Video: Merampok Perairan Mentawai Dengan Bom Ikan

Sebuah video yang diunggah ke Youtube oleh WavePark Mentawai menunjukkan praktek pengeboman masih terus berlangsung di berbagai wilayah perairan Indonesia yang kaya akan terumbu karang. Praktek pemboman untuk mencari ikan di perairan Mentawai ini masih terjadi hingga saat ini. Penduduk seringkali menemukan sejumlah satwa mati di tepian pantai saat pagi hari, seperti penyu, lumba-lumba, ikan pari dan beberapa jenis satwa lainnya. Hal ini belum terhitung sejumlah kerusakan yang terjadi di dalam air.

Lokasi peristiwa ini terjadi di titik koordinat -1.844355 99.30645, tepatnya di sekitar pulau kecil bernama Mainuk, di selatan Pulau Siberut Utara.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke aparat setempat hingga ke tingkat propinsi agar segera diambil tindakan untuk mencegah terjadinya peristiwa pemboman. Namun sejauh ini pihak yang berwajib hanya menjanjikan untuk menggelar patroli di seputar lokasi pemboman, namun hingga kini belum dilakukan.

Berbagai kasus pemboman ikan memang masih terus terjadi di Indonesia. Bahkan di surga bawah laut yang terkenal ke mancanegara seperti Raja Ampat di Papua, pertengahan September 2012 silam aparat bersama sejumlah LSM konservasi laut sempat menangkap sejumlah pelaku pemboman untuk menangkap ikan di kawasan tersebut. Bersama para pelaku, juga disita seperempat ton bahan peledak untuk melakukan pengeboman. Kasus ini kini sudah dilimpahkan ke meja hijau dan para pelaku sudah dihukum.

http://www.youtube.com/watch?v=1mtzfFwNHQk

Kredit

Topik

Kupu-kupu: Mata Rantai yang Rapuh

Kupu-kupu menyerbuki tumbuhan, menjadi bagian dari rantai makanan, dan kondisinya sering mencerminkan kesehatan lingkungan tempat ia hidup. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan mengancam kehidupannya di alam, sementara industri ekstraktif menggerus habitat kupu-kupu di Kalimantan Timur. Spesies endemik seperti kupu-kupu barong di Bali hanya ada di satu wilayah, sehingga perlindungannya tidak bisa ditunda. Bila kupu-kupu hilang, […]

Artikel terbaru

Semua artikel