Duh Pilu! Video Ini Detik-detik Setelah Harimau Ditembak, Siap Dipotong-potong

Kejam. Tombak yang menancap di mulut harimau Sumatera yang mati ditembak polisi ini dibiarkan menancap. Foto: Ayat S Karokaro
Kejam. Tombak yang menancap di mulut harimau Sumatera yang mati ditembak polisi ini dibiarkan menancap. Foto: Ayat S Karokaro

Video ini merekam harimau Sumatera malang yang ditembak dan berakhir menjadi santapan.  Setelah ditembak, harimau dipotong-potong. Awalnya, harimau terkena jerat babi yang dipasang warga Dolok Hajoran, Desa Silantom Julu, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Senin pagi (7/3/16). Lalu harimau lepas jeratan dan lari ke perkampungan.

Dengan alasan terancam, warga meminta polisi menembak. Tak pelak, harimau yang terluka jeratan inipun meregang nyawa oleh peluru Kapolsek Pangaribuan, AKP V Simanjuntak. Polisi bilang, mereka tak memiliki senapan bius hingga terpaksa pakai senjata yang ada.

Dalam video itu, tampak warga berkerumun melihat harimau yang sudah mati. Ada yang memegang kepala dan menempatkan di atas (semacam) meja. Warga dari orangtua hingga anak-anak berkerumun. Sebagian tampak berebut ingin menyentuh harimau mati itu. Tampak tombak besi menancap di mulut harimau. Harimau ditelungkupkan di atas meja dan siap dipotong-potong.

Sedihnya, melihat harimau mati ditembak, dengan mulut tertancam tombak besi...Pilu. Foto: dari screenshot video
Sedihnya, melihat harimau mati ditembak, dengan mulut tertancam tombak besi…Pilu. Foto: dari screenshot video

Setelah dipotong-potong, bagian-bagian tubuh harimau dimasukkan ke wadah, dan dibawa pulang warga. Kala petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Padang Sidempuan datang, meminta bahkan ingin membeli harimau mati itu, tak diperbolehkan. Di hadapan penegak hukum, harimau dibelah, dikuliti, daging dibagi-bagikan, lalu dibawa pulang.

“Kami sudah berupaya melarang. Kapolsek dan TNI tidak bisa berbuat apa-apa. Harusnya jika warga menyerahkan, satwa ini bisa outopsi. Kasihan sekali,” kata Kepala Bidang Wilayah II BKSDA Padang Sidempuan, Selasa (8/3/16). Atas kasus ini, BBKSDA sudah memeriksa 12 orang termasuk Kapolsek Pangaribuan.

Anak-anak tampak berkerumun mengelilingi harimau yang sudah mati ini...Foto: dari sreenshot video
Anak-anak tampak berkerumun mengelilingi harimau yang sudah mati ini…Foto: dari sreenshot video
Setelah tewas ditembak polisi, harimau Sumatera ini jadi bahan mainan warga desa. Foto: Ayat S Karokaro
Setelah tewas ditembak polisi, harimau Sumatera ini jadi bahan mainan warga desa. Foto: Ayat S Karokaro

Kredit

Topik

Gunung Muria: Jantung Ekologi yang Tersisa

Gunung Muria berdiri sebagai benteng alam terakhir di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan luar biasa. Kawasan ini merupakan ruang hidup bagi predator puncak seperti macan tutul Jawa hingga spesies unik yang baru ditemukan seperti cecak batu. Namun posisi strategisnya sebagai jantung ekologi kini menghadapi tantangan besar akibat alih fungsi lahan dan dampak nyata perubahan […]

Artikel terbaru

Semua artikel