Hutan kerangas berada pada ketinggian yang sama dengan hutan dataran rendah. Tipe hutan ini seringkali ditemukan pada ketinggian kurang dari 800 m dpl. Perbedaan dari tipe hutan dataran rendah adalah karena media tumbuh tipe hutan ini pada tanah podsol dengan kandungan silika tinggi dan sangat masam.
Tanah ini menyerap air dengan baik. Tanah pada hutan kerangas umumnya miskin hara. Pepohonan sangat bergantung pada humus di lantai hutan yang relatif tipis.
Menurut Kartawinata (2013), komposisi flora hutan kerangas bervariasi tergantung kedalaman tanah dan ketersediaan air. Secara umum jenis-jenis tumbuhan yang dapat ditemukan di hutan kerangas diantaranya Casuarina nobilis, Cotylelobium burckii, C. Malayanum, Cratoxylum glaucum, C. Arborescens, Combretocarpus rotundatus, Dacrydium elatum. Terdapat pula jenis-jenis pohon dari famili Dipterocarpaceae seperti Shorea balangeran, S. Coriacea, dan S. Havilandii.
Dalam banyak hal, komposisi flora di hutan kerangas mirip dengan vegetasi di hutan rawa gambut, meskipun berbeda dari tutupan hutan dataran rendah. Hutan kerangas sangat sensitif terhadap kerusakan. Kemampuan memulihkan diri setelah adanya gangguan lebih lambat daripada hutan dipterokarpa. Jenis spesies pohon juga tidak sebanyak hutan dipterokarpa.
Contoh paling nyata adalah pada banyak tempat di sepanjang jalan utama di Kalimantan. Lautan padang pasir yang menghiasi Kalimantan awalnya merupakan hutan kerangas. Kerusakan terhadap ekosistem ini diakibatkan oleh penebangan tidak lestari dan pertambangan batu bara.

