Hutan dan alam Papua jadi sasaran berbagai proyek skala besar. Kini, yang sedang berlangsung proyek pangan, energi dan air berlabel proyek strategis nasional (PSN). Hutan di Merauke dan Boven Digoel, Papua Selatan, pun mulai terbuka. Proyek dengan gaung untuk mewujudkan ‘ketahanan’ pangan dan energi itu meresahkan masyarakat adat karena hutan dan wilayah mereka perlahan hilang. Proyek ini pun rawan menghancurkan sumber pangan, ekonomi, sumber budaya masyarakat adat Papua. Di belahan Papua yang lain sedang tercabik untuk industri nikel. Pulau-pulau dengan surga bawah laut yang jadi tujuan wisata dunia, Raja Ampat, sedang jadi target industri nikel. Hutan tempat berburu, meramu, dan tempat merawat tradisi berganti bentuk. Bagi masyarakat adat, hutan dan alam bukan sekadar pohon atau hamparan kawasan, ia adalah bagian dari hidup dan tempat mereka bergantung segala. Begitu juga investasi di pulau-pulau kecil, kehadiran nikel, bisa mengikis hutan dan mencemari perairan dari sungai sampai laut Raja Ampat. Belum lagi kalau bicara krisis iklim dan ancaman bencana. Apakah atas nama pembangunan atau investasi akan mempertaruhkan segala keanekaragaman hayati tak ternilai dan kehidupan masyarakatnya?