Tiga Menteri Lepasliarkan Orangutan ke Habitatnya

Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, dan Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, melepasliarkan tiga orangutan (Pongo pygmaeus) berumur 8 tahun di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Minggu.

Ketiga Menteri, bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek dan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari dalam pelepasliaran tiga Orangutan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, hari Minggu 22 April 2012 silam. Foto: www.kaltimprov.go.id

Tiga Orangutan yang dilepasliarkan itu bernama Casey, Lesan, dan Mail. Mereka dimukimkan di kawasan hutan Kehje Sewen, setelah diangkut menggunakan helikopter TNI-AU dari fasilitas rehabilitasi orangutan milik Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Samboja Lestari, Samboja, Kutai Kartanegara, tepat pukul 12.28 WITA.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, turut menyertai ketiga menteri. Mereka masing-masing menggotong sendiri kandang-kandang orangutan dari tepi lapangan ke helikopter di tengah helipad.

Bungaran Saragih, Ketua Yayasan BOS yang juga Menteri Pertanian di zaman Presiden Megawati, juga turut serta mengangkati kandang-kandang tersebut.

“Dari BOS, kami kembalikan kepada negara,” kata Saragih.

Selain Casey, Lesan, dan Mail masih ada sekira 230 orangutan yang menghuni Samboja Lestari. Oleh karena tidak memiliki hutan tempat ang aman dan cukup luas, BOS dalam 10 tahun terakhir ini tidak bisa melakukan pelepasliaran orangutan yang dirawat dan dididiknya.

“Saya bangga orangutan kita akhirnya bisa kembali ke habitatnya, tempat dimana seharusnya mereka berada,” kata Hatta Rajasa.

Menurut Saragih, meski dibawa ke Kehje Sewen hari Minggu, baru Selasa (24/4) ketiga orangutan akan dilepaskan ke hutan.

“Mereka perlu penyesuaian kepada lingkungan yang baru selama dua hari pertama,” jelasnya.

Hutan Kehje Sewen dikelola PT Rehabilitasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), dan memiliki sekira 86.000 hektare hutan yang terus direhabilitasi agar cocok menjadi tempat bagi orang-orangutan Borneo.

“Saya juga senang dapat menyaksikan bahwa para pemangku kepentingan, pemerintah, LSM, dunia usaha, masyarakat, berperanserta untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati,” lanjut Hatta.

Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa terus mengajak sektor swasta untuk berpartisipasi dalam program pelepasliaran orangutan.

“Kami menyadari, proses pelepasliaran ini tidak murah. Saya akan ajak para pengusaha untuk menjadi sponsor kegiatan-kegiatan lingkungan dan pelestarian alam seperti ini,” ujarnya.

Sumber: Antara News

Kredit

Topik

Ikan-Ikan dari Era Pra-Sejarah di Perairan Nusantara

Perairan Nusantara menyimpan rahasia besar berupa spesies “fosil hidup” yang sanggup bertahan melewati berbagai kepunahan massal, termasuk letusan dahsyat gunung api purba. Di tengah arus modernitas, kedalaman laut dan sungai pedalaman Indonesia menjadi benteng terakhir bagi satwa yang melampaui waktu. Mulai dari kemunculan kembali Coelacanth yang sempat dianggap punah jutaan tahun silam hingga keberadaan predator […]

Artikel terbaru

Semua artikel