Atasi Lahan Kritis, Pemerintah Libatkan Dunia Usaha dan Masyarakat

Pemukiman yang berada di sempadan sungai Ciliwung di Kota Bogor, ruang terbuka hijau makin menghilang. Foto: KPC Bogor

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan menyatakan, lahan kritis di Indonesia, cukup tinggi sekitar 27 juta hektar hingga mengancam daerah aliran sungai (DAS). Untuk itu, dia mengajak dunia usaha dan masyarakat andil dalam merehabilitasi lahan kritis ini.

“Perusahaan harus bertanggungjawab dalam melestarikan lingkungan, sekaligus menjadi bagian dalam pembangunan DAS dari hulu ke hilir,” katanya dalam acara peringatan Hari Degradasi Lahan Dunia di Jakarta, Selasa (17/6/14).

Zulkifli mengatakan, dari 27 juta hektar lahan kritis itu, 20 juta hektar sangat kritis. Sisanya, agak kritis. Untuk itu, katanya,  perlu meningkatkan kesadaran semua pihak akan bahaya degradasi lahan dan kekeringan. “Ini agar mampu mendorong keseriusan dalam melestarikan kesuburan tanah.”

Program yang masih menjadi andalan Kemenhut adalah penanaman pohon. Hilman Nugroho, direktur jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan, mengatakan, banyak pihak akan dilibatkan dalam memperbaiki lahan kritis ini, dari TNI/Polri, BUMN, BUMD, dan perusahaan.  “Ini untuk menjalankan penanaman 1 miliar pohon. Kita tak bisa mengandalkan dana dari APBN,” ujar dia.

Menurut dia, perusahaan harus dilibatkan terutama mereka yang beroperasi terkait lingkungan, contoh Astra yang memproduksi mobil. “Satu mobil terjual, mereka tanam 100 pohon. Satu motor djual tanam 10 pohon. Ini masih kita kaji.”

Begitu pula perusahaan-perusahaan yang menggunakan air. “Ada pohon, ada air, ada air, ada kehidupan. Ada kehidupan ada kesejahteraan. Kalo jual air, tak ada pohon, ya tak ada air,” kata Hilman.

Khusus perusahaan air ini, Kemenhut meminta pengamanan hulu dengan penanaman pohon. Namun, kesejahteraan masyarakat sekitar, katanya, harus menjadi perhatian serius. “Kalau hanya menanam tapi masyarakat ga diajak bicara susah. Misal, kalau ada masyarakat mau tanam buah-buahan, boleh. Yang penting, 70 persen kayu-kayuan, 30 persen buah-buahan,” katanya.

Dalam pelaksanaan nanti, Kemenhut akan memberikan informasi lokasi lahan kritis. “Kami yang rencanakan, kami tunjukkan di mana tempat yang harus ditanam dan berapa hektar.”

Nanti, kata Hilman, setiap lima tahun, lahan kritis yang sudah ditanami itu akan diukur berapa kira-kira penyerapan karbonnya.

Untuk pelibatan masyarakat, juga sudah berjalan cukup baik, terutama di Jawa.  Menurut Hilman,  warga mulai berminat memanfaatkan lahan, misal menanam sengon. Jenis tanaman ini, katanya, selain berfungsi penghijauan juga bernilai ekonomi. “Jadi, warga  diberi bibit, mau mereka tanam dan jaga. Tak diberi dana pemeliharaan pun mau. Karena kalau sudah panen satu pohon itu bisa laku Rp300 ribuan. Bisa membantu ekonomi mereka.”

Namun dia mengakui, minat menanam di luar Jawa, masih minim. Untuk itu, Kemenhut, terus mengajak berbagai pihak agar terlibat gemar menanam pohon. “Kita sediakan bibit gratis. Ayo, siapa saja yang mau tanam pohon.”

Bersamaan dengan peringatan Hari Degradasi Lahan ini, Kemenhut bersama beberapa perusahaan menandatangani nota kesepahaman rehabilitasi lahan kritis. Perusahaan-perusahaan itu antara lain, PT Tirta Investama, PT Aqua Golden Mississippi, PT Tirta Sibayakindo dan PT Holcim Indonesia.

Troy Pantouw, direktur komunikasi Aqua Grup menyampaikan, perusahaan mengelola DAS guna menjaga kualitas air dan sumber daya alam. Kemitraan bersama warga, katanya, sudah dilakukan, seperti inisiatif konservasi di Desa Pancawati, Caringin, Bogor.

das1-Screen Shot 2014-06-18 at 7.10.08 AM

Kredit

Topik

Sisi Lain Semut: Kisah Spektakuler Raksasa di Dunia Kecil

Sisi lain kehidupan semut menyimpan rahasia luar biasa yang sering terlewatkan. Dari fosil purba yang merekam jejak ribuan tahun lalu hingga kebiasaan ekstrem modern seperti menyengat, menyerang jaringan listrik, dan menghadapi ancaman predator, serangga kecil ini terus berevolusi dengan strategi yang cerdas. Keragaman jenis, keunikan perilaku, serta daya tahan tubuhnya membuktikan bahwa ukuran bukanlah penghalang […]

Artikel terbaru

Semua artikel