roti-kaya-serat/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/sorgum-pangan-lokal-potensial-yang-bisa-diolah-jadi-mie-dan-roti-kaya-serat/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Kucing Bakau, Penghuni Misterius Hutan Mangrove</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/11/kucing-bakau-penghuni-misterius-hutan-mangrove/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/11/kucing-bakau-penghuni-misterius-hutan-mangrove/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 09:27:30 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Christopel Paino]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2025/02/21233523/fishing-cat-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131806</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Gorontalo dan sulawesi]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[dunia kucing, hutan indonesia, Lahan Basah, sains dan Teknologi, dan Satwa]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Tubuhnya sebesar anjing kecil, bulunya kuning keabu-abuan dengan bercak hitam, dan cakarnya sedikit berselaput. Ia adalah ciri khas satwa yang lahir untuk berburu di air, meskipun selaput ini tidak menutupi seluruh bagian kaki seperti pada beberapa spesies lainnya. Itulah kucing bakau (Prionailurus viverrinus), jenis kucing liar paling langka di dunia yang keberadaannya nyaris tak disadari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/kucing-bakau-penghuni-misterius-hutan-mangrove/">Kucing Bakau, Penghuni Misterius Hutan Mangrove</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Tubuhnya sebesar anjing kecil, bulunya kuning keabu-abuan dengan bercak hitam, dan cakarnya sedikit berselaput. Ia adalah ciri khas satwa yang lahir untuk berburu di air, meskipun selaput ini tidak menutupi seluruh bagian kaki seperti pada beberapa spesies lainnya. Itulah kucing bakau (Prionailurus viverrinus), jenis kucing liar paling langka di dunia yang keberadaannya nyaris tak disadari banyak orang. Bahkan, oleh masyarakat yang tinggal berdekatan dengannya. Secara umum, selaput pada kaki kucing bakau berfungsi membantu mereka saat berenang dan mencegah tenggelam ketika berjalan di atas lumpur atau tanah lunak di habitat lahan basah seperti hutan mangrove. Hal ini berkaitan dengan perilaku mereka sebagai fishing cat atau “kucing pemancing&#8221; yang sering berinteraksi dengan lingkungan perairan. &#8220;Kucing bakau adalah kucing terbesar di antara jenis-jenis Prionailurus, dengan wajah lonjong bercirikan hidung khas, bagian bawah tubuh putih, dan telinga belakang berwarna hitam dengan totol putih di tengahnya,&#8221; tulis Kuncoro, dkk, peneliti dari Universitas Negeri Surabaya dalam laporan identifikasi morfologi dan genetik mereka. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2023 tersebut dengan judul, “The vulnerable fishing cat Prionailurus viverrinus from Wonorejo Mangroves, Surabaya, Indonesia based on morphology and molecular data”, berhasil mengonfirmasi kehadiran spesies ini di Jawa Timur berdasarkan analisis gen Cytochrome b. Temuan ini penting, karena data populasi kucing bakau di Indonesia, khususnya di luar Sumatera dan Jawa Barat, masih sangat minim. Nama belakang yang disematkan padanya; bakau, merujuk pada habitatnya di lahan basah, yakni hutan mangrove, rawa dan juga sungai. Sayangnya, rumah kucing ini sedang runtuh pelan-pelan. Setiap hektar mangrove yang berubah jadi tambak, kompleks perumahan, atau&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/kucing-bakau-penghuni-misterius-hutan-mangrove/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/11/kucing-bakau-penghuni-misterius-hutan-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Riset Danau Purba Ungkap Erupsi Supervolcano Toba 74.000 Tahun Lalu Ternyata Tak Seganas yang Dikira</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/11/riset-danau-purba-ungkap-erupsi-supervolcano-toba-74-000-tahun-lalu-ternyata-tak-seganas-yang-dikira/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/11/riset-danau-purba-ungkap-erupsi-supervolcano-toba-74-000-tahun-lalu-ternyata-tak-seganas-yang-dikira/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 07:49:42 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/11073951/pinatubo-1991-06-29-pyroclastic-flow-deposits-of-marella-river-valley-a3ba81-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131799</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Erupsi dahsyat Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu kerap disebut sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah manusia purba. Letusan supervolcano di Sumatra ini melontarkan ribuan kilometer kubik magma ke atmosfer dalam waktu sekitar dua minggu saja, jauh lebih besar dibanding letusan Gunung Pinatubo pada 1991. Skala letusan yang luar biasa ini membuat banyak ilmuwan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/riset-danau-purba-ungkap-erupsi-supervolcano-toba-74-000-tahun-lalu-ternyata-tak-seganas-yang-dikira/">Riset Danau Purba Ungkap Erupsi Supervolcano Toba 74.000 Tahun Lalu Ternyata Tak Seganas yang Dikira</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Erupsi dahsyat Gunung Toba sekitar 74.000 tahun lalu kerap disebut sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah manusia purba. Letusan supervolcano di Sumatra ini melontarkan ribuan kilometer kubik magma ke atmosfer dalam waktu sekitar dua minggu saja, jauh lebih besar dibanding letusan Gunung Pinatubo pada 1991. Skala letusan yang luar biasa ini membuat banyak ilmuwan menduga Toba memicu musim dingin vulkanik berkepanjangan, bahkan sampai membawa nenek moyang manusia ke ambang kepunahan. Dugaan itu kini mulai terbantahkan. Penelitian terbaru yang dipimpin Jinheum Park, geosaintis dari Johannes Gutenberg University di Mainz, Jerman, menunjukkan bahwa dampak iklim dari erupsi Toba jauh lebih ringan dari yang selama ini dibayangkan. Buktinya ditemukan bukan di Sumatra, melainkan ribuan kilometer jauhnya, di dasar sebuah danau kecil di Afrika Timur. Sedimen Danau yang Tersusun Seperti Kalender Selama ini, para peneliti kesulitan memastikan seberapa parah dampak Toba karena sedimen laut atau danau pada umumnya bercampur dari tahun ke tahun. Mengukur perubahan iklim yang hanya berlangsung satu atau dua tahun dari sedimen semacam ini ibarat mencoba mengukur waktu lari cepat seratus meter menggunakan kalender dinding. Danau Chala, danau kawah kecil di lereng Gunung Kilimanjaro, Kenya-Tanzania, menawarkan solusi. Danau ini cukup dalam, sekitar 90 meter, dan airnya tidak pernah berputar total sampai ke dasar. Kondisi ini membuat dasar danau minim oksigen dan bebas arus, sehingga sedimen yang mengendap tidak terganggu dan terbentuk sangat teratur setiap tahun, mirip cincin tahunan pada batang pohon, tetapi tersimpan di dasar danau. Gambar mikroskopis lapisan sedimen Danau Chala yang memuat lapisan abu vulkanik Toba (ditandai YTT).&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/riset-danau-purba-ungkap-erupsi-supervolcano-toba-74-000-tahun-lalu-ternyata-tak-seganas-yang-dikira/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/11/riset-danau-purba-ungkap-erupsi-supervolcano-toba-74-000-tahun-lalu-ternyata-tak-seganas-yang-dikira/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Ketika Kebakaran Bromo Kian Meluas</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-kebakaran-bromo-kian-meluas/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-kebakaran-bromo-kian-meluas/#respond</comments>
					<pubDate>11 Agu 2026 03:42:19 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Eko Widianto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[M. Asad Asnawi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/10174156/TNBTS-3-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131782</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[jawa]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana dan hutan indonesia]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas. Minggu (9/8/26), akun Instagram hamdaaa14_membagikan video hamparan rerumputan di Gunung Bromo yang biasa hijau bak bermadani, kini berubah menjadi hitam kelam. Nyaris semua tutupan padang sabana terbakar, dengan sebagian kecil yang tampak menguning. Sampai pukul 17.00, unggahan  yang dibagikan  166 akun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-kebakaran-bromo-kian-meluas/">Ketika Kebakaran Bromo Kian Meluas</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas. Minggu (9/8/26), akun Instagram hamdaaa14_membagikan video hamparan rerumputan di Gunung Bromo yang biasa hijau bak bermadani, kini berubah menjadi hitam kelam. Nyaris semua tutupan padang sabana terbakar, dengan sebagian kecil yang tampak menguning. Sampai pukul 17.00, unggahan  yang dibagikan  166 akun dan disukai 4.419 akun serta mendapat komentar dari 130 orang. “Ini sisa-sisa kebakaran kemarin yang melahap semuanya,”kata Hamda. Data TNBTS menyebut, karhutla  melahap 176 hektar, titik api pertama kali berada di Blok Bantengan, Senin (3/8/26) pukul 17.00. Guna memadamkan api, ratusan personel terdiri atas petugas Balai Besar TNBTS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan berjibaku. Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS, menduga kebakaran karena  faktor manusia, bukan alam. Pasalnya, awal titik api berada di Blok Bantengan,  merupakan jalur tradisional perlintasan warga yang menghubungkan Desa Argosari-Desa Ranupani, Kecamatan Senduro,  Kabupaten Lumajang. “Nah, kemungkinan saat melintas malam hari saat udara dingin membuat perapian. Mungkin lupa mematikan sehingga menjadi pemicu kebakaran,” katanya kepada jurnalis. Menurut dia, tak ada unsur kesengajaan dalam karhutla kali ini tetapi murni faktor kelalaian manusia. Karhutla di  TNBTS berdampak langsung terhadap aktivitas wisata gunung api Gunung Bromo. Mobil tangki juga dikerahkan untuk membantu memadamkan api di kawasan TNBTS. Foto: Dokumen TNBTS. Wisata tutup total  TNBTS putuskan menutup total seluruh akses wisata ke Gunung Bromo sejak Minggu (9/8/26). Sebelumnya, penutupan hanya  dua pintu masuk, yakni,  Jemplang di Kabupaten Malang dan Senduro, Lumajang. Sedangkan akses dari Cemoro Lawang, Probolinggo dan Wonokitri Pasuruan masih&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-kebakaran-bromo-kian-meluas/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/11/ketika-kebakaran-bromo-kian-meluas/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Masyarakat Adat Pesisir Tomini Waswas Terhimpit Kawasan Konservasi</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-adat-pesisir-tomini-waswas-terhimpit-kawasan-konservasi/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-adat-pesisir-tomini-waswas-terhimpit-kawasan-konservasi/#respond</comments>
					<pubDate>10 Agu 2026 16:10:31 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Sarjan Lahay]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[M. Asad Asnawi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan hukum]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/10065053/thumbnail-1-1-768x512.png" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131751</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[sulawesi]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, komunitas lokal, pangan, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Hari belum terang betul saat Ramsa menurunkan perahu di bibir Teluk Tomini, Desa Bolano Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Air laut pun masih terlihat tenang dengan warna kebiruan dengan hamparan hutan bakau di tepian. Perlahan, perahu  Ramsa meluncur membelah permukaan Laut Kecil atau Dagat Dede, salah satu wilayah  adat Lipu Boano. Bagi nelayan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-adat-pesisir-tomini-waswas-terhimpit-kawasan-konservasi/">Masyarakat Adat Pesisir Tomini Waswas Terhimpit Kawasan Konservasi</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Hari belum terang betul saat Ramsa menurunkan perahu di bibir Teluk Tomini, Desa Bolano Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Air laut pun masih terlihat tenang dengan warna kebiruan dengan hamparan hutan bakau di tepian. Perlahan, perahu  Ramsa meluncur membelah permukaan Laut Kecil atau Dagat Dede, salah satu wilayah  adat Lipu Boano. Bagi nelayan 52 tahun itu, Dagat Dede bukan sekadar tempat untuk mencari ikan, juga menjadi “dapur” bagi keluarganya dan Masyarakat Adat Boano (MAB). Dia berangkat saban pagi dan kembali pulang saat sore menjelang. Jika sedang beruntung, hasil tangkapannya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya hari itu dan sisanya dia jual ke pasar kampung. Ramsa tidak memerlukan kompas untuk melaut. Dia bisa menemukan ikan hanya dengan membaca tanda alam, seperti arah arus, hembusan angin, perubahan warna air, hingga gugusan mangrove di pesisir. Dia merasa lebih akrab dengan penanda itu ketimbang alat navigasi modern karena sudah mengenalnya dari ayah dan kakeknya. “Pengetahuan tersebut bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan warisan leluhur Masyarakat Adat Boano yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, termasuk Laut Kecil,” ujar Ramsa saat Mongabay temui di pondoknya di pesisir Laut Kecil, tengah Juli. Ramsa, satu dari ratusan nelayan kecil MAB yang gantungkan hidup dari laut di  Boano. Bagi dia dan nelayan lain, bentang pesisir Dagat Dede yang meliputi muara sungai, hingga hutan mangrove bukan sekadar sumber pangan, melainkan ruang hidup yang menopang penghidupan, tradisi. Bahkan, keberlangsungan komunitas. Keterikatan itu berakar pada sejarah panjang MAB yang meyakini diri sebagai penerus Kerajaan Boano -kerajaan yang pernah berdiri di pesisir&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-adat-pesisir-tomini-waswas-terhimpit-kawasan-konservasi/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-adat-pesisir-tomini-waswas-terhimpit-kawasan-konservasi/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Kelong Cacak, Warisan Maritim yang Menjaga Laut Kepulauan Riau</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/kelong-cacak-warisan-maritim-yang-menjaga-laut-kepulauan-riau/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/kelong-cacak-warisan-maritim-yang-menjaga-laut-kepulauan-riau/#respond</comments>
					<pubDate>10 Agu 2026 10:00:38 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2025/01/21234316/alat-tangkap1-768x512.jpeg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=131722</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[ekonomi dan bisnis, gaya hidup, Kelautan perikanan, komunitas lokal, dan solusi iklim]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Di pesisir Pulau Karas, Kota Batam, Kepulauan Riau, deretan kayu ditancapkan ke dasar laut dan disusun menyerupai pagar. Di antara kayu-kayu tersebut terpasang jaring berbentuk segitiga dengan ukuran berbeda. Bangunan sederhana ini disebut kelong cacak, alat tangkap tradisional yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan dan cumi. Kelong cacak dipasang pada jalur arus surut air laut. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/kelong-cacak-warisan-maritim-yang-menjaga-laut-kepulauan-riau/">Kelong Cacak, Warisan Maritim yang Menjaga Laut Kepulauan Riau</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Di pesisir Pulau Karas, Kota Batam, Kepulauan Riau, deretan kayu ditancapkan ke dasar laut dan disusun menyerupai pagar. Di antara kayu-kayu tersebut terpasang jaring berbentuk segitiga dengan ukuran berbeda. Bangunan sederhana ini disebut kelong cacak, alat tangkap tradisional yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan dan cumi. Kelong cacak dipasang pada jalur arus surut air laut. Ketika mengikuti arus, ikan masuk melalui bagian bernama bunuh luar yang terletak di antara dua sayap kelong. Dari sana, ikan bergerak menuju bunuh pari dan akhirnya terperangkap di bunuh mati. Setelah ikan terkumpul, nelayan dapat mengambilnya dengan menarik jaring atau menyelam. Busri, nelayan Pulau Karas, lebih memilih menyelam untuk mengambil ikan dan cumi dari kelong miliknya. Kelong cacak terdiri dari beberapa bagian, yaitu atas penajur, beremban sayap kiri dan kanan, bunuh luar, bunuh pari, bunuh mati, serta kayu bontot. Kayu-kayunya harus disusun menggunakan cara khusus agar tetap kuat ketika terkena arus laut maupun dinaiki nelayan. Nelayan pesisir Batam biasanya memasang kelong menjelang musim ikan dingkis, sekitar November. Harga ikan tersebut dapat meningkat hingga 100 persen pada musimnya. Modal untuk membangun kelong cacak berkisar Rp6-10 juta. Hasil tangkapannya tidak selalu sama. Dalam sekali panen, Busri dapat memperoleh sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Saat bukan musim ikan dingkis, hasil dari kelong digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja sehari-hari. Sebuah penelitian dari Universitas Riau Kepulauan pada 2022 menyebut kelong sebagai alat tangkap ramah lingkungan sekaligus bentuk kearifan lokal. Kelong tidak hanya menjadi alat untuk memperoleh ikan, tetapi juga bagian dari cara masyarakat pesisir mengatur pemanfaatan ruang laut. Lokasi&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/kelong-cacak-warisan-maritim-yang-menjaga-laut-kepulauan-riau/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/kelong-cacak-warisan-maritim-yang-menjaga-laut-kepulauan-riau/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Lipu Boano: Menjaga Adat dan Memperjuangkan Ruang Hidup</title>
					<link>https://mongabay.co.id/video/2026/08/lipu-boano-menjaga-adat-dan-memperjuangkan-ruang-hidup/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/video/2026/08/lipu-boano-menjaga-adat-dan-memperjuangkan-ruang-hidup/#respond</comments>
					<pubDate>10 Agu 2026 06:51:21 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Niko Wicaksana]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/10065053/thumbnail-1-1-768x512.png" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=videos&#038;p=131772</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Sulawesi Tengah]]>
						</locations>
					
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Di Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Masyarakat Hukum Adat (MHA) Lipu Boano masih mempertahankan adat yang diwariskan turun-temurun. Adat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi pedoman dalam mengatur kehidupan sosial dan hubungan mereka dengan wilayah kelola. Danau, laut kecil, kawasan sagu, serta wilayah lainnya menjadi bagian penting dari ruang hidup masyarakat. Sumber [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/video/2026/08/lipu-boano-menjaga-adat-dan-memperjuangkan-ruang-hidup/">Lipu Boano: Menjaga Adat dan Memperjuangkan Ruang Hidup</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Di Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Masyarakat Hukum Adat (MHA) Lipu Boano masih mempertahankan adat yang diwariskan turun-temurun. Adat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi pedoman dalam mengatur kehidupan sosial dan hubungan mereka dengan wilayah kelola. Danau, laut kecil, kawasan sagu, serta wilayah lainnya menjadi bagian penting dari ruang hidup masyarakat. Sumber daya alam dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun penggunaannya diatur melalui ketentuan adat. Salah satunya melalui sistem buka-tutup danau yang memberi kesempatan bagi sumber daya alam untuk pulih sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat. Praktik tersebut menunjukkan bagaimana pengetahuan dan aturan adat masih menjadi bagian dari kehidupan MHA Lipu Boano. Namun, keberadaan sistem adat yang masih berjalan belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan hukum dari negara. Persoalan ruang hidup semakin kompleks karena sebagian wilayah kelola MHA Lipu Boano beririsan dengan kawasan Suaka Margasatwa Tanjung Santigi. Kondisi ini menimbulkan persoalan tenurial dan ketidakpastian bagi masyarakat dalam mempertahankan serta mengelola wilayah yang secara turun-temurun menjadi bagian dari kehidupan mereka. Karena itu, pengakuan MHA menjadi bagian penting dalam perjuangan masyarakat Lipu Boano. Pengakuan tidak hanya berkaitan dengan identitas dan keberadaan masyarakat adat, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat perlindungan terhadap hak tenurial dan wilayah kelola mereka. Pada 2026, proses asesmen sosio-legal dilakukan sebagai bagian dari upaya pengajuan pengakuan MHA Lipu Boano kepada pemerintah. Proses ini mendokumentasikan sejarah, kelembagaan adat, sistem hukum adat, serta hubungan masyarakat dengan wilayahnya. Pendokumentasian tersebut diharapkan menjadi dasar yang kuat untuk menunjukkan keberadaan masyarakat adat sekaligus memperjelas hak dan ruang kelola mereka. Perjuangan MHA Lipu Boano bukan hanya&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/video/2026/08/lipu-boano-menjaga-adat-dan-memperjuangkan-ruang-hidup/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/video/2026/08/lipu-boano-menjaga-adat-dan-memperjuangkan-ruang-hidup/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Resak Brebes, Pohon Langka yang Hanya Ada di Jawa</title>
					<link>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/resak-brebes-pohon-langka-yang-hanya-ada-di-jawa/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/resak-brebes-pohon-langka-yang-hanya-ada-di-jawa/#respond</comments>
					<pubDate>10 Agu 2026 04:22:03 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Editor]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akita Verselita]]>
					</author>
															<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2021/01/22042018/Pohon-di-Sulawesi-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?post_type=short-article&#038;p=131640</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[gaya hidup, hutan indonesia, dan sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Namanya mungkin belum sepopuler jati atau mahoni. Namun, resak brebes merupakan salah satu kekayaan tumbuhan Pulau Jawa yang keberadaannya semakin terancam. Pohon bernama ilmiah Vatica javanica ssp. javanica ini merupakan tumbuhan endemik Jawa. Resak brebes juga dikenal dengan nama kruing laki dan pelahlar laki. Ukurannya tergolong kecil hingga sedang. Tingginya dapat mencapai 27 meter dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/resak-brebes-pohon-langka-yang-hanya-ada-di-jawa/">Resak Brebes, Pohon Langka yang Hanya Ada di Jawa</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Namanya mungkin belum sepopuler jati atau mahoni. Namun, resak brebes merupakan salah satu kekayaan tumbuhan Pulau Jawa yang keberadaannya semakin terancam. Pohon bernama ilmiah Vatica javanica ssp. javanica ini merupakan tumbuhan endemik Jawa. Resak brebes juga dikenal dengan nama kruing laki dan pelahlar laki. Ukurannya tergolong kecil hingga sedang. Tingginya dapat mencapai 27 meter dengan diameter batang setinggi dada sekitar 25 sentimeter. Batangnya memiliki ciri khas berupa permukaan berwarna putih keabuan atau cokelat keabuan. Batangnya lurus dengan garis-garis mendatar yang melingkar. Sementara rantingnya ditutupi bulu-bulu halus yang rapat. Kayu resak brebes dikenal keras dan kuat. Karakter tersebut membuatnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, seperti untuk rumah dan jembatan, bahkan untuk membuat ukiran. Sayangnya, keberadaan pohon ini terus mengalami tekanan. Buku “Daftar Merah 50 Jenis Pohon Kayu Komersial” yang diterbitkan Pusat Penelitian Biologi LIPI, kini BRIN, menyebut populasinya diperkirakan menurun hingga 50 persen dalam kurun 100 tahun. Kualitas habitatnya juga mengalami penurunan. Ancaman utamanya datang dari perubahan hutan menjadi lahan pertanian, perkebunan, dan permukiman yang terjadi secara masif di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat habitat resak brebes semakin terdesak dan populasinya menurun. Gambaran keberadaannya dapat dilihat di Desa Capar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pada Oktober 2021, komunitas Biologi Satu melakukan ekspedisi selama tiga bulan untuk mendata populasi resak brebes, mencatat ancaman, sekaligus mengenalkan pentingnya pelestarian pohon ini kepada masyarakat. Pengamatan dilakukan pada delapan plot berukuran masing-masing 20 × 20 meter. Hasilnya, ekspedisi mendata 260 individu per hektare. Peneliti juga mencatat 200 seedling atau anakan pohon dengan tinggi kurang dari&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/resak-brebes-pohon-langka-yang-hanya-ada-di-jawa/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/short-article/2026/08/resak-brebes-pohon-langka-yang-hanya-ada-di-jawa/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Masyarakat Banasu Berupaya Peroleh Penetapan Hutan Adat</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-banasu-berupaya-peroleh-penetapan-hutan-adat/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-banasu-berupaya-peroleh-penetapan-hutan-adat/#respond</comments>
					<pubDate>10 Agu 2026 03:01:41 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Moh Tamimi]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[M. Asad Asnawi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[hutan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan hukum]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/09115753/Memanen-padi-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131712</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[sulawesi]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, komunitas lokal, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Bulir-bulir padi menguning siap panen. Hutan nan lebat mengellilingi Desa Banasu, Kecamatan Pipikoro,  Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), bak sabuk hijau pelindung kawasan. Masyarakat Adat Banasu yang  berada di pedalaman Sulteng ini, berdampingan dengan hutan lindung. Warga Banasu yang jadi bagian suku To Kulawi Uma ini tengah  berjuang mendapatkan pengakuan dan penetapan hutan adat dari  Kementerian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-banasu-berupaya-peroleh-penetapan-hutan-adat/">Masyarakat Banasu Berupaya Peroleh Penetapan Hutan Adat</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Bulir-bulir padi menguning siap panen. Hutan nan lebat mengellilingi Desa Banasu, Kecamatan Pipikoro,  Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), bak sabuk hijau pelindung kawasan. Masyarakat Adat Banasu yang  berada di pedalaman Sulteng ini, berdampingan dengan hutan lindung. Warga Banasu yang jadi bagian suku To Kulawi Uma ini tengah  berjuang mendapatkan pengakuan dan penetapan hutan adat dari  Kementerian Kehutanan. Sepeda motor menjadi moda transportasi utama untuk menuju desa ini. Dari Desa Gimpu, Kulawi Selatan, desa terdekat jaraknya sekitar tiga jam membelah hutan, melewati jalan berlumpur, berkerikil, dan berbatu. Bagi Masyarakat Adat Banasu, hutan tak sekadar bentang alam. Lebih dari itu, ia adalah ruang hidup dan sumber penghidupan. Dari hutan pula mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alasan itu pula yang membuat mereka berjuang untuk mendapat pengakuan dan perlindungan  wilayah adat negara mengambil alih hutan  mereka pada 1999. Demetrius Lkana, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Desa Banasu, mengatakan, yang mereka ajukan sebagai wilayah adat itu hanya mencakup wilayah teritorial desa. Area itu yang selama ini mereka kelola turun temurun dari nenek moyang, bahkan sejak sebelum klaim oleh negara. Sebelumnya, pada 22 April 2025, sudah terbit  SK Bupati Nomor 100.3-160/2025 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat dan Wilayah Adat To Kulawi di Banasu Kabupaten Sigi. Dalam SK itu, Pemerintah  Sigi mengakui wilayah adat di Banasu seluas 5.989,12 hektar. “Kalau hutan yang ada di sekeliling Desa Banasu kami tidak pertahankan, maka ke mana, ke mana nanti masyarakat Desa Banasu untuk mencari kebutuhan?” katanya, Rabu (6/5/26) Mereka juga ingin melindungi hutan mereka dari proyek-proyek besar, eksploitasi alam, yang mengancam kelestarian&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-banasu-berupaya-peroleh-penetapan-hutan-adat/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/10/masyarakat-banasu-berupaya-peroleh-penetapan-hutan-adat/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Umit dan Peta Global Harimau di Asia Tengah</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/10/umit-dan-peta-global-harimau-di-asia-tengah/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/10/umit-dan-peta-global-harimau-di-asia-tengah/#respond</comments>
					<pubDate>10 Agu 2026 02:28:09 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Nuswantoro]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Rahmadi R]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/10021610/Harimau-Umit1-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131739</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Yogyakarta]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[hutan indonesia, jawa, sains dan Teknologi, Satwa, dan sumatera]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Umit berlari kencang, ketika pintu kerangkeng yang membawanya ke tepian Danau Balkhash dibuka, Jumat (31/7/26). Umit merupakan satu dari empat ekor harimau amur yang menjalani program reintroduksi di Kazakhstan. Sekitar 10 tahun lalu, sebuah proyek besar dirancang untuk mengembalikan sang predator puncak ke habitat alami di kawasan delta Sungai Ili dan Danau Balkhash. Sudah 70 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/10/umit-dan-peta-global-harimau-di-asia-tengah/">Umit dan Peta Global Harimau di Asia Tengah</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Umit berlari kencang, ketika pintu kerangkeng yang membawanya ke tepian Danau Balkhash dibuka, Jumat (31/7/26). Umit merupakan satu dari empat ekor harimau amur yang menjalani program reintroduksi di Kazakhstan. Sekitar 10 tahun lalu, sebuah proyek besar dirancang untuk mengembalikan sang predator puncak ke habitat alami di kawasan delta Sungai Ili dan Danau Balkhash. Sudah 70 tahun, kawasan ini tanpa auman satwa berwibawa. Pada 2018, Cagar Alam Ile Balkhash disiapkan sebagai pusat program reintroduksi. Umit, harimau betina amur (Panthera tigris altaica), nanti tidak sendirian. Amur (jantan dewasa), serta Turan dan Ussuri (keduanya anakan) kini sedang menjalani fase adaptasi dan evaluasi. Pihak yang mengawal proses ini adalah pemerintah Kazakhstan dan Rusia, ilmuwan internasional, serta organisasi konservasi global. “Hari ini, kita menyaksikan sebuah peristiwa bersejarah,” kata Yerlan Nyssanbayev, Menteri Ekologi dan Sumber Daya Alam Kazakhstan, dalam rilis yang diberikan kepada media pada Senin (3/8/26), atau tiga hari setelah pelepasliaran. Harimau betina bernama Umit ini dilepaskan di kawasan delta Sungai Ili dan Danau Balkhash. Kazakhstan. Foto: Dok. Kementerian Ekologi dan Sumber Daya Alam Kazakhstan. Demi keamanan dan keselamatan satwa, waktu dan lokasi pelepasliaran Umit tidak dirinci untuk publik. Terutama, agar tidak terjadi penumpukan massa di hari H, sekaligus antisipasi perburuan, serta demi keselamatan satwa. Bagian hilir Sungai Ili dan wilayah selatan Danau Balkhash dulu merupakan wilayah alami harimau. Bentang alam ini menyediakan air, perlindungan, dan mangsa yang melimpah. Namun, pada 1948 harimau menghilang dari Kazakhstan. Penyebabnya adalah penghancuran dan fragmentasi hutan, penurunan jumlah ungulata liar, meningkatnya aktivitas manusia, dan perburuan tak terkendali yang membuat&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/10/umit-dan-peta-global-harimau-di-asia-tengah/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/10/umit-dan-peta-global-harimau-di-asia-tengah/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Sulitnya Negara Jamin Hak Masyarakat Adat</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/09/sulitnya-negara-jamin-hak-masyarakat-adat/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/09/sulitnya-negara-jamin-hak-masyarakat-adat/#respond</comments>
					<pubDate>09 Agu 2026 23:48:23 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Achmad Rizki Muazam]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Sapariah Saturi]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[politik dan hukum]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2024/08/22000940/Atuk-Sukar-Ketua-Adat-Suku-Mapur-di-Dusun-Pejem-Pulau-Bangka-yang-masih-menetap-di-sekitar-hutan-larangan-Bukit-Tabun.-Foto-Nopri-Ismi-Mongabay-Indonesia-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131731</guid>

					
											<locations>
							<![CDATA[Jakarta dan jawa]]>
						</locations>
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[bencana, hutan indonesia, komunitas lokal, Masyarakat Adat, pangan, dan politik dan hukum]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>&#160; Afrida Erna Ngato masih waswas dan trauma pasca penetapan tersangka pada 14 April 2026. Perempuan adat Suku Pagu Halmahera Utara, di Maluku Utara ini khawatir bepergian sendiri,  bahkan tak berani beraktivitas seperti belanja ke pasar sekalipun. “Kemana-mana saya menyamar pakai kerudung,” ujar Afrida kepada Mongabay Indonesia. Rasa waswas itu membuat dia takut pergi berladang. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/09/sulitnya-negara-jamin-hak-masyarakat-adat/">Sulitnya Negara Jamin Hak Masyarakat Adat</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[&nbsp; Afrida Erna Ngato masih waswas dan trauma pasca penetapan tersangka pada 14 April 2026. Perempuan adat Suku Pagu Halmahera Utara, di Maluku Utara ini khawatir bepergian sendiri,  bahkan tak berani beraktivitas seperti belanja ke pasar sekalipun. “Kemana-mana saya menyamar pakai kerudung,” ujar Afrida kepada Mongabay Indonesia. Rasa waswas itu membuat dia takut pergi berladang. Bahkan sebagai guru sekolah, dia sempat tak mengajar. Baru belakangan dia memberanikan diri. “Sampai sekarang masih ada perasaan takut. Takut polisi tiba-tiba sergap atau orang jahat.” Afrida cerita, penetapan tersangka itu berdampak pada keluarga. Anak-anaknya yang seharusnya berkuliah di Jakarta mengurungkan niat karena khawatir meninggalkan Ida di rumah. Ida jadi tersangka karena tuduhan menghalang-halangi aktivitas tambang emas PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut). Dia juga dianggap melakukan aktivitas tambang ilegal di area konsesi perusahaan. Afrida bahkan sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) pada 19–31 Mei lalu. Penetapan DPO itu lantaran Ida, sapaan akrabnya, tidak ada di rumah saat polisi berpasukan lengkap ingin menangkapnya pada 19 Mei siang. “Saya sedang di rumah saudara saat itu.” Kasus Ida bermula pada 2023, saat dia menolak rencana perluasan tambang emas perusahaan di wilayah adat Suku Pagu. Ida lalu menggelar ritual adat bersama warga sebagai bentuk protes. Dia juga aktif menyuarakan hak-hak pekerja tambang yang acapkali tidak perusahaan penuhi. Dia bahkan mengkoordinir sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda untuk demo di depan perusahaan. Jerat hukum kerap masyarakat adat hadapi ketika melawan perusahaan atau protes tak ingin lingkungan rusak maupun mau menjaga wilayah adat.&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/09/sulitnya-negara-jamin-hak-masyarakat-adat/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/09/sulitnya-negara-jamin-hak-masyarakat-adat/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
						<item>
					<title>Belimbing Wuluh, Salah Satu Buah Paling Asam di Dunia yang Menyimpan Risiko Kesehatan Tersembunyi</title>
					<link>https://mongabay.co.id/2026/08/09/belimbing-wuluh-salah-satu-buah-paling-asam-di-dunia-yang-menyimpan-risiko-kesehatan-tersembunyi/</link>
					<comments>https://mongabay.co.id/2026/08/09/belimbing-wuluh-salah-satu-buah-paling-asam-di-dunia-yang-menyimpan-risiko-kesehatan-tersembunyi/#respond</comments>
					<pubDate>09 Agu 2026 23:30:36 +0000</pubDate>
											<dc:creator>
							<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
						</dc:creator>
										<author>
						<![CDATA[Akhyari Hananto]]>
					</author>
							<category><![CDATA[Flora Fauna]]></category>
										<enclosure url="https://indomgb.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2026/08/09232449/505612189_1dc34be718_b-768x512.jpg" type="image/jpeg" />
					<guid isPermaLink="false">https://mongabay.co.id/?p=131727</guid>

					
					
											<topic-tags>
							<![CDATA[sains dan Teknologi]]>
						</topic-tags>
					
					
											<description>
							<![CDATA[<p>Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dikenal luas di dapur-dapur Indonesia sebagai bahan pengasam alami, pengganti asam jawa atau tomat dalam berbagai masakan. Namun di balik popularitasnya, buah ini juga tercatat sebagai salah satu buah paling asam di dunia, dengan kandungan asam oksalat yang jauh lebih tinggi dibandingkan kerabat dekatnya, belimbing manis (Averrhoa carambola). Klaim keasaman ini  [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/09/belimbing-wuluh-salah-satu-buah-paling-asam-di-dunia-yang-menyimpan-risiko-kesehatan-tersembunyi/">Belimbing Wuluh, Salah Satu Buah Paling Asam di Dunia yang Menyimpan Risiko Kesehatan Tersembunyi</a> appeared first on <a href="https://mongabay.co.id">Mongabay.co.id</a>.</p>
]]>
						</description>
																					<content:encoded>
							<![CDATA[Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dikenal luas di dapur-dapur Indonesia sebagai bahan pengasam alami, pengganti asam jawa atau tomat dalam berbagai masakan. Namun di balik popularitasnya, buah ini juga tercatat sebagai salah satu buah paling asam di dunia, dengan kandungan asam oksalat yang jauh lebih tinggi dibandingkan kerabat dekatnya, belimbing manis (Averrhoa carambola). Klaim keasaman ini  didukung oleh pengukuran laboratorium. Tingkat keasaman buah biasanya diukur lewat dua parameter, yaitu pH (skala yang menunjukkan konsentrasi ion hidrogen, semakin rendah nilainya semakin asam) dan titratable acidity atau keasaman tertitrasi (jumlah asam total yang dapat dinetralkan lewat proses titrasi dengan basa). Sebuah penelitian mencatat pH jus belimbing wuluh berada di angka 2,2, dengan titratable acidity sebesar 0,66 persen. Sebagai perbandingan, penelitian lain terhadap buah sejenis dari Brasil mencatat bahwa pH daging buahnya lebih rendah dibandingkan buah-buah yang lazim dianggap sangat asam oleh masyarakat umum, seperti lemon, acerola, dan markisa. Selain pH, kandungan asam oksalat pada belimbing wuluh juga tercatat mencapai 10 hingga 14 miligram per gram pada buah muda, dan 8 hingga 10 miligram per gram pada buah matang, jauh lebih tinggi dibandingkan belimbing manis. Buah belimbing wuluh bergelantungan lebat langsung dari cabang pohonnya, salah satu ciri khas tanaman ini yang mampu menghasilkan puluhan kilogram buah per tahun. Meski melimpah, buah ini nyaris tidak pernah dimakan langsung karena rasa asamnya yang sangat tajam. Foto: Fpalli/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0) Buah ini berbentuk lonjong, panjang sekitar 4 sampai 10 sentimeter, dengan kulit tipis berlilin yang berubah dari hijau muda menjadi kuning kehijauan saat matang. Dagingnya&hellip;This article was originally published on <a href="https://mongabay.co.id/2026/08/09/belimbing-wuluh-salah-satu-buah-paling-asam-di-dunia-yang-menyimpan-risiko-kesehatan-tersembunyi/">Mongabay</a>]]>
						</content:encoded>
										<wfw:commentRss>https://mongabay.co.id/2026/08/09/belimbing-wuluh-salah-satu-buah-paling-asam-di-dunia-yang-menyimpan-risiko-kesehatan-tersembunyi/feed/</wfw:commentRss>
					<slash:comments>0</slash:comments>
														</item>
			</channel>
</rss>