Jejak Buaya Muara dan Habitat yang Terkikis

Fenomena meningkatnya konflik antara manusia dan buaya muara di berbagai wilayah Indonesia mencerminkan kerusakan serius pada ekosistem pesisir dan daerah aliran sungai. Aktivitas pertambangan, konversi lahan, hingga pencemaran lingkungan telah mengikis batas alami yang selama ini memisahkan ruang hidup masyarakat dengan habitat predator purba tersebut. Peristiwa yang terjadi mulai dari Bangka Belitung, NTT, hingga Aceh menunjukkan pola serupa di mana satwa terpaksa keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman warga. Di balik rentetan insiden dan jatuhnya korban, terdapat fakta mengenai perilaku unik satwa serta hubungan budaya mendalam yang masih dijaga oleh sebagian masyarakat lokal.

Bisakah Manusia Hidup Berdampingan dengan Buaya Muara?

Adakah Wilayah Bebas Konflik Buaya Muara di Bangka Belitung?

Dulu Harmonis, Kini Masyarakat Bangka Belitung Berkonflik dengan Buaya Muara

Buaya dan Aligator, Apakah Predator yang Sama?

Konflik Manusia dengan Buaya Muara Masih Terjadi di NTT, Mengapa?

Sungai, Timah, dan Buaya Muara Terkait Gadget Kita

Ada Peran Unik Buaya Muara, dalam Budaya Masyarakat Gorontalo

DAS Rusak, Biang Konflik Manusia dengan Buaya Muara di Bangka Belitung

Akibat Banjir, Puluhan Anakan Buaya Muara Masuk Permukiman Warga di Banyuasin

Kebiasaan Unik Buaya Muara, Mempelajari Pola dan Gerakan Mangsanya

Semua Spesial

Jelajahi situs Mongabay lainnya...

Earth HQ
Data Studio
Conservation Effectiveness
Mongabay Latam
Reforestation App
Mongabay Indonesia

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam