Merah Putih Penyelamatan Kendeng dari Goa yang Terancam

Pembentangan bendera merah putih dan spanduk tolak pabrik semen di Goa, Pegunungan Kendeng Utara. Foto JMMPK Rembang
Pembentangan bendera merah putih dan spanduk tolak pabrik semen di Goa, Pegunungan Kendeng Utara. Foto JMMPK Rembang

Masyarakat di Pegunungan Kendeng Utara,  di Rembang dan Pati, Jawa Tengah, punya cara sendiri merayakan hari kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/15). Di Rembang, lima warga Desa Tegaldowo dan Timbrangan membentangkan bendara merah putih dan spanduk putih dari karung bekas bertuliskan, “Tolak Pabrik Semen, Selamatkan Gunung Kendeng!” di Goa Sumberan, Desa Waru, Blora.

Joko Prianto, yang ikut aksi, kepada Mongabay mengatakan, aksi di goa untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa goa-goa di Pegunungan Kendeng, kaya air atau sungai bawah tanah. Selama ini,  perusahaan-perusahan yang akan menambang bahkan pemerintah daerah mengatakan, di Kendeng kering, tidak subur dan tidak ada sungai bawah tanah.

“Hari kemerdekaan ini, masih banyak warga Indonesia seperti petani dijajah dan diambil kemerdekaan dalam menjaga alam. Penjajahan petani sekarang datang dalam bentuk kapitalis seperti pabrik semen,” katanya.

Selain aksi di goa, warga juga membentangkan bendera dan spanduk di sumber air Sumerop di Desa Kajar, masuk IUP tambang tanah liat PT. Semen Indonesia.  Mereka ingin menyampaikan, pertambangan semen mengancam sumber-sumber air yang selama ini untuk pertanian, minum ternak dan kebutuhan sehari-hari.

“Sampai kapanpun kami akan berjuang menyelamatkan Kendeng. Kami sudah banding ke PTTUN Surabaya. Semoga masih ada hati nurani hakim ikut menyelamatkan Kendeng.”

Di Pati, Jawa Tengah, para petani Kecamatan Sukolilo, Tambak Romo dan Kayen mengibarkan bendera merah putih dengan menaiki sebatang bambu lalu mengikat di puncaknya. Seorang perempuan jadi pemanjat, dan beberapa laki-laki membantu memegangi batang bambu. Mereka menggunakan caping dan kebaya.

Bambang, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Pati mengatakan, pengibaran bendera di Oemah Sonokeling merupakan cara petani Kendeng memperingati HUT Indonesia, dalam suasana memprihatinkan. Masyarakat dalam menolak pertambangan semen yang akan merusak Gunung Kendeng masih jauh dari makna merdeka. Masyarakat ingin merdeka dari ancaman krisis pangan, ancaman goa dan sumber air hilang, serta bebas ancaman bencana ekologi seperti banjir bandang dan kekeringan.

“Merdeka itu seharusnya terbebas dari kerusakan lingkungan dan bebas dari pertambangan semen yang akan merenggut sumber air warga.”

Indonesia, katanya  sudah 70 tahun merdeka, namun masyarakat terus dijajah. Di Kendeng Pati akan ada perusahaan PT. Sahabat Mulia Saksi (SMS), anak perusahaan PT. Indocement,  yang perusahaan Jerman.

“Dulu pahlawan berjuang mengusir penjajah keluar dari Indonesia, kini penjajah masuk lewat perusahaan pertambangan semen. Kami sedang berjuang membebaskan dan menyelamatkan Kendeng dengan menggugat izin lingkungan SMS di PTUN Semarang,” katanya.

Kredit

Topik

Macan Akar di Tanah Jawa

Kucing kuwuk atau macan akar merupakan predator kecil yang memegang peran vital sebagai penjaga keseimbangan ekosistem di lanskap Pulau Jawa melalui kemampuannya mengendalikan populasi hama tikus secara alami. Di tengah statusnya sebagai satwa liar yang sangat adaptif dalam memanfaatkan kawasan non-lindung dan perkebunan, spesies ini menghadapi ancaman multifaset mulai dari fragmentasi habitat, risiko fatal kecelakaan […]

Artikel terbaru

Semua artikel