Warga Batu Layang Serahkan Seekor Bayi Orangutan

SEEKOR bayi orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) diserahkan si pemilik, warga Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, secara sukarela kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa(28/8/12).

Penyerahan ini,  sesaat setelah proses evakuasi orangutan di Parit Wak Dongkak, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak.

Kini, bayi orangutan dalam pengawasan dokter hewan, dari International Animal Rescue (IAR) dan WWF-Indonesia, karena luka benturan di kepala.  Dwi Suprapti dari WWF-Indonesia mengatakan, bayi orangutan ini akan dibawa IAR di Ketapang, guna perawatan lebih lanjut.

Bayi orangutan yang diserahkan warga Batu Layang kepada BKSDA Kalbar. Foto: Andi Fachrizal

Evakuasi Orangutan

Sementara, seekor orangutan dewasa diperkirakan berusia 10-15 tahun yang masuk perkampungan di Desa Wjok Hilir berhasil dievakuasi Senin(27/8/12).

Sayangnya, di tengah proses evakuasi itu, warga nekad menggunakan cara pengasapan. Niat hati, agar orangutan segera turun dari pohon, malah terbakar.  Beberapa bagian tubuh orangutan, seperti tangan, kaki, melepuh karena tanpa sengaja ada satu pelepah kelapa kering terbakar. Pelepah ini mengenai tubuh orangutan.

Kredit

Topik

Gunung Muria: Jantung Ekologi yang Tersisa

Gunung Muria berdiri sebagai benteng alam terakhir di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan luar biasa. Kawasan ini merupakan ruang hidup bagi predator puncak seperti macan tutul Jawa hingga spesies unik yang baru ditemukan seperti cecak batu. Namun posisi strategisnya sebagai jantung ekologi kini menghadapi tantangan besar akibat alih fungsi lahan dan dampak nyata perubahan […]

Artikel terbaru

Semua artikel