Gurita dari Laut yang Terjaga

GurIta bukan hanya hewan yang terkenal dengan kecerdasan dan kemampuan kamuflasenya yang luar biasa. Bagi Indonesia,  satwa moluska dari kelas Cephalopoda ini merupakan salah satu produk andalan ekspor. Permintaan pasar luar negeri tinggi terhadap gurita.  Indonesia salah satu eksportir gurita dunia. Gurita Indonesia mengalir ke berbagai negara seperti Jepang, Italia, China, Amerika Serikat. Kondisi ini juga berimplikasi penangkapan di lapangan. Demi mengejar  tangkapan banyak, tak jarang praktik-praktik merusak pun terjadi. Dari gunakan alat tangkap berbahaya maupun ketika proses penangkapan merusak ekosistem laut, seperti terumbu karang dan lain-lain. Kalau ini terus terjadi, tentu membahayakan bagi keberlanjutan gurita juga, ekosistem rusak, gurita pun sulit ditemukan. Nelayan-nelayan banyak  yang mengkhawatirkan itu. Sebagian dari mereka sudah menerapkan praktik-praktik penangkapan gurita dengan alat-alat sederhana dan ramah ekosistem laut maupun lewat praktik buka tutup, yang memberikan jeda bagi gurita untuk berkembang.  Cara-cara ini memperlihatkan hasil tangkapan gurita bisa terus terjaga dari laut yang tak rusak.  

Upaya Nelayan Bonetambu Jaga Wilayah Tangkap Gurita

Rapala Emas, Cara Nelayan Pototano Tangkap dan Jaga Gurita

Gurita Karang, Sang “Bunglon Laut” dari Samudra

Kapal Pukat Resahkan Nelayan Gurita dan Rajungan Sumut

Nelayan Gurita Labuan Terdampak Iklim sampai Mangrove Rusak

Semua Spesial

Jelajahi situs Mongabay lainnya...

Earth HQ
Data Studio
Conservation Effectiveness
Mongabay Latam
Reforestation App
Mongabay Indonesia

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam