18 Bulan buat Pembalak Hutan Leuser

Puluhan kayu damar ini diamankan petugas dari tangan Suriono yang tertangkap petugas BBTNGL. Foto: Ayat S Karokaro
Puluhan kayu damar ini diamankan petugas dari tangan Suriono yang tertangkap petugas BBTNGL. Foto: Ayat S Karokaro

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp500 juta, terhadap Suriono, jaringan pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Majelis Hakim diketuai Saut Marulitua, menyatakan,  Suriono terbukti sah dan meyakinkan melanggar UU Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Suriono, usai mendengarkan putusan hakim menyatakan pikir-pikir.  “Saya pikir-pikir Pak hakim. Saya menyesal dan tidak akan mengulangi lagi.” Dia tertunduk lesu.

Noviar Andayani, Country Director WCS-IP, mengatakan, pembalak liar harus mendapatkan hukuman maksimal. Hukuman ini, katanya, diharapkan, mampu menciptakan efek jera kepada pelaku pembalak liar. “Kami mengapresiasi penangkapan dan penegakan hukum kepada Suriono.”

Sapto Aji Prabowo, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III, Stabat Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser menjelaskan, sejak Januari 2015, setidaknya ada enam penebangan kayu ilegal berhasil ditangani. Satu sudah divonis, dan lima kasus lagi masih proses penyidikan PPNS maupun sidang di PN Stabat.

Suriono, ditangkap petugas 1 Februari 2015 di Kecamatan Sawit Seberang, Langkat dengan barang bukti kayu damar olahan 48 keping dan satu minibus untuk mengangkut. Kala itu, pelaku akan mengirimkan barang ke salah satu panglong (tempat pengolahan kayu), di Tandem, Langkat.

Data WCS-IP, sekitar30.000 ha TNGL rusak, deforestasi paling parah di Langkat. TNGL terletak di Sumut dan Aceh, adalah warisan dunia merupakan habitat penting seperti gajah, orangutan, badak dan harimau.

Kredit

Topik

Kisah Orangutan Sumatera yang Tergusur dari Rumah Sendiri

Mereka adalah pemilik sah rimba Sumatera, tetapi kini dipaksa menjadi pengembara tanpa arah di tanah kelahiran sendiri. Kepungan perkebunan monokultur dan moncong senapan pemburu perlahan menghapus jejak primata cerdas ini dari muka bumi. Dari Rawa Tripa hingga Leuser, bentang alam yang menyusut menjadi saksi bisu runtuhnya rumah besar mereka. Setiap detiknya adalah jeritan sunyi yang […]

Artikel terbaru

Semua artikel