Sebulan di Karantina, Angelo Kembali ke Alam Bebas

Orangutan yang berada di karantina Sumut. Data SOCP, jumlah orangutan   Sumatera tinggal sekitar 7.000. Mereka terus terdesak karena habitat terus tergerus. Foto: Ayat S Karokaro
Orangutan yang berada di karantina Sumut. Data SOCP, jumlah orangutan Sumatera tinggal sekitar 7.000. Mereka terus terdesak karena habitat terus tergerus. Foto: Ayat S Karokaro

Angelo, orangutan Sumatera hasil penyelamatan dari jeratan manusia di Desa Litur, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilepasliarkan ke hutan Jantho, Aceh Besar, Aceh, pada Kamis (22/5/14). Orangutan 18 tahun itu, selama ini ‘nginap” di karantina Desa Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Sumut.

Ian Singleton, direktur Sumatran Orangutan Conservation Programe (SOCP), kepada Mongabay, mengatakan, selama 30 hari lebih, Angelo mendapat perawatan serius di karantina. Primata ini ditemukan di hutan hancur dan menjadi kebun sawit di Kabupaten Langkat.

Selama ini, mayoritas orangutan di Karantina Batu Mbelin, hasil sitaan dan peliharaan manusia, atau evakuasi akibat dijerat. Habitat mereka rusak karena berubah menjadi kebun sawit atau tambang, seperti di Martabe, Batangtoru, Tapanuli Selatan

Singleton menyebutkan, jumlah orangutan terus menurun karena perkebunan sawit, pertambangan, pembukaan jalan, dan illegal logging. Data terakhir, diperkirakan tinggal 7.000 orangutan lagi. Dengan pelepsliaran Angelo, katanya, diharapkan ada peluang besar berkembangbiak dan meneruskan habitat.

Yenny Saraswati, dokter hewan SOCP, menjelaskan, selama di Karantina, ada pemeriksaan kesehatan Angelo. Tidak ada masalah. Ia makan dengan baik. Berat badan 54 kilogram.

Saat masuk karantina, mereka menemukan sebutir peluru di paha bahagian kanan. Ketika operasi, peluru itu jenis senapan angin. Namun, kondisi kesehatan yang lain baik-baik saja.

Kredit

Topik

Benteng Terakhir Penguasa Langit Jawa

Ancaman kepunahan Elang Jawa tetap membayangi akibat perburuan liar, pola baru perdagangan satwa melalui platform digital, dan hilangnya ruang hidup yang terus menyempit. Upaya konservasi yang telah berjalan selama tiga dekade sejak era 1990-an harus beradu cepat dengan tekanan ekonomi. Berbagai aksi penyitaan satwa oleh otoritas menjadi bukti nyata bahwa status hukum saja tidak cukup […]

Artikel terbaru

Semua artikel