Puting Beliung Rusak 50 Rumah di Deli Serdang

Salah satu rumah di Desa Suderejo, Deli Serdang yang mengalami kerusakan terkena puting beliung, Selasa dinihari. Foto: Ayat S Karokaro
Salah satu rumah di Desa Suderejo, Deli Serdang yang mengalami kerusakan terkena puting beliung, Selasa dinihari. Foto: Ayat S Karokaro

Puting beliung Selasa dinihari (13/5/14), menyebabkan sekitar 50 rumah rusak. Setidaknya, 11 orang mengalami luka-luka. Puluhan rumah rusak, terdapat di empat desa, yakni Desa Jaba, Sidorejo, Ujung Labuhan dan Namu Belin, Kecamatan Namurambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Muktar Anwar, warga Sidemorejo, Namurambe, mengatakan, kejadian ini kali kedua dan paling parah. Ketika angin kencang datang dengan gemuruh cukup kuat, dia tertidur pulas. Namun, ketika puting beliung menerbangkan seng rumah, dia dan keluarga tersentak dan berhamburan menyelamatkan diri.

Warga histeris. Anak-anak menangis. Perempuan berteriak minta tolong. Suara kentungan bambu tanda bahaya terdengar bersahut-sahutan di empat desa ini. “Saya langsung menggendong cucu dan istri keluar rumah. Seng rumah kami terbang dibawa angin,” kata Muktar.

Kamelia, warga desa harus dilarikan ke rumah sakit karena tertimpa puing rumah di badan dan kaki. Kaki kiri 30 jahitan koyak terkena seng dan tertimpa bangunan atas rumah.

Damanik, suaminya, juga luka memar di pundak, terkena puing rumah. Namun tidak separah Kamelia.

Putranto, mengalami luka pada punggung, badan, kepala dan kaki. Dia tertimpa reruntuhan rumah kala menyelamatkan anaknya, yang menangis menyaksikan atap rumah berjatuhan.

Hingga Selasa sore, belum ada bantuan dari Pemerintah Deli Serdang. Warga mulai membersihkan rumah yang roboh. Warga lain ikut membantu.

Tak hanya rumah, kebun warga juga rusak parah. Kebun jagung, cabai, kentang, dan sayur mayur rusak parah sekitar lima hektar.

Subandi mengatakan, angin merusak jagung dan kacang panjangnya.  “Kuat kali anginnya, rusak semua…”

Kredit

Topik

Jejak Rapuh Gua dan Karst

Gua dan bentang karst menyimpan rekaman penting perjalanan bumi. Di dalamnya terdapat fauna unik hasil adaptasi ekstrem, peninggalan seni prasejarah tertua, serta sistem hidrologi bawah tanah penyuplai air bersih bagi jutaan orang. Kawasan ini menghadapi ancaman nyata dari aktivitas tambang dan alih fungsi lahan. Sains bawah tanah, jejak awal manusia, dan ancaman kerusakan lingkungan saling […]

Artikel terbaru

Semua artikel