Kerusakan Cagar Alam Cyclop Terus Berlangsung

KERUSAKAN di sekitar pegunungan Cagar Alam Cyclop, Sentani, Kabupaten Jayapura, hingga ke Kota Jayapura meningkat setiap tahun. Lahan kritis di sekitar kawasan itu terus bertambah.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura, Syors Kama  mengatakan, banyak kerusakan di Cagar Alam Cyclop. Luas lahan kritis  sekitar 7,17 persen dari seluruh kawasan dan terus meningkat tiap tahun.  “Permasalahan sangat kompleks,” katanya di Sentani, Jumat (31/8/2012).

Syors mengatakan, mereka berusaha menekan kerusakan di sekitar kawasan penyangga. “Tugas dinas hanya bisa mencegah di sekitar kawasan penyangga. Tidak bisa memasuki batas wilayah lain,  itu wilayah Kota Jayapura.”

Kawasan pegunungan Cagar Alam Cyclop. Foto: Musa Abubar

Kepala Bidang Pembinaan Hutan, Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura, Yance Tandung mengatakan,  lahan kritis di cagar alam ini sekitar 1.000 hektare lebih tiap tahun. Khusus di Kabupaten Jayapura, lahan kritis sekitar 83.000 hektare.

Penyebab lahan kritis karena warga bermukim di kaki gunung. Dari hasil Studi Natural Hisorsis Manajemen Papua, sejak 2003, menunjukkan perambahan kawasan cagar alam oleh 43.030 jiwa atau sekitar 752 keluarga.

Aktivitas para perambah ini menyebabkan debit sumber air turun dari tahun ke tahun. Sebagian lokasi sudah kering. “Ada beberapa sungai meluap saat hujan. Pada kemarau mengering,” ucap Yance.

Instansinya, belum merinci semua sungai yang terancam kekeringan. Baru memastikan satu sungai di Kampung Harapan, Sentani. Kini, debit air di sungai kampung ini berkurang. Jika kemarau, sungai kering.

Pemukiman penduduk di sekitar Cagar Alam Cyclop juga terjadi di Kota Jayapura. Ada rumah bahkan sejumlah kantor pemerintahan dan Kodam.

Pada 1978, Departemen Pertanian menetapkan Pegunungan Cyclop sebagai kawasan cagar alam dengan luas 22.500 hektare mencakup dua wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Di Kabupaten Jayapura seluas 15.000 hektare.

Jaringan Advokasi Sosial dan Lingkungan (Jasoil) Tanah Papua, Manokwari, Papua Barat, mengadakan lokalatih pengawasan kawasan hutan konservasi berbasis masyarakat dalam penegakan hukum kehutanan bagi Satgas Cagar Alam Cyclop.

Direktur Jasoil, Pietsau Amafnini mengatakan,  pelatihan bertujuan membekali para satgas dalam menjaga dan mengawasi cagar alam ini. Sampai saat ini, banyak kesulitan ketika hendak menghentikan perusakan.

Kredit

Topik

Ikan-Ikan dari Era Pra-Sejarah di Perairan Nusantara

Perairan Nusantara menyimpan rahasia besar berupa spesies “fosil hidup” yang sanggup bertahan melewati berbagai kepunahan massal, termasuk letusan dahsyat gunung api purba. Di tengah arus modernitas, kedalaman laut dan sungai pedalaman Indonesia menjadi benteng terakhir bagi satwa yang melampaui waktu. Mulai dari kemunculan kembali Coelacanth yang sempat dianggap punah jutaan tahun silam hingga keberadaan predator […]

Artikel terbaru

Semua artikel