Foto: Yao Ming Bersama Anak Gajah Yatim Piatu Akibat Perburuan Liar

Yao Ming bersama Kinango, anak gajah yang kini yatim piatu, setelah induk anak gajah ini mati diburu orang untuk diambil gadingnya. Foto: Kristian Schmidt/Wild Aid

Mantan pemain basket NBA dan atlet olimpiade CIna, Yao Ming berkunjung ke Afrika untuk pertamakalinya untuk melihat dampak langsung dari perdagangan gading gajah dan badak di Asia Timur. Yao Ming, atlet setinggi 2.3 meter ini tak hanya terkenal karena prestasinya di lapangan namun juga perhatiannya pada spesies-spesies yang terancam punah.

Setelah fokus dalam berbagai isu perdagangan sirip ikan hitu, Yao Ming kini bekerjasama dengan Wild Aid untuk melihat dampak dari perdagangan gading gajah dan cula badak, yang semakin menekan populasi spesies ini di seluruh wilayah Afrika.  Perburuan gajah untuk diambil gadingnya mencapai angka tertinggi saat ini sejak tahun 1989, dari catatan yang ada tahun lalu, setidaknya 448 badak dibunuh untuk diambil culanya di Afrika Selatan saja.

“Saat di Namunyak, Kenya bagian utara, Saya melihat pemandangan yang tak akan pernah saya lupakan…” tulis Yao Ming dalam blognya saat melihat bangkai gajah yang tewas akibat diambil gadingnya. “Sejak tahun 2008, perburuan gajah terus meningkat menurut data dari Save the Elephants dan Kenya Wildlife Service. Saya diberitahu bahwa tujuan utama perdagangan gading gajah ilegal ini adalah negara saya, Cina.”

Kredit

Topik

Benteng Terakhir Penguasa Langit Jawa

Ancaman kepunahan Elang Jawa tetap membayangi akibat perburuan liar, pola baru perdagangan satwa melalui platform digital, dan hilangnya ruang hidup yang terus menyempit. Upaya konservasi yang telah berjalan selama tiga dekade sejak era 1990-an harus beradu cepat dengan tekanan ekonomi. Berbagai aksi penyitaan satwa oleh otoritas menjadi bukti nyata bahwa status hukum saja tidak cukup […]

Artikel terbaru

Semua artikel