Orangutan di Rawa Tripa Bisa Punah di Akhir 2012

Ian Singleton, Direktur Konservasi Program Konservasi Orangutan Sumatera mengatakan bahwa orangutan yang ada di Rawa Tripa,  Aceh, terancam punah dalam waktu dekat.

“Jika aktivitas perusakan seperti konversi lahan terus berlanjut, maka orangutan di Rawa Tripa akan habis akhir tahun 2012,” kata Singleton saat ditemui dalam diskusi diadakan Pusat Riset Perubahan Iklim, Universitas Indonesia, Selasa (24/4/2012).

Foto: Aji Wihardandi

Singleton mengatakan bahwa banyak perusahaan kelapa sawit yang membuka lahan di Tripa sebagai perkebunan. Pembukaan lahan bahkan dilakukan di kawasan konservasi dengan pembakaran.

Pembukaan hutan mengakibatkan orangutan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii) di wilayah setempat terganggu. Banyak orangutan mengalami kematian akibat habitat yang dirusak.

Praktek pembunuhan orangutan juga dilakukan. Sebagian dilakukan dengan sadis, seperti menjerat leher orangutan tanpa bius dan melakukan penembakan hingga 62 kali ke satu individu orangutan.

“Populasi orangutan 2 tahun lalu tinggal 300 ekor. Dalam 12 bulan terakhir sudah berkurang 100 ekor. Jadi populasi saat ini diperkirakan 200 ekor,” ungkap Singleton.

Menurut Singleton, upaya konsevasi habitat harus dilakukan di wilayah Rawa Tripa untuk menjaga kelestarian orangutan. “Sekarang harus stop konversi,” tegas Singleton.

Singleton mengatakan bahwa habitat Rawa Tripa sangat penting bagi orangutan. Kawasan ini merupakan kawasan orangutan Sumatera yang terpadat di dunia. Delapan ekor orangutan dijumpai per km persegi.

“Rawa Tripa adalah ibukota orangutan,” terangnya.

Orangutan yang tinggal di Rawa Tripa memiliki kecerdasan tinggi. Mereka mampu menggunakan alat untuk mencari makanan, melubangi sarang lebah untuk mendapatkan madu serta memecahlan buah yang berkulit keras.

“Kita akan sangat kehilangan kalau orangutan ini sampai punah,” kata Singleton.

Sumber: kompas.com

Kredit

Topik

Ikan-Ikan dari Era Pra-Sejarah di Perairan Nusantara

Perairan Nusantara menyimpan rahasia besar berupa spesies “fosil hidup” yang sanggup bertahan melewati berbagai kepunahan massal, termasuk letusan dahsyat gunung api purba. Di tengah arus modernitas, kedalaman laut dan sungai pedalaman Indonesia menjadi benteng terakhir bagi satwa yang melampaui waktu. Mulai dari kemunculan kembali Coelacanth yang sempat dianggap punah jutaan tahun silam hingga keberadaan predator […]

Artikel terbaru

Semua artikel