Gunung Muria: Jantung Ekologi yang Tersisa

Gunung Muria berdiri sebagai benteng alam terakhir di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan luar biasa. Kawasan ini merupakan ruang hidup bagi predator puncak seperti macan tutul Jawa hingga spesies unik yang baru ditemukan seperti cecak batu. Namun posisi strategisnya sebagai jantung ekologi kini menghadapi tantangan besar akibat alih fungsi lahan dan dampak nyata perubahan iklim global. Keberadaan tumbuhan parijoto dan komoditas kopi bukan sekadar hasil bumi, melainkan simbol ketahanan masyarakat lokal yang berusaha menjaga harmoni di tengah habitat yang kian terhimpit. Melindungi Muria berarti menyelamatkan sisa kejayaan ekosistem purba yang dahulu terpisah oleh selat, sekaligus memastikan masa depan bagi keseimbangan alam dan manusia di sekitarnya.

Bukan Hanya Simbol Konservasi, Parijoto Sumber Daya Genetik Gunung Muria

Ular Beludak, Penjaga Ekosistem Gunung Muria

Macan Tutul Jawa dan Kearifan Petani Gunung Muria

Parijoto, Tumbuhan Simbol Konservasi Khas Gunung Muria

Terekam Kamera: Macan Tutul Mangsa Kucing Kuwuk di Hutan Muria

Nasib Macan Tutul Kala Hutan Muria Terus Terambah

Bukan Hanya Wisata Religi, Kopi Muria Bisa Jadi Andalan

Sinyal Kuat Konflik Macan Tutul dan Manusia di Muria

Habitat Tergerus, Macan Tutul di Muria Makin Terancam

Inilah  Spesies Cecak Batu Baru di Gunung Muria

Semua Spesial

Jelajahi situs Mongabay lainnya...

Earth HQ
Data Studio
Conservation Effectiveness
Mongabay Latam
Reforestation App
Mongabay Indonesia

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam