Benarkah Harimau Tasmania Belum Punah?

 

Harimau tasmania (Thylacinus cynocephalus) yang berada di Washington DC National Zoo, 1902. Sumber: Baker, EJ Keller/ The Smithsonian Institution/Wikipedia common

 

Para peneliti dari James Cook University, Australia, sedang merencanakan ekspedisi “memburu” satwa Thylacinus cynocephalus atau lebih dikenal sebagai harimau tasmania. Satwa yang dinyatakan punah 80 tahun lalu.

Upaya itu dilakukan setelah beberapa waktu terakhir ini, harimau tasmania dikabarkan menampakkan diri di tempat yang dirahasiakan. Perburuan itu, sebagaimana diberitakan di New Scientist, akan dilakukan dengan memasang 50 kamera pengintai untuk mengetahui keberadaannya.

Para peneliti cukup skeptis mereka akan menemukan satwa ini, dan bahkan sangat kecil kemungkinan satwa ini masih ada. Probabilitas satwa ini belum punah sangat kecil, yakni hanya satu dibanding 1,6 triliun kemungkinan, menurut hasil studi ahli biologi, Collin Carlson. Ia menyimpulkan bahwa “kemungkinannya amat sangat kecil” thylacine (Thylacinus cynocephalus) masih hidup di 2017.

Para peneliti mengumpulkan berbagai bukti fisik, penampakan-penampakan yang telah divalidasi para ahli, maupun penampakan lain sejak 1900. Mereka kemudian menjalankan model statistik yang memunculkan probabilitas 1 dibanding 1,6 triliun.

“Pencarian harimau tasmania seperti mencari burung pelatuk paruh gading, maupun hewan-hewan eksotis lain yang sudah punah. Takkan  membuahkan hasil, karena tak ada jaminan bahwa satwa ini akan muncul kembali di  daerah yang sudah berabad tak berpenghuni,” kata penulis dari studi tersebut.

 

 

Meski begitu, masih saja ada yang mengklaim melihat penampakan harimau tasmania baik di Ausralia, maupun di Tasmania. Bahkan, sebagian peneliti dan orang aborigin begitu yakin bahwa thylacine masih hidup dan berkembang biak di Australia. Baru-baru ini bahkan ada video pendek yang memperlihatkan penampakannya di Victoria Barat Daya, Australia tahun lalu.

Dengan kepala seperti serigala, badan bergaris seperti harimau, dan kantung seperti kanguru, harimau tasmania memang sangat unik. Spesies karnivora ini terlihat seperti kucing atau anjing, tapi marsupial ini adalah contoh dari evolusi konvergen, sebuah proses evolusi independen berupa munculnya individu dengan bentuk morfologi yang mirip, walaupun berasal dari garis keturunan berbeda.

Thylacinus cynocephalus dinyatakan punah pada 1986, setelah banyak yang dibunuh sampai 1920 dan satu-satunya yang dipelihara di kandang, mati pada 1936.

Harimau tasmania dulu menjelajahi kawasan Australia, Papua Nugini, dan Tasmania. Beberapa faktor yang menyebabkan kepunahannya di antaranya penyakit, domestikasi anjing liar, permukiman manusia, dan tentu saja perburuan.

Pada 1900-an perburuan terhadap harimau Tasmania dilakukan secara masif karena manusia khawatir binatang itu merusak stok makanan. Sampai kemudian, ia dinyatakan punah. (Berbagai sumber)

 

Kredit

Editor

Topik

Gunung Muria: Jantung Ekologi yang Tersisa

Gunung Muria berdiri sebagai benteng alam terakhir di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan luar biasa. Kawasan ini merupakan ruang hidup bagi predator puncak seperti macan tutul Jawa hingga spesies unik yang baru ditemukan seperti cecak batu. Namun posisi strategisnya sebagai jantung ekologi kini menghadapi tantangan besar akibat alih fungsi lahan dan dampak nyata perubahan […]

Artikel terbaru

Semua artikel