Inilah Kepiting Teripang Yang Pintar  

Kepiting yang satu ini, tidak akan anda temukan di atas pasir di pinggir pantai, di karang, atau pun di antara pohon bakau, melainkan membaur dan menumpang pada timun laut atau lebih dikenal dengan nama tripang. Dan karena selalu di temukan menempel pada tubuh tripang, maka kepiting ini juga disebut sebagai kepiting tripang.

Orbicularis Lissocarcinus, adalah nama latin untuk kepiting teripang, dan mereka masuk dalam spesies kepiting di keluarga Portunidae.

Kepiting teripang atau Orbicularis Lissocarcinus. Foto : Wisuda
Kepiting teripang atau Orbicularis Lissocarcinus. Foto : Wisuda
Kepiting teripang atau Orbicularis Lissocarcinus, kepiting yang hidup di teripang.  Foto : Wisuda
Kepiting teripang atau Orbicularis Lissocarcinus, kepiting yang hidup di teripang. Foto : Wisuda

Orbicularis Lissocarcinus tumbuh dengan panjang sekitar 4 cm, dan memiliki tubuh yang halus, karapas gundul dengan bintik-bintik khas. Karapasnya terlihat lebih kecil dibandingkan dengan tubuhnya itu, memiliki bentuk yang sangat cembung.

Spesies ini memiliki hubungan komensalitik dengan teripang jenis tertentu. Hubungan komensalitik sendiri yaitu hubungan di mana hanya salah satu pihak yang di untungkan sementara pihak lainnya tidak diuntungkan maupun dirugikan.

Bagian tubuh tripang yang sering ditempeli oleh kepiting tripang adalah rongga bagian dalam usus, dekat tentakel mulut dan anus spesies teripang Holothuria Whitman, Actinopyga Obesa, dan paling sering Holothuria atra, dan bagian tubuh luar.

Beberapa jenis kepiting teripang mempunyai kemampuan menyamar yang cukup baik. Dengan adaptasi fisiologis, warna tubuh si kepiting bisa menyerupai warna tubuh si teripang induk semangnya. Ini untuk menghindari para predator potensialnya, seperti sotong, gurita, maupun ikan.

Sedangkan makanan si kepiting teripang adalah organisme lain yang lebih kecil dari tubuhnya.

Kredit

Editor

Topik

Kisah Orangutan Sumatera yang Tergusur dari Rumah Sendiri

Mereka adalah pemilik sah rimba Sumatera, tetapi kini dipaksa menjadi pengembara tanpa arah di tanah kelahiran sendiri. Kepungan perkebunan monokultur dan moncong senapan pemburu perlahan menghapus jejak primata cerdas ini dari muka bumi. Dari Rawa Tripa hingga Leuser, bentang alam yang menyusut menjadi saksi bisu runtuhnya rumah besar mereka. Setiap detiknya adalah jeritan sunyi yang […]

Artikel terbaru

Semua artikel