Supermoon, Saat Bulan Tampak Lebih Besar dari Biasanya

Supermoon yang berlamngsung 14 November 2016. Foto: Kris Smith/Nasa.gov
Supermoon yang berlangsung 14 November 2016. Foto: Kris Smith/NASA.gov

Menyaksikan supermoon atau bulan lebih dekat dengan bumi, merupakan keindahan tersendiri. Namun begitu, tidak semua masyarakat di Indonesia bisa melihatnya, karena di beberapa daerah bulan tidak terlihat sempurna, tertutup awan.

Astronom menuturkan, supermoon terjadi karena orbit bulan mengelilingi bumi berbentuk elips sehingga jarak bumi dan bulan tidak sama setiap waktu. Ada saat bumi dan bulan berjauhan atau apogee, dan pada suatu ketika akan berdekatan atau perigee.

Fenomena supermoon yang terjadi 14 November ini, begitu istimewa karena merupakan supermoon terbesar kedua sejak 68 tahun lalu.

Supermoon dan Micromoon yang terlihat perbedaannya pada 2012. Foto: Catalin Paduraru/NASA.gov
Supermoon dan Micromoon yang terlihat perbedaannya pada 2012. Foto: Catalin Paduraru/NASA.gov

Bila jarak bulan dan bumi rata-rata 384.000 kilometer, maka saat supermoon 14 November 2016, jaraknya hanya 356.500 kilometer. Sementara, pada tahun 1948, jarak bulan lebih dekat lagi dengan bumi yaitu 356.461 kilometer.

Astronom juga menjelaskan, pada 2034 nanti, jarak bumi dengan bulan bakal makin dekat, sekitar 356.448 kilometer. Artinya, penampakan bulan di langit akan lebih besar dan lebih terang, fenomena alam yang menakjubkan.

Bulan penuh yang tampak di Lincoln Memorial, Sabtu, 19 Maret 2011. Foto: Bill Ingalls/NASA.govt
Bulan super yang tampak lebih besar dari biasanya di Lincoln Memorial, Amerika, Sabtu, 19 Maret 2011. Foto: Bill Ingalls/NASA.govt

Di Banda Aceh, saat bulan purnama muncul, hujan mengguyur Ibu Kota Provinsi Aceh. Beberapa daerah di pantai barat dan selatan Aceh pun tidak beruntung menyaksingan pemandangan indah itu karena guyuran hujan atau awan tebal menyelimuti langit.

Sekitar pukul 20.00 WIB, awan mulai menghilang dan bulan terlihat dengan jelas. Momen inilah yang ditunggu masyarakat untuk melihat langsung bulan di langit dan sebagian lagi mengabadikannya dengan kamera.

supermoon1

Fenomena supermoon yang terlihat dari Banda Aceh. Foto: Junaidi Hanafiah
Fenomena supermoon 14 November 2016 yang terlihat di Banda Aceh. Foto atas dan bawah: Junaidi Hanafiah

Kredit

Editor

Topik

Ramadan di Garis Depan Alam

Ramadan di Nusantara terekam sebagai denyut ibadah yang berkelindan erat dengan kedaulatan pangan, kelestarian pesisir, dan pertahanan ruang hidup. Perjuangan masyarakat lokal dalam menjaga benih padi purba serta tradisi kuliner asida hadir di tengah ancaman reklamasi dan ekspansi tambang yang kian masif. Melalui lensa ekologi, bulan suci ini bertransformasi menjadi aksi nyata pembersihan sampah mangrove […]

Artikel terbaru

Semua artikel