Bentet Kelabu, Ini Dia Si Burung Pengintai

Bentet kelabu (Lanius schach). Foto Fahrul Amama/ Burung Indonesia
Bentet kelabu (Lanius schach). Foto Fahrul Amama/ Burung Indonesia

Tubuh dan penampilannya mungkin tampak biasa. Tubuhnya seukuran kutilang yang didominasi oleh warna putih, coklat dan hitam dengan ekor panjang. Paruhnya tebal pendek dengan ujung berkait yang tidak menampilkan kesan garang. Namun jangan salah, bentet kelabu (Lanius schach) ini memiliki kemampuan pengintai yang mumpuni.

“Bentet kelabu memangsa dan menyantap hewan lain, seperti beragam serangga seperti belalang, jangkrik, kumbang, hingga kadal, kodok dan burung lain. Jenis burung yang kerap menjadi mangsa burung ini antara lain bondol, perenjak, dan manyar,” ujar Jihad, Bird Conservation Officer Burung Indonesia.

Jenis bentet kelabu sendiri tersebar dari Iran hingga ke Papua. Karena luasnya area sebarannya, hingga saat ini para ahli belum dapat menyepakati tentang ukuran populasi sebenarnya. Para peneliti meyakini populasi bentet kelabu belum sampai ambang batas keterancaman. Meski demikian, dengan alasan minimnya informasi tersebut, spesies ini dievaluasi sebagai Least Concern.

Bentet kelabu biasanya bertengger di ujung gelagah tinggi atau ranting pohon di  padang rumput terbuka, persawahan maupun tepi hutan yang memiliki tegakan pohon untuk mengintai mangsanya. Di tempat yang tinggi, bentet kelabu dapat dengan mudah mengintai gerak-gerik mangsanya. Umumnya, bentet kelabu lebih memilih mangsa yang berada di atas tanah dibanding yang terbang.

Selanjutnya, ketika mangsa tersebut lengah, burung bertopeng hitam ini akan menyambar dan membawa mangsanya ke tempat dia bertengger. Tak jarang bentet kelabu menancapkan mangsanya di ranting berujung runcing atau duri besar lalu menguliti dan menyantapnya sedikit demi sedikit.

Bentet kelabu. Foto: Asep Ayat/ Burung Indonesia
Bentet kelabu. Foto: Asep Ayat/ Burung Indonesia

Untuk anak-anaknya, bentet kelabu biasanya membawakan serangga atau ulat. Namun, kadang-kadang burung ini juga menyuapi anaknya dengan potongan mangsa besar. Sekitar dua minggu setelah bulu-bulu sayapnya tumbuh, anakan bentet kelabu kemudian mulai belajar mencari mangsa sendiri.

Di Indonesia, bentet kelabu kerap ditangkap dan diperdagangkan sebagai burung peliharaan. Sebab, meski burung ini memiliki suara serak tetapi juga memiliki kicauan merdu. Di beberapa kota besar, bentet kelabu mulai sulit ditemui di alam.

Dalam artikel kerjasama antara Mongabay-Indonesia dan Burung Indonesia bulan Juni 2015 ini, Anda bisa mengunduh kalender digital untuk gadget atau komputer anda. Silakan klik tautan ini dan simpan dalam perangkat anda.

jun_1920_1200

Kredit

Editor

Topik

Suaka Terakhir Sang Naga

Varanus komodoensis bukan sekadar satwa, melainkan penyintas tangguh yang membawa jejak evolusi empat juta tahun dari daratan Eropa hingga menetap di kepulauan Nusantara. Di balik sosoknya yang purba, Komodo kini berdiri di garis depan peradaban yang kian menghimpit. Keberadaannya kini terkepung oleh ancaman nyata, mulai dari jaringan penyelundupan internasional hingga dampak tak terelakkan dari krisis […]

Artikel terbaru

Semua artikel