Makhluk Luar Biasa Pengontrol Kehidupan Laut

Phytoplankton, organisme pengontrol kehidupan laut yang luar biasa pentingnya. Sumber: Wikipedia
Phytoplankton, organisme pengontrol kehidupan laut yang luar biasa pentingnya. Sumber: Wikipedia

Apakah Anda pernah bertanya, darimana dan bagaimana buih di lautan terbentuk? Mengapa kadang air laut terlihat jernih? Namun, sekali waktu berubah menjadi hijau, coklat, pink, dan warna lain?

Bagaimana juga ikan mendapatkan aneka makanan untuk membuat asam-asam omega lemak yang penting untuk kehidupan kita? Jawaban untuk semua pertanyaan itu adalah: plankton. Organisme yang menghuni lautan dan danau.

Kata ‘plankton’ berasal dari bahasa Yunani πλαγκτός (planktos) – yang berarti “saya hanyut”. Plankton memang bisa bergerak ke lautan dalam dan permukaan, begitu sebaliknya. Hanya saja, plankton tidak bisa berenang melawan arus.

Sehingga, seringkali kita melihat begitu banyak ubur-ubur planktonik, yang jago bergerak naik dan turun di air, namun tak berdaya ketika melawan arus. Akhirnya, terdampar di pantai.

phytoplankton yang memproduksi makanan, perannya sangat krusial sekali bagi ekosistem kehidupan. Sumber: Wikipedia
phytoplankton yang memproduksi makanan, perannya sangat krusial sekali bagi ekosistem kehidupan. Sumber: Wikipedia

Sebagaimana dikutip dari Science Alert, plankton memiliki ukuran beragam. Mulai dari ukuran mikroskopis, organisme bersel tunggal, hingga satwa multi-sel seperti udang kecil, ubur-ubur, larva kepiting, dan bayi ikan.

Jika kita sering berpikir bila lautan didominasi oleh ikan dan paus, sesungguhnya, plankton mikroskopis bersel satu inilah penggerak utama kehidupan di lautan. Pertanyaannya adalah, seberapa banyak kita memahami mereka?

Phytoplankton dalam aneka bentuk. Sumber: Wikipedia
Phytoplankton dalam aneka bentuk. Sumber: Wikipedia

Selama berpuluh tahun, pandangan yang beredar adalah plankton dibagi dalam dua jenis. Ada phytoplankton yang memproduksi makanan (yang kita kenal sebagai mikroalgae), yaitu  tanaman laut yang mini. Lalu, microzooplankton, di lain pihak, memakan phytoplankton dan kemudian dimakan zooplankton yang lebih besar, seperti udang. Pembagian plankton mikroskopis ini mirip dengan pemisahan satwa-tumbuhan di ekosistem teresterial.

Kini kita akan tahu, di bawah gelombang laut, ada satu lagi kelompok plankton mikroskopis, yakni mixotrops yang menggabungkan ‘fitur’ phytoplankton yang seperti tumbuhan, juga microzookplankton yang seperti satwa. Cara mereka makan sendiri, cukup mengejutkan.

Plankton dalam aneka wujud. Sumber: Aditee Mitra
Plankton dalam aneka wujud. Sumber: Aditee Mitra

Mereka menelan mangsanya hidup-hidup dengan berbagai cara; menyedot tubuh bagian dalam, meracun, menombak, meledak, bahkan menggunakan kembali bagian-bagian tubuhnya.

Mereka bisa membunuh seluruh ekosistem dalam hitungan jam dan mengubah warna air. Bahkan juga membentuk atmosfer bumi dan mendukung pertumbuhan larva ikan di masa penting pertumbuhannya.

Bisa dikatakan, mixotrops berpotensi mempengaruhi kehidupan kita. Salah satunya karena merekalah kontributor utama jaringan makanan untuk mendukung kehidupan di laut.

Ubur-ubur yang terdampar di pantai wilayah Portugal. foto: Cianan Brennan
Ubur-ubur yang terdampar di pantai wilayah Portugal. Foto: Cianan Brennan

Kredit

Editor

Topik

Suaka Terakhir Sang Naga

Varanus komodoensis bukan sekadar satwa, melainkan penyintas tangguh yang membawa jejak evolusi empat juta tahun dari daratan Eropa hingga menetap di kepulauan Nusantara. Di balik sosoknya yang purba, Komodo kini berdiri di garis depan peradaban yang kian menghimpit. Keberadaannya kini terkepung oleh ancaman nyata, mulai dari jaringan penyelundupan internasional hingga dampak tak terelakkan dari krisis […]

Artikel terbaru

Semua artikel