- Kanguru pohon, bukanlah sekadar jenis yang memanjat pohon. Mereka adalah keajaiban evolusi yang berbeda secara fundamental dari sepupu darat mereka di Australia.
- Sebagai satwa arboreal (penghuni pohon), kanguru pohon menghabiskan lebih dari 90 persen hidupnya di atas pepohonan. Mereka aktif pada waktu fajar dan senja, memanfaatkan suhu yang lebih sejuk untuk mencari makan.
- Papua adalah rumah besar bagi kanguru pohon. Secara total, spesies kanguru pohon Genus Dendrolagus di seluruh Pulau Papua sekitar 12-14 spesies yang tersebar di Papua (Indonesia), Papua Nugini, dan ujung utara Queensland, Australia.
- Sementara di Pulau Papua bagian Indonesia, secara keseluruhan terdapat 8 spesies kanguru pohon yang terkonfirmasi.
Di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut, Pegunungan Wondiwoi, Papua Barat, terdapat satwa unik dan endemik yang selama 90 tahun dianggap telah lenyap. Bulu keemasannya berpadu dengan lumut di dahan-dahan pohon, menciptakan kamuflase sempurna yang membuatnya nyaris tak terlihat.
Inilah kanguru pohon wondiwoi (Dendrolagus mayri), spesies yang pertama kali didokumentasikan oleh ahli biologi Ernst Mayr pada 1928. Keberadaannya yang menghilang hampir satu abad, akhirnya difoto kembali oleh botanis asal Inggris, Michael Smith, pada tahun 2018.
Kanguru pohon bukan sekadar memanjat pohon. Mereka adalah keajaiban evolusi yang berbeda secara fundamental dari sepupu darat mereka di Australia. Kanguru pohon memiliki kaki belakang lebih pendek dan lengan depan lebih kuat dibandingkan kanguru darat. Adaptasi ini memberi mereka kelincahan luar biasa di atas pohon, tetapi juga membuat mereka canggung saat berada di tanah.
Cakar melengkung di keempat kakinya berfungsi seperti kait pengaman, sementara telapak kaki dilapisi kulit kasar seperti bantalan yang memberikan cengkeraman kuat pada batang licin sekalipun. Ketika bergerak di atas dahan, mereka tidak melompat seperti kanguru darat. Mereka berjalan dengan keempat kaki seperti kucing, menggunakan ekor panjangnya antara 40–94 cm sebagai penyeimbang sekaligus berfungsi seperti tungkai untuk mencengkeram cabang.

Sebagai satwa arboreal (penghuni pohon), kanguru pohon menghabiskan lebih dari 90 persen hidupnya di atas pepohonan. Mereka aktif pada waktu fajar dan senja, memanfaatkan suhu yang lebih sejuk untuk mencari makan.
Di kebun binatang Woodland Park Zoo, Seattle, Amerika Serikat, empat ekor kangguru pohon matschie (Dendrolagus matschiei) ditunjukkan ke publik, sejak 1 Mei 2026. Di lokasi ini, keempatnya menempati rumah baru yang dirancang menyerupai hutan asli mereka di Semenanjung Huon, Papua Nugini. Satu individu yang menjadi pionir di habitat baru ini adalah Rocket, kanguru jantan usia 12 tahun yang lincah.
“Hutan adalah paru-paru kita, mata pencaharian kita, kebahagiaan kita, rumah kita. Hutan menyediakan makanan, obat-obatan, keindahan, ketenangan, dan sumber daya lainnya,” ujar Alejandro Grajal, Presiden dan CEO Woodland Park Zoo.

Ancaman bagi kanguru pohon
Di rumah mereka sesungguhnya, di hutan-hutan Papua, kanguru pohon berjuang untuk bertahan hidup. Ancaman datang dari berbagai arah yang diakibatkan aktivitas manusia.
Sebagai satwa arboreal, mereka tidak bisa hidup di lahan terbuka. Mereka membutuhkan kanopi tersambung, yakni hutan utuh yang membuat mereka bisa berpindah dari satu pohon ke pohon lain, tanpa harus menyentuh tanah.
Sayangnya, pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan permukiman telah memecah hutan Papua menjadi fragmen-fragmen terisolasi. Kondisi ini menyebabkan populasi kanguru pohon terperangkap di pulau-pulau hutan kecil yang tidak bisa mendukung kelangsungan hidup jangka panjang mereka.
Daawia, Akademisi Universitas Cenderawasih, menegaskan bahwa perburuan dan penebangan pohon di habitat satwa endemik Papua harus dihentikan, jika ingin menyelamatkan spesies-spesies ini dari kepunahan.
“Populasinya pada 2015 diperkirakan hanya tersisa 500 individu di alam liar,” terangnya, dilansir dari Antaranews.com.

Dalam buku “Ecology of Indonesian Papua” (2012) yang merupakan bagian dari Seri Ekologi Indonesia, disebutkan bahwa Pulau Papua secara keseluruhan memiliki keanekaragaman kanguru pohon yang tinggi. Untuk wilayah Papua Barat (bagian Indonesia), terdapat delapan spesies yang terkonfirmasi.
Anatara lain, kangguru pohon kelabu (Dendrolagus inustus) tersebar di Papua bagian utara dan barat; kangguru pohon doria (Dendrolagus dorianus) ditemukan di wilayah Papua bagian barat dan tengah; kangguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus) endemik Pegunungan Foja, Papua; kangguru pohon wondiwoi (Dendrolagus mayri) endemik Pegunungan Wondiwoi, Teluk Wondama; kangguru pohon ifola (Dendrolagus notatus), kangguru pohon gading (Dendrolagus spadix), kangguru pohon lowland (Dendrolagus sp.), dan kangguru pohon ursine (Dendrolagus ursinus) endemik Semenanjung Doberai, Papua Barat.
Namun jumlah ini berbeda dengan total spesies kanguru pohon di seluruh Pulau Papua (termasuk Papua Nugini). Secara global, Genus Dendrolagus memiliki sekitar 12-14 spesies yang tersebar di Papua (Indonesia), Papua Nugini, dan ujung utara Queensland, Australia.
Perbedaan jumlah antara Tanah Papua bagian Indonesia dengan Pulau Papua secara keseluruhan terjadi karena beberapa spesies seperti Dendrolagus matschiei, Dendrolagus goodfellowi, dan Dendrolagus scottae hanya ditemukan di wilayah Papua Nugini, yang tidak masuk ke wilayah Indonesia.
Referensi:
Marshall, A. J., & Beehler, B. M. (Eds.). (2012). The Ecology of Papua (Parts One & Two).
National Geographic. (2018, September). This Newborn Tree Kangaroo Brings Hope to the Species.
https://www.nationalgeographic.com/animals/article/goodfellow-tree-kangaroo-joey-animals-news
National Geographic. (2018, September). Rare Tree Kangaroo Reappears After Vanishing for 90 Years.
https://www.nationalgeographic.com/animals/article/rare-wondiwoi-tree-kangaroo-discovered-mammals-animals
Woodland Park Zoo. (2026, March 3). All-new Forest Trailhead exhibit opens May 1. https://zoo.org/press/all-new-forest-trailhead-exhibit-opens-may-1/
*****