Selamatkan Jack, Orangutan di Taman Wisata Aceh Besar

Orangutan yang dirantai di Taman Wisata buatan Mata Ie, di Aceh Besar. Nasibnya tak jauh beda dengan Jack, sama-sama mengalami penderitaan karena dirantai dan tak hidup bebas dan layak di alam. Foto: Fora

Kini ia terbaring lemah. Badan panas tinggi. Demam. Bahkan,  menurut informasi, dari hidung sempat keluar darah. “Cepat sembuh Jack. Sabar dan bertahan ya,” kata salah satu relawan Forum Orangutan Aceh (Fora) kala melihat Jack tak berdaya.

Jack, orangutan yang menjadi salah satu penghuni, taman wisata buatan di Kecamatan Sibreh, Suka Makmur, Aceh Besar. Saat masih sembuh, ia dirantai dan menjadi ‘hiburan’ bagi para pengunjung.

Orangutan ini diperkirakan berusia tiga tahun. Ratno Sugito, relawan Fora mengatakan,  pada akhir 26 Maret 2013, sudah melaporkan keberadaan orangutan diduga ilegal di taman wisata buatan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Sayangnya, sampai saat ini belum ada tindakan atau penyitaan.“Fora menyayangkan kejadian ini. Kami sangat mengharapkan kepada pihak terkait menyikapi masalah ini secara tegas,” katanya, Kamis (18/4/13).

Fora berharap, pengelola taman wisata menyerahkan orangutan kepada berwenang. “Memelihara orangutan melanggar UU dan bisa dihukum denda administrasi Rp200 juta atau pencabutan izin usaha,” ucap Ratno. Dengan kondisi lemah ini, hidup Jack, terancam. Ayo, selamatkan Jack!

Jack, terbaring lemah. Ia orangutan yang ‘dipajang’ di Taman Wisata buatan di Sibreh,  Aceh Besar. Foto: Fora

Kredit

Topik

Suaka Terakhir Sang Naga

Varanus komodoensis bukan sekadar satwa, melainkan penyintas tangguh yang membawa jejak evolusi empat juta tahun dari daratan Eropa hingga menetap di kepulauan Nusantara. Di balik sosoknya yang purba, Komodo kini berdiri di garis depan peradaban yang kian menghimpit. Keberadaannya kini terkepung oleh ancaman nyata, mulai dari jaringan penyelundupan internasional hingga dampak tak terelakkan dari krisis […]

Artikel terbaru

Semua artikel