Gambut terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang belum terkomposisi secara sempurna, dan terkumpul dalam jumlah relatif besar.  Di lahan basah, gambut terkumpul dalam jumlah besar karena kecepatan akumulasi lebih cepat daripada kecepatan dekomposisinya.

Tanah gambut memiliki sifat asam karena adanya asam-asam organik yang dihasilkan oleh dekomposisi tidak sempurna dari sisa-sisa tumbuhan.  Gambut pada umunya terbentuk di tanah yang anaerob, tergenang, dan memiliki salinitas tinggi.  Akumulasi ratusan tahun dari bahan organik ini membentuk lahan gambut.

Sifat asam ini membatasi pertumbuhan spesies flora dan fauna tertentu pada wilayah ini.  Lahan gambut ada yang ditumbuhi pepohonan yang membentuk hutan maupun hanya didominasi semak-semak.

Kartawinata (2013) menyebutkan bahwa di Indonesia, hutan gambut terkonsentrasi di tiga pulau utama yaitu Sumatera, Kalimantan, Papua, dan sedikit di Sulawesi. Di Papua tipe vegetasi ini menempati lokasi yang menerus, mulai dari rawa gambut yang dalam sampai dengan yang dangkal.

Rawa gambut yang dalam didominasi jenis vegetasi mengambang seperti teki-tekian Cyperus cephalotes, C. Imbricatus, C. Platystylis, dan Eleocharis dulcis. Jenis ini bercampur dengan paku-pakuan seperti Ampelopteris prolifera, Ceratopteris thalictroides, dan Cyclosorus interruptus.

Jenis pohon yang mendominasi hutan rawa gambut di Sumatera dan Kalimantan diantaranya Alstonia scholaris, Combretocarpus rotundatus, Dactylocladus stenostachys, Ganua pierrei, Gonystylus bancanus, Palaquium cochlearifolium.  Jenis pohon Dipterocarpaceae diantaranya Anisoptera marginata, Dipterocarpus coriacea, Dryobalanops rappa, Shorea balangeran (Ashton 1982 dalam Kartawinata 2013).  Pohon-pohon ini dapat tumbuh mencapai ketinggian 30 m.  Hutan rawa gambut umumnya tidak memiliki banyak stratifikasi.

Fungsi penting hutan gambut seperti spons.  Saat musim hujan, hutan gambut menampung, menyerap, dan menyimpan air.  Sementara pada musim kemarau, hutan gambut mengeluarkan air untuk keseimbangan ekosistem.

Hutan rawa gambut sangat penting sebagai pengatur hidrologi untuk wilayah di sekitarnya.  Hutan gambut menjadi tipe hutan yang paling kaya dalam kandungan karbon.  Melestarikan hutan rawa gambut artinya mencegah keluarnya karbondioksida ke dalam atmosfer untuk menngurangi dan mencegah perubahan iklim.

kembali

Berita dan Inspirasi dari Garda Terdepan Alam