- Sebuah penelitian terbaru menemukan, ternyata seekor bonobo mampu melakukan permainan pura-pura seperti menyeduh teh yang tak pernah ada.
- Dalam serangkaian eksperimen yang dirancang seperti permainan anak kecil, bonobo bernama Kanzi menunjukkan bahwa ia dapat melacak dan memahami keberadaan objek yang sebenarnya tidak pernah hadir secara fisik.
- Temuan ini bukan sekadar cerita tentang seekor kera besar yang cerdas, melainkan mengenai batas tipis antara imajinasi manusia dan kerabat terdekat kita dalam pohon evolusi.
- Kanzi adalah seekor bonobo jantan yang lahir pada 1980 di Yerkes National Primate Research Center, Amerika Serikat. Ia merupakan primata paling terkenal terkait penelitian kognisi dan bahasa. Kanzi mati di usia tuanya pada 18 Maret 2025. Diketahui Kanzi mengidap penyakit jantung.
Selama ini, bermain pura-pura seperti menyeduh teh yang tak pernah ada atau bertarung dengan pedang imajiner dianggap sebagai bagian perkembangan kognitif anak manusia. Bagaimana jika kemampuan berimajinasi semacam itu bukan hanya milik manusia?
Sebuah penelitian terbaru menemukan, ternyata seekor bonobo mampu melakukan hal serupa. Dalam serangkaian eksperimen yang dirancang seperti permainan anak kecil, bonobo bernama Kanzi menunjukkan bahwa ia dapat melacak dan memahami keberadaan objek yang sebenarnya tidak pernah hadir secara fisik.
Temuan ini bukan sekadar cerita tentang seekor kera besar yang cerdas, melainkan mengenai batas tipis antara imajinasi manusia dan kerabat terdekat kita dalam pohon evolusi.
“Bayangkan adegan pesta teh pura-pura. Anda, sebagai tuan rumah, seolah memiringkan teko kosong di atas dua cangkir teh kosong dan kemudian secara tidak sengaja menyenggol salah satu cangkir hingga terbalik. Cangkir mana yang masih berisi teh pura-pura?” tulis Amalia PM Bastos, mewakili rekan peneliti lainnya dalam laporan riset tersebut.
Saat pertanyaan serupa diajukan ke Kanzi, hasilnya mengagetkan dunia ilmu pengetahuan. Laporan penelitian berjudul “Evidence for representation of pretend objects by Kanzi, a language-trained bonobo” dimuat dalam jurnal Science, 5 Februari 2026.
Mengutip laporan itu, manusia berusia dua tahun mampu menunjuk mana cangkir yang “penuh” dan cangkir yang “tumpah”. Bahkan pada bayi berusia 15 bulan, dia akan mengamati lebih lama pada cangkir kosong dibanding cangkir yang pura-pura diisi saat diminum seseorang. Ini tanda bayi di usia tersebut punya kemampuan menangkap keganjilan.

Dalam penelitian, kepada Kanzi diberikan dua gelas kosong. Gelas itu pura-pura diisi jus. Salah satu jus itu kemudian dituangkan kembali ke dalam teko sehingga kosong. Kepadanya ditanyakan mana gelas berisi jus. Hasilnya, dari 50 kali tes, Kanzi menjawab benar sebanyak 34 kali. Untuk memastikan hasilnya valid, peneliti kembali melakukan pengujian. Dalam 148 tes, Kanzi menjawab benar 146 kali.
Peneliti dari Department of Psychological & Brain Sciences, Johns Hopkins University, Amerika itu menjelaskan, dalam konteks kepura-puraan, individu harus membentuk representasi sekunder, yang merupakan keadaan yang dibayangkan atau disimulasikan. Jadi ada dua representasi yang berjalan simultan. Yaitu, representasi primer dari keadaan dunia sebagaimana adanya dan representasi sekunder dari situasi alternatif.
Sekitar enam hingga sembilan juta tahun lalu, manusia dan bonobo berbagi leluhur yang sama. Sejak itu, kita sering menganggap bahwa kemampuan seperti bahasa, simbol, dan imajinasi berkembang secara unik di garis manusia. Namun, penelitian terbaru memberi isyarat bahwa akar imajinasi mungkin jauh lebih tua dari yang kita kira, dan mungkin sudah ada sebelum garis evolusi itu terpisah.
Jika kemampuan bermain pura-pura sebelumnya dianggap ciri khas manusia, penelitian terbaru itu menunjukkan bahwa seekor bonobo ternyata mampu merepresentasikan objek imajiner. Temuan yang menantang anggapan itu.
Warisan Kanzi
Kanzi adalah seekor bonobo jantan yang lahir pada 1980 di Yerkes National Primate Research Center, Amerika Serikat. Ia merupakan primata paling terkenal terkait penelitian kognisi dan bahasa.
Kanzi dilatih menggunakan lexigram, yakni papan simbol visual yang mewakili kata-kata. Dia menguasai sekitar 256 simbol, bahkan disebut bisa mencerna Bahasa Inggris lisan secara relatif spontan, termasuk mengikuti instruksi baru yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Itu karena, Kanzi memahami sekitar 3.000 kata Bahasa Inggris.
Di umur 45 (ada yang menuliskan 44) tahun, ia masih memberikan sesuatu bagi ilmu pengetahuan. Kanzi kembali menarik perhatian ilmuwan melalui penelitian terbaru tentang kemampuannya merepresentasikan objek imajiner dalam permainan pura-pura.
“Selama 18 uji coba, seorang petugas meletakkan cangkir kosong dan cangkir berisi jus di atas meja. Mereka pura-pura menuangkan dari teko kosong ke cangkir kosong dan melakukan tindakan kontrol tanpa tuang dengan teko di atas cangkir berisi jus, lalu bertanya, “Mana yang kamu inginkan?” tulis laporan itu.
Dari 18 percobaan, ia benar 14 kali. Jika Kanzi menganggap tindakan pura-pura itu menggunakan jus asli, mestinya Kanzi akan memilih di antara keduanya secara kebetulan. Nyatanya tidak.
Untuk memperkuat hasil percobaan, peneliti mereplikasi percobaan dengan benda lain. Saat konsep menuang jus (cairan) diganti dengan memindahkan buah anggur (padat), hasilnya konsisten. Kanzi tidak sedang berbohong dengan pilihannya.
“Studi kami menawarkan bukti eksperimental bahwa hewan non-manusia dapat melacak objek pura-pura yang dipindahkan oleh pasangan bermainnya dalam permainan pura-pura. Dengan demikian, temuan kami menunjukkan bahwa kapasitas untuk merepresentasikan objek pura-pura tidak unik pada manusia,” tulis laporan itu.
Hasil percobaan memberikan bukti meyakinkan bahwa bonobo punya potensi menerapkan representasi sekunder atau berimajinasi. Apakah hal yang sama juga terdapat di jenis kera lain? Bagaimana dengan yang di alam liar?
Kanzi jelas memiliki “privilege” dibanding kera lain karena lahir dan besar di lingkungan yang kaya interaksi dengan manusia. Peneliti menyadarinya dan selama ini temuan kera yang terlibat permainan pura-pura bersifat anekdotal atau berdasarkan kesaksian perseorangan dan bukan hasil penelitian ilmiah. Untuk itu, peneliti sepakat perlunya pengujian terhadap kera yang dikulturasi dan yang liar.

Imajinasi
Hal lainnya, temuan para peneliti itu memberi konsekuensi bahwa bonobo memiliki potensi membayangkan masa depan. Temuan juga dapat membantu menafsirkan fungsi kognitif lain dari bonobo dan tidak hanya memahami dari perilakunya saja.
“Temuan kami menunjukkan bahwa beberapa hewan non-manusia dapat menghasilkan representasi sekunder yang dipisahkan dari kenyataan, dan bahwa kapasitas ini kemungkinan berada dalam potensi kognitif nenek moyang terakhir kita dengan kera lain, yang hidup enam hingga sembilan juta tahun yang lalu,” tulis mereka.
Para peneliti mengatakan temuan ini membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut. Misalnya, mengeksplorasi apakah kera lain, atau bahkan hewan lain dapat terlibat dalam permainan pura-pura atau melacak objek imajiner. Tim juga tertarik untuk menguji kemampuan mental, seperti memikirkan masa depan atau memahami apa yang mungkin dipikirkan individu lain.
“Imajinasi adalah salah satu hal yang memberi manusia kehidupan batin yang kaya. Dan jika ternyata sebagian akar imajinasi itu juga dimiliki oleh kera, itu akan membuat orang mempertanyakan asumsi mereka bahwa hewan lain hanya menjalani gaya hidup robot yang sekadar terikat pada apa yang terjadi saat ini,” kata Christopher Krupenye, asisten profesor di Johns Hopkins University, kolega peneliti, seperti dikutip ScienceDaily, Selasa (10/2/2026).
“Temuan ini mendorong kita untuk merawat bonobo yang memiliki pikiran kaya dan indah, serta memastikan mereka terus ada.”
Namun berita sedihnya, Maret lalu beredar kabar di kalangan terbatas para ilmuwan. Kanzi mati di usia tuanya pada 18 Maret 2025. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda yang aneh pada hari itu. Pagi hari masih mencari sarapan dan mengejar keponakannya bernama Teco. Tapi saat pemeriksaan kesehatan rutin tiba, Kanzi didapati tidak bergerak. Diketahui Kanzi mengidap penyakit jantung.
Referensi:
Bastos, A. P., & Krupenye, C. (2026). Evidence for representation of pretend objects by Kanzi, a language-trained bonobo. Science, 391(6785), 583-586. https://www.science.org/doi/10.1126/science.adz0743
*****
Mengenang Kanzi, Primata Jenius yang Bisa Bermain Game dan Memahami Bahasa Manusia